CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Showing posts with label 2 become 1. Show all posts
Showing posts with label 2 become 1. Show all posts

17.5.17

Problems with older people (above 50)




Tadinya ingin menulis secara komprehensif generation gap mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, lalu orang tua. Ya berdasarkan observasi aja sih, asumsi dan generalisasi. Seenggaknya bisa jadi pengingat untuk semua generasi. Tapi akhir-akhir ini mendesak untuk menulis khusus masalah dengan orang tua, atau orang yang lebih tua, siapapun dan dimanapun di indonesia ini, tepatnya sih, menyebalkan, hehee...

Biasanya, orang yang lebih tua itu:

  • Cerewet ya, suka bicara apa saja sesukanya, gak memikirkan siapa yang diajak bicara, punya waktu apa enggak, tertarik apa enggak, topiknya penting apa enggak. 
  • Menggurui, cenderung ngajarin, ya boleh lah kalau dia emang udah berhasil, canggih, melewati badai dan terpaan angin ribut, proven lah intinya ya. Lah ini, berhasil aja enggak, malah ngajarin? 
  • Suka memberikan label, menghakimi lah ya. Tetiba aja bilang bodoh, mustinya begini, mustinya begitu, berarti kamu yang salah, berarti kamu yang gak paham, bla..bla... 
  • Tidak mengerti konteks, seakan-akan yang dibicarakan orang lain itu soal dirinya. Kesannya Ge’Er ya, self centered. Dan ini diperparah dengan adanya media sosial, karena orang-orang tua ini baru mengenal internet dan media sosial hanya 1-5 tahun terakhir kan. Nah, mereka gak ngerti bahwa apa yang terjadi di media sosial itu gak necessarily dan litterally happens in real life, atau juga musti ditanggapi dengan serius. Orang tua yang baru mengenal medsos bahkan bisa lebih ABG dari ABG yang aslinya, mereka ngecek notif, memperhitungkan like secara serius, dan demanding komentar dengan ganas, hahaaa..... 
  • Dan karena tidak paham konteks itu, diajarin yang detail juga sudah susah, dan cenderung tidak mau menerima masukan karena menganggap mereka yang lebih tua dan tau, maka itu semua menjadikan mereka gampang tersinggung dan ngambek. 

Konon kabar yang menyatakan bahwa semakin tua umur seseorang, maka akan semakin menjadi seperti anak kecil, saya rasa benar adanya, dan itu dimulai umur 50, lagi-lagi hanya observasi dan asumsi aja sih. Oleh karenanya, saya menghimbau untuk orang tua, sadar dirilah, bahwa mereka itu menyebalkan, dan bahwa segala urusan dunia ini bukan Cuma soal orang tua.

Bahwa anak-anak mereka, yang dibawah umur 50, punya kehidupan lain, punya urusan lain, sibuk menggapai cita-cita, cari uang untuk bayar tagihan, sekolah, beli rumah, mobil, dll. Masih baaaanyak yang harus dipikirkan daripada masalah urusan keluarga, dan itu tidak dipahami oleh orang yang lebih tua. Tulisan ini juga untuk mengingatkan saya bahwa nanti saya, dan istri kemungkinan besar akan seperti daftar di atas. Sekaligus juga saya baru paham kegunaan Rumah Panti Jompo. Bukan untuk membuang orang tua, malah sebaliknya, untuk melindungi orang tua dari tindakan-tindakan dari anak mereka karena tidak tahan karena bersikap seperti daftar di atas.

Kan banyak kita ketahui di berita, banyak anak yang tetap mengasuh orang tuanya, tapi sering memarahi ini dan itu karena melakukan ini itu, maka Rumah Panti Jompo, adalah solusi terbaik bagi kedua belah pihak, dan nilai tambah untuk orang tua bisa bersosialisasi dengan orang seumurannya. Itulah yang saya lihat di Swiss, mereka banyak memiliki flat-flat khusus untuk orang tua, semata-mata untuk memuliakan hidup mereka, dengan taman-taman indah, dan ada aturan dilarang berisik di kawasan tersebut. Mereka bahagia, di waktu tua mereka.

