CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Showing posts with label Me. Show all posts
Showing posts with label Me. Show all posts

9.7.19

34th Birthday



Besok hari ulang tahun saya yang ke-34. Apa saja pencapaian saya selama setahun terakhir dan apa harapan saya untuk satu tahun ke depan? Setidaknya dua hal itu yang biasa saya tulis atau renungkan menjelang dan ketika berulang tahun.

I survived, I guess. Saya telah tinggal di kota Kyiv untuk bertugas, setidaknya untuk kurang lebih 2 tahun ke depan. Beberapa bulan pertama kota ini, negara ini terlihat depresi. Bagi saya pemandangan orang yang cuek di jalan, infrastruktur, dan kehidupan konsumtifnya yang minimalis begitu membuat depresi. Apalagi saat itu musim dingin, dan musim dingin di Ukraina sangat mengerikan.

Pernah suatu masa saya sulit tidur, mimpi buruk akan kenangan masa kecil terus berdatangan di malam-malam yang dingin. Mungkin itu yang dinamakan winter blues. Tapi saya bertahan. Nyatanya memiliki kesibukan baru seperti kursus bahasa Rusia dan rutin ke tempat fitness memang benar menyehatkan mental dan raga. Mimpi buruk hilang, tidur pun nyenyak.

Saya pun sudah bisa mengatur jadwal, kapan mau kursus bahasa, kapan mau olah raga, kapan mau belanja, jalan-jalan, atau sekedar makan makanan indonesia di restoran 1 minggu sekali. Jadwal itu sangat membantu, it helps.

Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, saya sehat dan berhasil melewati bulan puasa pertama di Ukraina dengan baik. Saya juga bersyukur diberikan kolega di kantor yang pada umumnya baik, dan lucu, setidaknya menurut saya.

Kini musim panas, dan kota Kyiv sudah menampakkan wajah indahnya. Matahari dimana-mana, suhu panas, air sungai yang mengalir, pantai pasir putih, jembatan besar, taman, hutan, dan semuanya, saya suka.

Buku yang telah saya baca termasuk The Subtle Art of Not Giving a F*ck. Buku itu bagus dan fenomenal, tentang bagaimana kita seharusnya hanya fokus pada sesuatu yang benar-benar penting dan berpengaruh pada hidup kita. Fokus hanya pada nilai-nilai yang benar-benar membuat kita bahagia. Nilai, itu yang terpenting. Bahwa kebahagiaan adalah bukan untuk meraih semua, tapi hanya beberapa.

Kemudian buku yang sedang saya baca adalah Sapiens, tentang sejarah manusia, tentang mengapa manusia menjadi satu-satunya spesies yang berhasil menguasai dunia. Buku ini meninjau dari sisi sejarah dan biologi, tentang mengapa manusia berhasil melakukan revolusi kognitif sehingga menjadi spesies yang lebih unggul dari spesies yang lain.

Kemampuan berbahasa, kemampuan untuk mengukur sesuatu di luar indera kita, adalah salah satu penyebab revolusi kognitif. Manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa bekerja sama dalam jumlah yang besar walau baru kenal sebentar, hanya karena percaya akan hal yang sama. Misal, agama, kita bisa langsung menyapa orang yang baru kita kenal di negara berbeda, hanya karena kita merasa ada yang sama, agama itu tadi.

Kita bisa menciptakan sesuatu yang belum pernah ada, bahkan tidak ada, tapi dipercaya bahwa itu ada. contoh, konsep uang, konsep hukum, konsep pendirian perusahaan, saham, sistem ekonomi, ideologi, dan yang masif dipercayai saat ini adalah konsep hak asasi manusia. Semua hal itu tentu rise and fall, ada masa jatuh dan berkembang, namun intinya sama, semua adalah hasil ciptaan manusia dalam rangka bekerja sama, apakah itu kebetulan? Atau sudah tertanam di DNA kita dan menjadi produk evolusi? Menarik.

1 tahun ke depan ada beberapa hal yang ingin saya capai, melibatkan rasa sakit, yaitu pemasangan kawat gigi. Saya harap akan berjalan baik-baik saja karena saya sudah menginginkan hal ini sejak lama, namun saya terlalu takut. Seharusnya saya bersyukur karena kondisi saya tidak terlalu buruk, tidak over-bite atau under-bite, karena ada kolega saya yang ternyata saya baru tahu, sudah menjalankan proses itu, 6 tahun! Ternyata dulu dia over-bite.

Lalu apa harapan saya yang lain? Tuhan, berikan saya yang terbaik, mudahkanlah segala urusan saya, jadikanlah saya dikelilingi orang yang baik, lindungi saya, istri saya, dan seluruh keluarga saya.


(trus, Dhis...?!!)

4.12.18

Love-Hate Relationship with Broccoli


I do have a love-hate relationship with broccoli. Saya terkenal sejak kecil memang tidak suka sayur. Bagi saya, apa ya, rasanya, just don’t like it. Saya paling benci kalau makan sayur, rasanya masih seperti, sayur, dan rasa sayur itu ya mentah.. haha...

Tapi saya sadar kalau sayur memang banyak manfaatnya. Kandungan sayur paling banyak adalah serat, kemudian vitamin dan mineral yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh dan tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri. But hey, kan ada pil atau tablet yang isinya ekstraksi beberapa jumlah buah dan sayur? Bagi saya ketika pertama melihat iklan pil itu di TV, rasanya seperti penemuan abad ini, saya terperangah dan merasa ingin memberikan hadiah nobel bidang kesehatan kepada orang yang menciptakannya.

Bagaimana tidak, pil itu akan menyelamatkan nyawa anak-anak macam saya yang tidak suka makan sayur ini, haha... tapi harganya mahal, dan ya, saya beli! Dampaknya gimana? Gak ada. Kayaknya dibohongin deh, mana kita tahu berapa komposisi jumlah buah dan sayurnya kan.

Ketidaksukaan terhadap sayur gak berlangsung lama, sampai tiba waktu SMA (lama banget itu mah) saya menemukan jenis sayur yang saya sukai, yaitu kangkung!.. balado! Haha... tetep ya dicabein. Kangkung balado rasanya ya, tidak seperti sayur, enak krenyes-krenyes pedas.

Lalu bagaimana dengan saya yang kini hidup di Ukraina sini? Memprihatinkan. Sayur terbatas, kangkung mustahil ada, ada sih, tapi 600 kilometer jauhnya, itu pun di musim-musim tertentu. Oke, sayur nomor dua dalam daftar sayuran yang bisa saya makan yaitu bayam. Nasibnya tidak setragis kangkung di sini, masih ada, tapi gak semua supermarket ada. Di supermarket di bawah apartemen saya nihil bayam, harus ke supermarket yang agak jauhan, tapi di musim salju begini, wah mimpi deh, mending saya balik makan yoghurt aja sampe kembung, haha..

Nomor tiga yaitu sawi putih, disini banyak. Dimana-mana ada, bahkan di supermarket di bawah apartemen saya ada, terima kasih ya Allah, kalau enggak saya makan yoghurt terus sebagai pengganti sayur, haha.. eh tapi sekarang masih makan yoghurt juga sih, tidak kalah penting lho itu. Kebiasaan makan yoghurt saya sejak bertugas di swiss, di sana orang-orangnya, anak-anaknya, ya cemilannya yoghurt, and it’s really have a big impact to my health as well. Mau ke belakang lancar? Mau buang air besar sempurna solid tak berbekas ketika di-wipe? Makanlah yoghurt dengan rutin, kurangi nasi, hindari stress, tidur yang teratur, dan berolah raga dengan cukup, haha.. mampus kan loh.

Back to sawi putih, jadi ceritanya mulai minggu kemarin saya masak sayur sawi putih, seperti biasa hanya ditumis saja dengan cabe-bawang-tomat. Rasanya sempurna, walau ya nomor tiga kan, tidak akan bisa mengalahkan yang nomor satu itu.

Suatu malam pulang kantor, saya ingin sekali makan mewah, yaitu nasi, ayam, dan sayur, iya, makanan warteg begitu mah di sini mewah, haha.. saya biasa makannya steak, kebab, daging kalkun panggang, burger, ah bosan. Lalu saya pergi ke supermarket di bawah apartemen. Seperti biasa tidak ada bayam, gak tau kenapa walau pun gak ada, tetap saja saya cari-cari.

Menengok ke sawi putih, oke saya ambil. Sambil mikir proses masaknya nanti, duh bakal lama nih. Lalu kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi, entah kenapa tangan saya ini menggapai rak ketiga di urutan tengah, dan saya mengambil.. brokoli! hijau! bukan putih. eh mahal loh, kampret bener nih sayur, udah gak enak mahal pula, oke saya ambil.