Kalau saya, jika tua nanti, hanya ingin berada di satu rumah indah diatas bukit, di pinggir hutan atau danau, bersama istri tercinta, my only one to be grow old with, duduk di teras minum kopi dan membaca koran, sesekali dikunjungi anak dan cucu. Setidaknya itu dalam bayangan saya, ya atau flat di swiss dan segala fasilitasnya juga boleh, hehee...


“orang tua itu suka bicara masa lalu, karena mereka sudah tidak punya masa depan” Kata salah seorang teman yang dikutip oleh istri





(trus, Dhis...?!!)

10.7.15

Welcoming 30th... Ultah ke-30


Tak ada hal yang harus lebih dikontemplasi selain mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, terutama nikmat sehat, dengan sehat kita bisa beribadah kepada-Nya, dengan sehat kita bisa bekerja dan mencari uang, dengan sehat kita gak jadi beban keluarga dan dengan sehat, kita bisa membantu keluarga dan orang lain.

Umur 30, 30an, menurut saya sangat spesial, berada ditengah-tengah umur harapan masa hidup (masa hidup rata-rata manusia umur 60an), sudah mulai mapan dari segi aset dan rizki, mulai menata hal-hal abstrak mengenai hidup ke depan, lebih bijak dari tahun-tahun sebelumnya, dan... ada hadist Nabi yang bilang di akhirat nanti, di padang mahsyar, surga dll, kita akan dibangkitkan dalam umur 33 tahun, soo... 3 years to go to get in shaped, karena kita bakal telanjang nantinya, hehee....

Saya percaya apa yang kita raih saat ini adalah pengaruh dari perilaku perbuatan kita di masa lalu, apapun itu... bukti nyata bertebaran di sekitar kita.. saya punya kerabat, bilang saja sepupu lah ya, walaupun banyak juga contoh yang lainnya, tapi satu hal ini nyentrik, jadi dia selalu update status FB mengenai apapun dalam hidupnya, inti status-statusnya soal bagaimana dia bekerja sangat keras sekarang demi membiayai keluarga, istri dan anaknya yang masih kecil, dia rela kerja siang-malam-pagi sabtu-minggu demi mendapat penghasilan yang boleh dikata gak kecil, kerjanya bidang transportasi yang lagi ngtrend saat ini dengan warna jaket ijonya, okeh..okeh.. pada tau semua kan ya, intinya dia bangga dan skaligus mengeluh mengenai hidupnya yang susah, namun bangga karna bekerja keras dan mendapat penghasilan non-pegawai, lalu berbangga karna ga terima gaji serasa bos dan bangga ga ada waktu bersantai-santai kayak pegawai, wah nyindir?.. hehee... intinya dia menganggap dia sedang “bekerja keras”, benarkah?

 Menurut saya bukan, itu sih namanya hidup susah, mengapa? Emang si saya sekarang pegawai, pendapatan pas2an menengah atas dengan nama gaji dan tunjangan, santai? Bener banget, banyak waktu luang, kerja pulang tenggo, sambil kerja bahkan bisa nonton filem streaming, santaikah jika dibandingkan dengan saudara saya itu? Mungkin dia bisa bilang sekarang dia kerja keras, well.. dari doloo kemana aja? Saya udah kerja keras dari dulu banget-banget.. disaat dia sibuk tawuran dengan motornya dan bangga bisa ngebuat beberapa orang jadi cacat, saya malah rajin sekolah naik angkot, disaat dia ngajak main PS, saya nolak karna ngerjain PR, disaat dia bangga cerita sering “maen” ama cewek dan itu beneran “maen”, saya malah puasa untuk menahan gejolak naluriah lelaki saya, disaat... and on and on.. daftarnya bisa panjang... intinya, dia bilang literally bahwa mumpung masi muda, kita harus manfaatkan untuk bersenang-senang.. damn.. when he said those sentence.. it’s like black hole sucking my soul up.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.. klasik namun nyata, entahlah, ada misteri Tuhan di dalam pepatah tersebut, I’m not proud, I’m kind of sad looking at those kind of people, and those kind of people can easly proliferate having birth, beranak dan beranak terus seakan anaknya nanti akan merubah keadaaan.. yang sebenarnya kemungkinan besar akan mengulangi perbuatan orang tuanya kepada orang tuanya orang tua itu, remember yang tadi kan, apa yang kita dapat hari ini adalah akibat perbuatan kita di masa lalu, for good and for bad.