Seakan-akan si brokoli ini menatap nanar kepada saya, memohon agar dapat diambil dan dimasak, supaya membawa manfaat kesehatan kepada saya yang belakangan ini ada masalah ke belakang, haha... oke bro (brokoli), gw ambil.

in my kitchen, I’d through a lot of decision making process on my brain just to decide, whether I should cook sawi putih or broccoli. And surprisingly, I choose broccoli! Man, that takes a lot of faith in there. Broccoli, I believe in you, in.. you. 

As it turn out, it’s not that bad. Saya kagum dengan bentuk brokoli yang kokoh, kuat, bentuknya pun lucu ya seperti pohon, beneran pohon (apaan sih). Setelah youtube sana-sini cara memasak brokoli, pilihan saya jatuh kepada cara memasak dengan.. microwave! (dasar males) haha... tapi bener, lebih kepada faktor kecepatan sih.

Jadi masak brokoli ini mudah sekali gaes (udah kayak youtuber belum?) potong setiap cabang brokoli yang ingin kita makan dengan jumlah yang kita inginkan, and this is the exciting part, kita bisa mudah menentukan seberapa banyak yang mau kita makan. Brokoli ini bak uang yang beredar di masyarakat, atau minyak tanah yang mudah dibagi-bagi. Mau 2 cabang? 3 cabang? Tinggal potong pangkal cabangnya, terus simpan lagi sisanya di kulkas.

Beda sama kangkung, atau bayam dan sawi putih, kita gak bisa benar-benar membagi dengan jelas. Kangkung dan bayamnya tergantung iketannya, sawi putih belah dua, kalo masih kebanyakan ya bisa buat makan berikutnya dipanasin lagi (ribet amat lo dhis!)

Back to broccoli, setelah dipotong, dicuci, saya suka membiarkan potongannya tetap menyerupai pohon kecil (penting banget?) terus taruh di mangkok, kasih air sedikit, kasih garam dan lada, masukkan ke microwave, dan masak untuk 2 menit, ya 2 menit saja, voila!

Rasanya gak enak, tetap ada rasa sayur mentah, namun masih bisa saya makan, ini menjadikan brokoli nomor 4 dalam daftar sayur saya, hore! Selamat ya brokoli, haha...

Dan entah kesambet apa, pagi ini saya sarapan dengan side dish 2 pohon kecil brokoli, rasanya? Gak enak. But then again I remember all the good and benefit of eating broccoli, no doubt of that. I feel energized. 

Jadi, ke depan, saya berjanji pada diri sendiri untuk lebih sering memakan brokoli, no matter what, just close your eyes and eat it!

Saya tidak akan menjelaskan manfaat dari brokoli, banyak banget, bisa di-google sendiri, tapi saya menemukan topik menarik di internet mengapa saya, dan mungkin orang lain yang tidak suka makan sayur itu, tidak suka makan sayur (duh). Jadi, kita orang yang tidak suka makan sayur menganggap atau merasa sayur itu ya pahit.

Ternyata ini ada hubungannya dengan gen atau DNA kita, ada keanehan tampaknya. Kita memiliki apa yang namanya perceived of bitterness yang lebih tinggi dari orang lain, kalau di-bahasa indonesiakan berarti persepsi kepahitan, atau prasangka kepahitan (ciee).

Berdasarkan penelitian Jerzsa-Latta, Krondl, dan Coleman (1990), ada hubungan antara struktur kimia pada sayuran sebangsa brokoli terhadap persepsi kepahitan. Sementara Wooding et al (2010) menemukan bahwa mutasi gen TAS2R38 bersama dengan faktor lainnya dapat menentukan persepsi kepahitan seseorang. Kemudian Wieczorek, Zielinska, Walczak, dan Jelen (2017) meneliti bahwa selain gen, persepsi kepahitan juga dipengaruhi faktor kemampuan reseptor dan campuran bahan makan serta aroma.

Jadi sebenarnya, kami bisa merasakan pahit secara sensitif bahkan untuk jumlah yang sangat sedikit yang tidak dirasakan oleh orang lain. Hal tersebut adalah kemampuan dasar manusia untuk bertahan hidup, yaitu untuk menghindari racun, karena rata-rata racun itu pahit. Namun seiring berjalan waktu, dan semakin baiknya proses pembuatan makanan, evolusi manusia membuat kemampuan itu menurun.

Jadi kami-kami ini yang punya persepsi kepahitan yang tinggi tampaknya masih ketinggalan dalam
berevolusi (tragis).


image by: pixabay.com
(trus, Dhis...?!!)

29.9.17

The Reason I have Trust Issue With People

Adalah ketika sejumlah orang yang berkumpul dengan hitungan yang signifikan, dan bertingkah normal, seperti tak terjadi apa-apa, padahal ada hal yang seharusnya menjadi perhatian serius terkait kepentingan bersama. Contoh, saya benci masa-masa sekolah, SD, SMP, SMA, bukanlah masa-masa terbaik saya, mengapa? karena toiletnya sangat JOROK dan tak layak sekali. lalu hubungannya dengan trust issue?

Ya semua orang disitu pasti setidaknya sekali sehari ke toilet entah untuk pipis atau pup, nah, di semua sekolah yang saya jalani, toiletnya sangat tidak layak untuk manusia, pipis pun harus menutup hidung, apalagi pup, lebih baik tahan sampai di rumah. lantas orang-orangnya, murid-muridnya, guru-gurunya bisa saja bertingkah normal, ketawa-ketiwi, berhaha-hihi, berngoceh ria soal kewarganegaraan lah, kebersihan sebagian dari iman lah, hormat-menghormati lah, hukum gravitasi lah, hukum gerak newton lah, hukum kekekalan momentum lah, sistem pencernaan lah, sistem pembakaran di dalam sel lah. Tapi, toiletnya sangat JOROK padahal dipakai secara bersama-sama.

Disitu saya menganggap semua orang yang ada disitu, muridnya, gurunya, semuanya ORANG GILA!! atau ada kelainan mental, entah miris, entah mau ketawa saya juga 😃

Sama halnya dengan solat jumat, ya kita bisa tertib solat berbaris bersaf panjang, tapi lihat di luar sana, sendal dan sepatu bau busuk bertebaran di pintu gerbang atau di tangga mesjid, dan lagi-lagi orang-orangnya bertingkah normal seperti tidak terjadi apa-apa. dasar ORANG GILA!! 😄
(trus, Dhis...?!!)

3.8.17

Membumikan Al-Quran -Quraish Shihab-

Tak lazim memang seorang anak kecil mengidolakan Quraish Shihab, di saat anak-anak yang lain sibuk bermain bola setiap sore, berlarian kesana kemari, saling mengejek dan tertawa, namun saya mengidolakan beliau. Bermula dari tugas mengisi buku kegiatan ramadhan yang wajib dilakukan oleh anak sekolah, dari sejak SD sampai SMA, saya lebih memilih menulis ceramah dari media televisi, bukan ceramah di mesjid selepas solat tarawih.

Pertama karena tentu malas minta tanda tangan sang ustadz yang juga harus berebutan dengan anak-anak lain. Kedua adalah karena jika lewat televisi, saya bisa mengembangkan satu ceramah menjadi 2-3 ceramah, tak perlu tanda tangan pula, alhasil buku kegiatan ramadhan saya bisa cepat selesai dari waktu yang ditentukan. Ya, saya suka mengerjakan sesuatu lebih cepat dari seharusnya.

Saya suka ceramahnya yang pertama adalah logis, sesuai dengan keseharian kita semua, dan masuk akal. Bicaranya pelan dan agak terbata-bata, mungkin akan sulit bagi orang yang tidak sabar, padahal pemahaman akan ceramahnya akan didapat jika mendengar dari awal sampai akhir. Beliau menjelaskan dengan runut setiap tema permasalahan, dan satu lagi, beliau selalu menjelaskan akar kata setiap kata kunci yang menjadi tema. Dari situ kita pasti mengerti bahwa beliau adalah pakar bahasa arab, dan pengetahuan berbahasa arab adalah kunci untuk memahami Al-Quran.

Lalu mengapa saya tertarik dengan Al-Quran? Karena Al-Quran adalah misteri, sekaligus magnet yang menarik banyak orang, untuk berbuat baik ataupun jahat. Al-Quran itu netral, jika anda orang baik, anda akan temukan banyak ayat untuk mendukung perbuatan baik anda, dan jika memang dari sananya anda orang jahat, anda akan menemukan banyak ayat juga untuk mendukung perbuatan jahat anda, setidaknya anda berlaku jahat karena anda yakin akan dimaafkan nantinya kan? Begitulah Al-Quran.