 Dan sekiranya saya melihat ada orang yang lebih sukses dari saya, itu juga karena mereka bekerja lebih keras dari saya dahulunya, contohnya pun banyak dan bertebaran di sekitar kita, ada temen waktu SMA, dia kecil, pendek pokoknya bukan siapa-siapa dan ga popular juga seperti saya, hehee... dia miskin, ya mungkin seperti itu, dia sering bawa barang dagangan berupa roti dan kue, tampak sangat berat digotong secara tergopoh-gopoh, bayangkan, waktu SMA pula, masa remaja yang penuh dengan gengsi yang gak mau kelihatan rendah diantara teman-teman yang lain, namun dia tidak, dia tetap supel, murah senyum, tak terlihat malu sedikitpun, prestasi pun biasa-biasa saja, tak ada yang mencolok, namun kini.. dia bekerja di lembaga keuangan pemerintah, sering dinas keluar negeri, gaji belasan juta... that’s life...

Harapan saya ke depan, bisa senantiasa sehat, perbanyak olah raga, perbanyak keringat, perbanyak gerak, senam, yoga, renang, lari, perbanyak syukur akan hal-hal yang membuat saya merasa cukup dan bahagia, perbanyak evaluasi hal-hal yang perlu saya perbaiki ke depannya, perbanyak ibadah, memulai untuk kembali rajin puasa, perbanyak baca buku, perbanyak bercinta, perbanyak bilang I love You kepada istri.

Ucapan terima kasih tak terhingga kepada istriku, pasangan jiwaku, teman, sahabat dan teman hidup, terima kasih atas segala kasihmu.

Ya Allah Ya Tuhan kami Ampunilah segala dosa kami, maafkanlah segala kesalahan kami
Jadikanlah rumah tangga dan pernikahan kami selalu dalam keberkahan, kedamaian dan ketenangan
Berikanlah kami rizki yang berlimpah, rizki yang berlebih, rizki yang bermanfaat, dan rizki yang besar dari arah yang tidak disangka-sangka
Ya Allah, kabulkanlah permintaan kami, hanya kepada-Mu lah kami bergantung, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta.
Aamiin..
(trus, Dhis...?!!)

10.11.14

Membesarkan anak

Boleh donk ya nulis sesuatu tentang cara membesarkan anak, mendidik, mengajarkan, memberitahu, menasehati, atau membentuk karakter anak. Ya walo gw blom punya anak, pengen aja nulis, ini berdasarkan pengalaman, dan keingintahuan, serta melampiaskan kesotoyan gw dalam hal anak, hahaa... pokoknya ini berdasarkan pengetahuan pribadi, bukan dari artikel ilmiah manapun, dan gak layak untuk diikuti, bahkan untuk dibaca sama elo-elo aja gw pikir ga layak, hahaa... ya suka-suka gw lah, kekeee...

 Gw kira hanya ada 2 hal alasan atau latar belakang kita memilih suatu cara dalam membesarkan anak, 1. Karena elo merasa ada sesuatu yg salah ketika elo dibesarkan, 2. Ada hal yang belom kesampean yg lo pengen selama dibesarkan, ya ga? Iya aja dah, hal-hal tersebut bisa dari, keluarga dan lingkungan, dan paling besar faktornya mungkin lingkungan kali ya, karna kita menghabiskan lebih banyak waktu sama lingkungan, sama teman, sama TV, dibandingkan sama ortu, ya waktu kan Cuma 24 jam, sepertiganya untuk tidur, ya kan.

Jadi tulisan ini adalah mengenai hal-hal apa yang akan gw lakukan klo gw punya anak, pandangan2 gw, dan lain sebagainya.