Al-Quran diturunkan dengan bahasa arab, bahasa yang memiliki perbendaharaan kata terbanyak di dunia. Saya sering mengibaratkan dengan flashdisk, misal bahasa indonesia adalah flashdisk dengan kapasitas sekian Giga, maka bahasa arab adalah flashdisk dengan kapasitas sekian Tera atau lebih tinggi lagi, mengapa itu penting? Karena menyangkut keutuhan data dan informasi. Dengan perbendaharaan kata yang banyak, maka Tuhan bisa menyampaikan informasi dengan lengkap dan akurat tanpa harus menggunakan penjelasan bertele-tele, karena Tuhan punya kata yang tepat untuk suatu maksud tersebut.

Banyak hal dalam pikiran saya mengenai Al-Quran, misal apa itu agama, apa itu islam, apa tujuan kita hidup, apa itu manusia, segala hal lainnya yang intinya untuk meneguhkan keimanan saya. Dan hal itu sulit saya temui pada penceramah yang lain, biasanya mereka hanya mengutip ayat dari Al-Quran lalu menjelaskan dan pakai ilmu cocoklogi. Tapi tidak dengan Quraish Shihab, beliau akan menjelaskan dengan ilmu kebahasaan, kemudian dikaitkan dengan ayat yang lain, dan menggunakan pendapat para ahli tafsir terdahulu. Karena Al-Quran tidak bisa dipahami dengan terjemahan belaka, dan karena bahasa itu punya rasa. Tidak ada satu pun bahasa di dunia ini yang dapat diterjemahkan ke bahasa lain, tidak ada. Yang bisa dilakukan adalah diinterpretasi atau ditafsirkan, dan itu pun diyakini tidak 100 persen benar, namun diusahakan untuk selalu mendekati kebenaran. Begitupun dengan Al-Quran.

Hal ini menjadi relevan dengan situasi saat ini yang, makin banyak anak muda dan orang lain yang giat belajar agama, mengkaji Al-Quran, yang sayangnya menurut saya kebablasan. Mereka, yang kini disebut kaum bumi datar dan kaum sumbu pendek tidak segan-segan meneriakkan kafir dan sesat kepada orang lain yang tidak sependapat dengan penafsirannya. Niat mereka baik, mereka menganggap Al-Quran itu agung, benar, baik, maha sempurna, dan ajakan mereka selalu bilang “kembali ke Al-Quran, kembali ke Al-Quran”. Namun, yang mereka maksud kembali itu ternyata MEMBACA TERJEMAHANNYA.

Kalau hanya membaca terjemahannya lantas apa bedanya dengan teroris yang bom sana-sini, membunuh sana-sini karena mereka sangat percaya dengan terjemahan bunuhlah orang kafir dimana pun kamu menemukannya? Sangat mengerikan. Kamu bumi datar adalah orang yang masih saja ngeyel setelah dibeberkan sejumlah fakta dan literatur, sedangkan kamu sumbu pendek adalah orang yang gampang ngamuk dan suka maki-maki orang lain, dikatakan ngamuk malah tambah ngamuk membabi buta.

Saya paham, saya pernah ada di posisi mereka, menganggap islam itu sangat super agung dan baik, islam itu sempurna, menghina islam maka si penghina layak di hukum mati, gantung, bunuh, dan dimutilasi. Itu dulu, ketika saya belum bisa membedakan antara agama dan orang. Hal itu penting untuk bisa membedakan mana ranah agama, mana ranah orang, karena batasnya tipis. Agama itu baik dan sempurna, namun orang jauh dari sempurna. Lalu bagaimana supaya bisa membedakannya? 

Bacalah!!.. perintah pertama di Al-Quran yaitu bacalah. Pesan saya bagi orang yang ingin mempelajari islam, maka bacalah!! Bukan mendengarkan orang, bukan meniru orang lain. Namun, tentu juga pilih-pilih bahan bacaan. Bersyukurlah kita hidup di jaman sekarang, literatur tentang kajian Al-Quran itu banyak dan beragam, kita tinggal pilih yang mana yang nyamannya.

Pesan saya yang penting lagi, jika ingin mempelajari Al-Quran ya jangan baca Al-Quran, apalagi tidak bisa bahasa arab, pun jangan baca terjemahannya. Kita tinggal baca buku TAFSIRNYA, atau buku tentang kajian-kajian Al-Quran, dan Quraish Shihab sangat mumpuni akan hal itu. Jadi, kalau boleh saya membuat intisari combat kit untuk anak muda, untuk orang tua, supaya tidak menjadi radikal, menjadi orang islam yang toleran, maka bacalah buku-buku Quraish Shihab.

Ada 2 buku Qurasih Shihab yang saya rekomendasikan, yaitu Wawasan Al-Quran dan Membumikan Al-Quran, kemudian ada 1 buku penting lainnya, yaitu buku Fiqih Sunnah. Fiqih Sunnah adalah buku berjilid-jilid yang membahas hukum islam dalam kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, mulai dari bab taharah atau bersuci, sampai bab zakat, semuanya dihadirkan berbagai macam pendapat ulama, ada yang haram sampai sunah untuk 1 masalah saja, kita tinggal pilih, enak kan? Cukup 3 buku itu saja, baca berulang, niscaya akan memahami esensi agama islam. Dan satu lagi kalau ada rezeki, yaitu Kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab.

Maka, tulisan ini saya dedikasikan untuk menulis kembali poin-poin penting di buku Quraish Shihab Membumikan Al-Quran, jadi supaya saya sendiri tidak lupa dan kalau saya sedang galau dan butuh bacaan untuk menguatkan iman, saya bisa baca kembali poin penting buku tersebut di sini.

1. Al-Quran yang kita baca sekarang adalah mushaf atau kumpulan lembaran kitab. Keotentikannya dijamin oleh sejarah, tak berubah sepanjang 14 abad. Nabi Muhammad mendapat wahyu dari Malaikat Jibril, kemudian diresitasi atau diucap berulang-ulang dihadapan para sahabat, dan sahabat pun menghapalkannya.

Ketika ada keputusan untuk membukukan Al-Quran, tak ada satu pun ayat yang tidak dibukukan kecuali sudah ada lembaran tertulisnya. Jadi bukan sekedar hapalan 1 orang saja lalu ditulis, tidak. Setiap ayat dicarikan bentuk tertulisnya yang tercecer di banyak tempat, dikumpulkan, lalu diperbandingkan dengan hapalan para sahabat, jika cocok, maka baru dibukukan.

Dari sini kita bisa melihat betapa hati-hatinya dalam membukukan Al-Quran, dan sudah menggunakan metode saintifik modern dalam menyusun referensi literatur, dan metode komparasi.

2. Bukti kebenaran Al-Quran ada di dalam Al-Quran itu sendiri, ada sejumlah tantangan kepada orang arab untuk membuat surat, lalu kemudian semisal 1 ayat yang serupa. Ada juga semacam kriptografi di dalam ayat Al-Quran, ada hitung-hitungannya. Kemudian Al-Quran diturunkan kepada Nabi yang tidak bisa membaca, kepada lingkungan masyarakat yang juga memang tidak pandai membaca dan berhitung. Selain itu juga ada cerita-cerita terdahulu seperti Firaun dan lain-lain.

3. Pembagian ayat atau turunnya Al-Quran dapat menjadi 3 bagian, yaitu periode awal di mekkah, secara garis besar tentang perintah mengabarkan kepada masyarakat arab jahiliah, tentang larangan ini dan itu yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat arab jahiliah.

Periode menengah adalah ketika muslim menjadi oposisi dari masyarakat arab jahiliah, isinya secara garis besar berkisar tentang cara melakukan perlawanan. Periode akhir di madinah adalah soal hukum kemasyarakatan, karena sudah terbentuk kehidupan sosial, dan setelah itu selesai maka wahyu dicukupkan.

4. Al-Quran diturunkan atau berdakwah sesuai dengan kondisi masyarakatnya, selain itu juga bercerita tentang sejarah arab pada masanya. Intinya penurunan wahyu adalah bertahap, dan sampai selesai.

5. Tak dapat dipungkiri bahwa di Al-Quran banyak ayat tentang sains, namun harus selalu diingat bahwa Al-Quran bukanlah kitab sains dan tidak boleh dipakai untuk membenarkan atau menyalahkan suatu teori sains, karena sains itu sendiri tidak kekal dan selalu berubah.