 1. Kasih nama, sebagai orang aneh bergolongan darah AB dan gw yakin ga cuma gw, gw dah kasih nama anak sejak gw SD, kagag mikir sapa yg jadi ibunya, dan ga tau juga gimana prosesnya bisa dapet Anak, belom tau belah durenan, pokoknya gw mau nama anaknya gw XXX, ini jadi diskusi sama temen sekelas, kita segerombolan bocah membentuk focus group discussion mengenai nama anak kita nanti, hahaaa.... alesannya? Kembali ke alasan nomer 1, karna nama kita2 gag keren, ada joko, dahlan, ijul, rizky, iis, iwan, dsb. Jadinya kita2 pengen nama anak kita keren lah, nama bule2 gituh semacam michael, billy, dany, cindy de el el....

2. Otak lemot.... kenapa kita bisa punya otak lemot, ini pasti karena ada yang salah pas kita dibesarkan, ciri2nya apa? yaitu telat membaca, lelet ngitung, susah hapal pelajaran, susah hapalin perkalian, penambahan, pembagian yg posternya segede gaban dulu, hahaa... ya, pkknya klo punya anak nanti musti diajarin sedari awal, beri perhatian lebih untuknya, bacain buku, rangsang anak untuk cerita, nulis dan ngitung, kasih buku, suruh baca, gambar, trus sedari bayi juga harusnya udah di akrabin sama karakter2 huruf dan angka yang warna warni, gitu kali yeee...

inspirasi dari film meet the focker, di situ kakeknya si de niro ngajarin anaknya pake kartu-kartu gitu trus sambil di ceritain, padahal masi bayi, katanya otak bayi tuh kayak spons, bisa nyerap apa aja walopun ga bisa memberikan reaksi layaknya orang dewasa, tapi keserap loh, nah makanya, ajari sejak kecil rangsangan2 baik yg masuk lewat mata dan telinganya.

3. Manja, banyak banget ngeliat anak kecil manja, gampang nangis, minta slalu di gendong, inspirasi dateng dari pengalaman tinggal di eropa, jaraaaang banget liat anak nangis, semua anaknya anteng, diem, penurut, kenapa ya? Nah caranya adalah pendidikan sejak kecil, jangan terlalu manjain anak dengan cara gendong atau ngasih segala hal klo anak nangis, anak ntar jd tau klo untuk ngedapetin sesuatu adalah dengan nangis, caranya? Pastiiin semua kebutuhannya lengkap, pampers udah kering, makan udah, minum udah, panas enggak, dingin juga enggak, trus kok masih nangis? Namanya tuh anak cari perhatian, tinggalin di dapur ajah! Sendirian! Tetep nangis? Biarin!!! Hahaaa...

kejem banget, tapi ya itu caranya, jangan sering digendong, usahain anak jalan sendiri, ngrangkak sendiri, makan sendiri, belepotan biarin aja, taruh mangkok makan di depannya, biarin dia makan sendiri, jangan nyuapin, klo jalan kemana2 pastiin bawa stroller, jangan di gendong!! Ini ni kebiasaan orang kita, anak digendong kemana2, alhasil anak jd manja dan gampang nangis, dengan membiasakan stroller, anak akan belajar anteng, diem dan nurut, dan juga di mobil, musti pakek car seat, anak di blakang, sendiri!! Dengan begitu dia akan belajar untuk menghargai privasinya sendiri, dia akan anteng, maap vocab terbatas, anteng lagi anteng lagi, hehee... abis terpesona bgt gw sama anak2 eropa yg kok ya pada anteng2... pas balik ke indo buseett, teriak ini, teriak itu, nangis minta gendong, de el el.

4. Susah makan, ya contohnya gw, susah makan, walo ga seektrim banyak orang sih, ada anak temen yg sama skali ga bisa makan nasi, makan musti kentang goreng, wah pkknya susah deh, gw sendiri ga suka makan yg banyak bawang putihnya, ga tau kenapa, trik nya sih, ini juga kata orang2 sekitar dan bini gw yg kebetulan dia gampang makan, bukan suka makan loh ya, hahaa... tapi gampang makan sesuatu yang biasanya bakal di benci banyak orang, yaitu sayuran!! Hehee.... ngiri gw dia bisa makan sayur apa aja, gw kagag, jd triknya sedari kecil makan untuk bayi tuh murni makanan aja, tanpa gula, garem dan lain2nya, jadi sedari kecil anak tuh udah tau rasa asli wortel kayak apa, hueeks! Rasa asli brokoli, rasa asli bayam, pkknya ga pake garam n gula, paksa aja!! Hahaa... nanti lama2 anak akan terbiasa makan sayuran dan bakal suka, ketimbang tau rasa asli pas udah gede dijamin bakal mual n muntah kayak guwe, kekeee...