Hubungan Al-Quran dengan sains bukanlah dari banyaknya teori sains yang bisa cocok dengan Al-Quran, tapi dari maksud ayat-ayat Al-Quran yang menciptakan iklim dan kondisi masyarakat yang memajukan sains. Tanpa iklim itu maka akan terulang kejadian galileo dan ilmuwan eropa yang lainnya yang terpasung kemampuan sainsnya, karena pemaksaan dogma agama, tentu dunia islam tidak ingin hal itu terulang. Harus disadari bahwa setiap teori sains seperti planet, cahaya, evolusi yang bertahap-tahap bisa dibenarkan atau disalahkan oleh Al-Quran, namun jangan sampai dibilang bersumber dari Al-Quran, semua itu adalah pendapat sains pribadi berdasarkan hasil pengamatan atau observasi pada masanya.

Jika ada narasi yang menyatakan suatu hal yang sains sudah ada di Al-Quran sejak dulu, maka itu adalah pendapat inferiority complex, sikap rendah diri, sikap orang yang kalah dan takut kejadian pada ilmuwan eropa kembali terulang, karena takut mempertentangkan sains dan kitab suci.

Penafsiran atau penerjemahan ayat sains dalam Al-Quran, misal tahapan embriologi, adalah merupakan ijtihad pribadi, dan tidak boleh dianggap sebagai AKIDAH dimana jika orang tidak percaya maka akan dianggap kafir, hal itu tidak boleh. Karena jika dianggap sebagai AKIDAH, maka akan terulang kembali kejadian para ilmuwan eropa jaman dahulu yang dianggap sesat oleh gereja. Sains itu soal materi, dapat diukur, namun agama menawarkan filsafat, soal jati diri manusia dan segala hal yang tak terlihat.

6. Al-Quran mewajibkan kita semua untuk berpikir, mengamati dan memikirkan alam raya, untuk kemudian menciptakan alat-alat yang bermanfaat. Kata ilmu selalu bersanding dengan kata yang menunjukkan kekuasaan Allah dan manfaatnya bagi manusia. Tidak ada gunanya berilmu jika tidak membuat yang punya ilmu yakin akan kekuasaan Allah dan tak bermanfaat bagi manusia. Makanya tertulis “pada penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah”.

7. Nabi, sahabat, dan tabiin juga melakukan penafsiran terhadap Al-Quran, namun tidak semua ayat dapat ditafsir oleh Nabi, karena memang tidak ada sumber, tidak ada yang bertanya, atau mungkin tidak ada sebab khusus peristiwanya.

Selepas Nabi dilakukanlah Ijtihad untuk menafsir Al-Quran, karena kondisi sosial masyarakat, ragam dan rasa bahasa yang juga berubah, serta perkembangan sains juga ikut mempengaruhi corak dan ragam tafsir. Penafsiran terhadap Al-Quran juga terbatas pada hal-hal yang masih dapat dijangkau oleh manusia, tidak pada hal-hal gaib yang memang di luar jangkauan manusia.

8. Khazanah tafsir memiliki berbagai macam metode dan ragam, serta tak lepas dari asbabun nuzul, sebab turunnya ayat, perisitiwa yang menyertainya, waktu dan pelaku, analogi, qiyas, takwil, metafora, generalisasi, spesialisasi, dan semuanya itu dikaitkan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat.

9. Tafsir selalu berubah mengikuti perubahan kondisi sosial masyarakat, perubahan itu tercatat dalam Al-Quran sebagai ketetapan Allah. Namun, ada wilayah tafsir yang tidak bebas dan sudah mutlak, misal soal keimanan, ibadah, kedudukan Nabi Muhammad, sementara wilayah tafsir yang bebas dilakukan sesuai perkembangan jaman adalah soal permasalahan sosial, sains, dll.

10. Tafsir membutuhkan keahlian personal seperti bahasa, sejarah, sains, dll untuk mendapatkan pemahaman akan konteks suatu kata, sehingga tidak boleh dimonopoli oleh sekelompok orang, namun haruslah sebagai usaha bersama berbagai macam ahli.

11. Jenis tafsir selain tematik/maudui, adalah analisis, komparasi, masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihan metode tafsir maudui adalah menghimpun ayat-ayat sesuai tema atau masalah yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan memperhatikan urutan turunnya ayat, konteks, asbabun nuzul, dll.

12. Lain tafsir, lain pula hadits, bahkan ulama sekelas Abu Hanifah, Maliki, Syafii berbeda pendapat tentang kedudukan Hadits, apakah Hadits dapat memperjelas Al-Quran dan membuat hukum baru? Bagaimana jika Hadits bertentangan dengan Al-Quran? Apakah Hadits harus dipahami secara harfiah atau konteks? Apakah dibutuhkan lagi tafsir Hadits selain tafsir Al-Quran? Ternyata semua berbeda pendapat, ternyata islam itu BERAGAM!.