lalu trik lain adalah klo anak ga mao makan, ancem dia ga bakal dapet makan lagi sampe jam makan selanjutnya, jadi ya makan tuh harus terjadwal misal jam 8 pagi, jam 12 siang, lalu jam 6 sore, klo jam 12 siang dia rewel ga mao makan, ya dia ga akan dapet makanan sampe jam makan malem nanti jam 6 sore, alhasil dia akan kelaparan, tega kan, ya iya musti tega, dan harus dibiasin, nanti lama2 dia akan mikir klo ga makan sekarang, baru bisa makan nanti, ah makan deh, hahaaa.... ga tau ini berhasil apa enggak tapi kata orang2 dan dokter2 ternama sih gitu, dan juga kata acara2 macem the nanny, dan yang paling sulit di sini adalah ortu, karna ortu juga harus nyesuain jam makan anak, makan musti bareng2 sama anak di meja jadi dia juga semangat makannya, lah gw aja makan berantakan, kapan laper ya gw makan, hahaaa.. mudah2an nanti berubah, aamiiin....

5. Ajarin renang! Bumi kita ini 2/3 nya air, Indonesia juga sama, maka ajarilah anak agar pandai berenang, dengan berenang maka dia bisa nyelamatin diri sendiri, dan juga bisa nyelamatin orang lain, ajari dan awasi dia, beri pengertian soal renang, soal keamanan di air, ajak renang di kolam renang, danau dan laut.

6. Bahasa... setelah lo gede dan sering keluar negeri maka lo akan sadar dan nyesel bahwa kemampuan berbahasa selain bahasa indonesia adalah kemampuan yang maha penting yg harus lo punyai!! Dan lo nyesel kenapa ga dari dolo2 gw blajar, ya klo sekarang belajar ya telat, otak dah gag mampu, pusing broh, hahaaa.... maka dari itu anak musti di biasaiin belajar selain bahasa indonesia, ya mungkin dulu akan dianggap norak senorak cinta laura, so what! Bodo amat apa kata orang, tapi anak gw nanti musti bilingual ato trilingual, selain bahasa wajib inggris juga bahasa perancis, german atau arab skalian, ato norway skalian biar sekolah gratis ampe profesor, wkwkwkk... biaya skolah mahal di indo soalnya, di eropa murah dan bahkan skandinavia gratis, yg musti lo perluin Cuma bahasa, ya bahasa!!

Simpel emang tapi ga smua orang bisa, bahasa disini ga Cuma pasif, tapi aktif dan mengaktifkan, hehee... apa sih mengaktifkan, ya pokoknya bisa menggunakan bahasa sebagai senjata ampuh dikala bersaing di kancah internasional :D simpelnya sih lo bisa pesen makan dan berinteraksi sama pelayan resto ato manager hotel yang klo lo susah bahasanya bakal dijutekin abis, wkwkkk.... walo bisa bahasa inggris? Yaelah bahasa inggris tuh gag kepake di banyak negara, di eropa aja yg bisa bahasa inggris tuh sedikit lho, mereka lebih suka dan lebih bangga dengan bahasanya masing2, alhasil ya lo bakal di jutekin.

Ya banyak sih yg lainnya, Cuma blom kepikiran aja, hahaaa... terakhir maap atas segala kesotoyan gw yg blom punya anak, ya mudah2an jika diberi keparcayaan oleh yg Maha Kuasa, aamiiin, terakhir gw Cuma mo ingetin, seperti dalam puisi kahlil gibran, anakmu bukan anakmu, anakmu seperti busur panah yang engkau lepaskan, kita hanya bisa mengarahkan dan akan tiba saatnya melepaskannya dan terserah dia akan mau kemana, dia akan punya pikirannya sendiri, pandangannya sendiri dan prinsip sendiri yang berbeda dengan busurnya yg telah melepaskannya.
(trus, Dhis...?!!)

7.3.11

caranya marah gimana yaa??


Pernahkah anda marah? Kapan dan bagaimana? Xixiii.. udah kayak psikolog aja gw, tapi emang bener loh kata banyak psikolog bahwa marah itu perlu kadang kala dalam merespon keadaan yang tidak nyaman untuk diri pribadi kita, bahwa tubuh dan jiwa kita butuh akan marah, the anger is something that we need... sounds akward isn’t.... anger.. need.. anyway... sebab untuk marah hanya satu, yaitu sesuatu yang kita tidak suka, sepakat?? Iya dunks, hahaaa.... bahwa kemudian sesuatu yang kita tidak suka tersebut ternyata berpengaruh dan membuat kita tidak nyaman untuk diri sendiri, maka timbulah kemarahan, naahh... yang ingin saya bahas adalah, akibat atau respon kemarahan itu, bahwa yang penting adalah bagaimana kita dapat mengelola kemarahan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita.. hhuuu.... ribet ahh tulisan gw...


Dimulai dari saya dan pasangan, dan ternyata pernikahan tak selalu berjalan mulus, sehalus aspal dan kulit putih citra, wkwkkk.. yeaa.. saia pikir kalimat itu hanyalah isapan jempol bayi, mksdnya, isapan jempol belaka, dan ternyata, yah, kami sedikit pernah agaknya berselisih paham, dan hal tersebut membuat saya tersinggung, and guess what.. saia marah!!... agak jarang memang untuk mendapati saia marah, karena banyak hal yang dapat saia toleransi dalam hidup ini, lalu bagaimana saia marah??

Thats the point, bagaimana marahnya?? Karena ternyata efek dari marah tersebutlah yang menjadi penting dalam kajian psikolog, karena bukan tentang subyek yang marah, tetapi objek yang dimarahi, dan itu orang lain, orang lain yang tentu juga memiliki rasa dan pikiran yang berbeda, sehingga, perlu kita kaji... halahh... kayak skripsi psikologi.... maksud saia, kemarahan kita akan berdampak kalau tidak secara sistemik yah paling dampak psiko-sosial yang mudahnya adalah dibalas dengan kemarahan, jika tidak dikelola dengan benar.

Pernah liat orang marah-marah?? Teriak2, banting pintu, gebrak meja, banting2 barang, mencaci-maki, atau bahkan menangispun bisa dalam keadaan marah, pun kalau tidak semua, gaya marah setiap orang berbeda walau hanya paling satu saja yang tadi saya sebutkan.. betul tidaaak?? Heheee....

Lalu saya?? Percaya atau tidak ketika saya marah, saya diam, hanya diam dalam bahasa, bukan dalam gerak tubuh, intinya saya diam, dan ternyata pertanyaan pertama yang keluar adalah “kenapa kmu diam?” bukannya “kenapa kmu marah?” dan saya pun tetap diam, setelah beberapa lama barulah dia sadar bahwa saia sedang marah, mungkin dia baru ingat dulu pernah nanya saya marahnya bagaimana, dan saya jawab diam.

Saia akui bahwa saya gampang tersinggung, lagi-lagi dengan respon yang bukan marah pada umumnya, tapi dengan diam, atau mungkin kata para pakar adalah memendam, itulah sebabnya saia masih ingat dengan jelas setiap hal yang membuat saia marah, dari kecil sampai sekarang, sejelas kata per kata dan orang per orang, bahaya bgt tuh...

Alhasil tidak sampai 3 jam dya pun memohon untuk saya dapat berbicara, dan terjadi sesuatu yang... mengharukan...... saya pun berbicara dan kami berdiskusi, sambil pelukan... *censored.... censored....censored........ hahaaaa..... jadi, sebegitu dahsyatnyakah efek diam saya, sehingga tampaknya diamnya saya terasa sangat buruk bahkan lebih kasar dari tindakan kekerasan apapun suami kepada istri, sehingga saya baru sadar bahwa diam saya sebagai respond kemarahan juga berdampak buruk bagi orang sekitar, tentu jika tidak dikelola dengan benar.

Kami pun saling meminta maaf dan mulai mencurahkan perasaan masing2, dimulai dengan dya bertanya “memangnya kmu mau diam berapa lama?” dan saya jawab “dua hari”, dia pun kaget “haaahh, jangaaann dunks!!!” heheeee..... *censored.... censored....censored....... lagi.....

Benarlah bahwa pernikahan adalah kompromi dan kesepakatan, sehingga untuk mengelola kemarahanpun kami bersepakat bahwa untuk marah, kami harus marah pada saat itu juga, ngomong saat itu juga, dan selesai saat juga.. aahh gag seru... hahaaa.. kidding hon.. yeaa... I would try too.... love you so much!!
(trus, Dhis...?!!)

3.2.11

(there's no after) Marriage


Banyak hal memang yang sangat saia pikirkan ketika menikah dengannya, bahkan untuk jadian pacaran pun mikirnya, huuff... mengenai pekerjaan, keluarga, status, latar belakang... bagi saia yang kaudran 3, memang gag bisa menghindar lagi yg namanya “analisa”, bukan karena gag cinta, tapi karena cinta dan smua karena cinta... *joy tobing.. halaahh.... hahaaa.... lantas apa yang membuat saia jadi menikah?? Lah klo mikir mulu kapan nikahnya!! Heheee.... menikah emang ribet, tapi klo di pikir yah akan terlewati juga khan, akad nikah Cuma 45 detik kok, resepsi 2 jam pas, tapiii... apa yg dialami nikahnya adalah, setelahnya... yupz,
setelah menikah itu yg penting..

Lalu, setelah menikah, dya dan saia, bagaimana?? Tenaaang.. kita sama2 kuadran 3, jadii smua sudah d pikirkan, d bahas dan di kompromikan jaaauuuh sebelum menikah, hahaaa... kita punya perjanjian yang sama2 di tawarkan satu sama lain untuk di cross check, dan hasilnya, yupz... perjanjian dya lebih baik dari saia... heheeeee.. women.... hasil perencanaan miliknya memang jauh bervisi kedepan dengan realibilitas tinggi dan kredibel, serta akuntabel dengan performa mantab, halaahh... apaan siiii... wkwkkkk... :D

Yea, perjanjian itu kami abadikan dan akan slalu kami kenang serta berusaha mewujudkannya.. amiiin... lantas, enak gag sih menikah? Yaa.... githu dey.... ya iyalah, oh yaa.... heheee.... embeerrR... yah, menikah adalah proses hidup, sama dengan hidup sebelum menikah, maka menikah just another part of life, suatu kalimat sakti milik saya untuk bisa menjalani hidup dengan..... mengalir... yupz, mengalir, karena kita gag pernah tahu apa yang terbentang di depan kita atau esok hari, kata film, life is like a box of chocolate, its good, its always good..
Maka tipz saya untuk yg akan menikah, well, baru bulan kelima kok nih, tapi saya jamin, benarlah kata hadist, bahwa menikah menyempurnakan setengah agama (^_^)
(trus, Dhis...?!!)

29.1.11

Malam Pertama


Banyaaak bgt pasangan atau orang per orang yg menanyakan tentang malam pertama, tentang apa rasanya, bagaimana caranya, atau, gimana mulainya... xixiiii.... dan cewek2 pasti pertanyaanya adalah sakit gag? Ya iyalah, girls, its hurt a lot!! Kekekeee.... yah klo gw yg jawab gag kompeten lah, hrsnya nanya ke sesama cewek juga, ato, simply ask ur mom, they know what best for it...
Lalu, apa tulisan gw ini tentang malam pertama, yah awalnya sih, tapi, lanjutin gag yah... hhhmmm..... *msh mikir .... hhhmmm.... okey lah, lanjuuuttt.....
*gag tau knapa tiba2 kok pengen nulis inih, gag ada kerjaan, hahaaaa....... banyak mitos tentang malam pertama, yah banyak bo’ongnya siii, gw gag bilang klo gw expert dalam malam pertama, tapii, yah jgn d besar2kan lah, walau juga jangan d sepelekan, karena ini sangat berarti bagi wanita, saatnya wanita memberikan benteng terakhir kehormatannya pada pria, jieeehhh.... bener, artinya kehormatan wanita akan diberikan untuk pasangannya, dan sang pria harus menjaga kepercayaan yang diberikan itu, ingeettt, diberikan, bukan direnggut, yupz.... the value of that gave is.. priceless.. bukan gag ada harganya, tapi tak ternilai...

Jadiii, if they so worry or scare.... its normal, dan pria harus membuat wanita memberikan hal tersebut, its not easy, membuat mereka memberikannya, sementara pria hanya tau merebut dan memaksa, hahaaaa.... yeaaa... kami para pria dari mars hanya diajarkan untuk itu, lalu bagaimana caranya? Kekekeeee... just figure it out, find ur self at the best comfort, quiet place, love song, fabolous perfume, very nice clothes or lingerie, and laaaaasst is, do it gently, enjoy it, even its hurts, ato gemas, pengen terburu-buru, no, its like that, its once in a life time that u would always remember.
(trus, Dhis...?!!)

16.2.09

Valentine's weekend



This year, this valentine, this weekend.... great.. so great...... this year, the valentine’s day is on the weekend... yeaahh..... enak bgt taun ini valentine nyah pas weekend gituhh hari sabtu.. wich is the perfect time for couple to celebrating the valentine’s day.


Kebiasaan taun2 seblumnya adalah pas valentine harus ngasi kado ato ngadain acara khusus just the 2 of us gitu lah... yah kan beybz ..(tenaang...... gag akan di broadcast detail d sini).. (^_^).... so, first, I must find the perfect gift, the special one the she really2 like..... gw tauu c barang itu, cumaaa...

itu susah bgt nyarinya dan gag d jual juga... fyuuuhh.. klo ada libur aja seminggu, gunung manapun kan ku daki dan lautan manapun kan ku sebrangi (lebayandreahiaratamodeon) tuk mendapatkan “sesuatu” itu.... heheheee.... apalagi gw baru tau setelah gw tau (pa’an c..) trus setelah googling juga, nelpon vendor, YMan ama marketingnya juga.. teuteuuuppp.. gag ada.... kemana lagi ku kan mencari....

Nyerah lah gw, so sory beybz... perhaps next year or next special occasion iaagghh... jdnya standar lah nyari d mall, yg gw cari pas sehari seblum V day.... dan itu dah 3 mall yg gw kunjungi dalam 30 menit, bayangin, 3 mall dalam 30 menit !!! (secara kota bekasi a/ kota mall, ada 5 mall dalam radius 100 meter, wkwkwk)...

Key, mal ke 1 dan 2 sama2 mengecewakan, gag ad sama skali valentine’s atmosphere yg kyk gantungan heart, ato pernak-pernik pink, gag ada !!! mal ke 3 jg sama, tp agak mendingan lah, backsound nyah love song smua yg gw suka, yg smua ada d playlist winamp gw, hehehee.... mulailah mencari ke sana-sini sambil nyanyi2 lagu love song ituhhh....

Ketemu kado nya, minta bungkus, pulang.... I hope u like it beybz.... u must to (^_^) ..... heheee..... sampe rumah blom selesai, karna musti d kasi surat, dengan tulisan tangan panjang lebar, berat dan bervisi jauh ke depan (~_~), oiya, gag lupa lope-lope gitu.. hahahaaa.....

Thats 4 d gift yahh... skarang ke acara khusus itu.... mmmhhh.... (mikir cara critain nyah)... jd....gini....kan..... heheee...... the valentine’s day celebrations begins pergi ke undangan kawinan anaknya temennya nyokap... which is the theme is pink (that I think not fit).... di lokasi yg menurut gw unik, asik, enak juga, coz nyatu gitu ama tempat wisata.... so, after that ,kita jalan, just d 2 of us, looking at the great view from 50-60m high-sky, and sliding across the air for 3km (hahahaa... just figure it out deh..).... trus pas sore ampe malem kita “candle-light” just d 2 of us, and we talk about us, just us.. and us-related.... (^_^)

The point is, I had a great valentine’s day celebrations, and I hope she also had the same feel with me, and even more.....

Ps: kisah yg baru saja anda baca hanyalah 23 % dari yudhis-melisa’s 3day of celebrating the first valentine’s day.... (^_^)

(trus, Dhis...?!!)