13. Hadits memang banyak diragukan kebenarannya karena penulisan resminya ratusan tahun Hijirah pada khalifah Umar Ibn Abdul Aziz. Hadits lebih rumit dari Al-Quran karena direkam dengan hafalan saja, dan para penghafal ada yang tidak memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Jumlah Hadits hanya sekitar 50.000 saja, sedangkan yang ratusan ribu adalah jumlah matannya atau jalur. Seringkali satu Hadits memiliki beberapa matan.

14. Hadits sering dipalsukan untuk tujuan politik tertentu, mencapai kekuasaan, menerapkan sistem kekhalifahan. Semua adalah karena pendangkalan agama dan kurangnya ilmu pengetahuan.

15. Al-Quran tidaklah kaku dan ulama sepakat bahwa setiap kata dalam Al-Quran memiliki banyak makna. Dan menafsir Al-Quran dibutuhkan kerja sama dengan banyak pihak dan ahli ilmu lain, agar makna yang didapat tepat. Tidaklah dinamai mufasir jika tidak bisa memberikan makna yang BERAGAM.

16. Penentuan hukum dalam Al-Quran haruslah didukung dengan nash-nash lain yang mendukungnya, atau contoh dari Nabi dan sahabat.

17. Kita wajib percaya tidak ada pertentangan dalam Al-Quran, namun ulama berbeda pendapat dalam menyikapi jika sekilas ada pertentangan dalam Al-Quran, maka mereka melakukan KOMPROMI dinamakan Nashk dan Mansukh. Ulama pun berbeda pendapat apakah ada ayat yang dibatalkan, atau memang ayatnya mengalami pergantian atau pengalihan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat, hal itu semua adalah Ijtihad ulama.

18. Khalifah artinya adalah pengganti, belakangan, yang diberi kekuasaan, ilmu, yang diteguhkan. Posisi khalifah bukanlah antara penakluk dengan yang ditakluk, namun kesetaraan dalam ketundukkan, semua setara, namun yang kuat memiliki hak yang lebih dari yang lemah, tapi harus saling mempergunakan dan saling bermanfaat.

19. Tujuan kekhalifahan atau pemerintahan bukan dilihat dari banyaknya barang yang dihasilkan atau kecepatan layanan pemerintahan, tujuannya adalah: membebaskan manusia dari rasa takut dan menciptakan segala rasa aman, yaitu bebas dari ancaman keamanan, terjaminnya sandang, pangan, dan papan, bebas mencapai cita-cita, mengembangkan potensi dan bakat, serta bebas berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik.

20. Al-Quran tidak mengatur pemilihan bentuk kekhalifahan atau pemerintahan, Al-Quran hanya menceritakan sifat dan fungsi pemerintahan.

21. Pengajaran tafsir masa kini terjebak pada penguasaan karya tafsir sebelumnya, seharusnya ditekankan pada penguasaan metode dan kunci-kunci pemahaman tafsir.

22. Dakwah harusnya sejalan dengan nafas Al-Quran tentang usaha memanusiakan manusia yang terdiri dari jasmani, akal, dan jiwa. Kesuksesan dakwah tidak dilihat dari banyaknya tepuk tangan, tangis, dan tawa, tapi seberapa besar dakwah tersebut bisa membekas dan berkesan di jiwa. Akhirilah dakwah selalu dengan kesimpulan.

23. Dakwah haruslah memberikan sesuatu yang baru dan sesuai dengan kondisi terkini kehidupan sosial masyarakat, bukan menjadikan persoalan yang belum menjadi masalah.

24. Masalah dakwah masa kini adalah Dai berdakwah sesuai dengan pesanan masyarakat, ingin tepuk tangan, tawa, dan tangis, sehingga membuat Dai selevel dengan masyarakat. Seharusnya Dai tampil lebih tinggi dan yang mengarahkan masyarakat.

25. Agama adalah hubungan antara manusia dengan Khalik atau penciptanya. Alasannya adalah karena manusia selalu terpana dengan 3 hal, yaitu Kebaikan, Keindahan, dan Kebenaran. Dan fitrahnya manusia adalah selalu ingin mencari dan mendapatkan yang paling baik, paling indah, dan paling benar. AGAMA ADALAH USAHA MANUSIA UNTUK MENCONTOH SIFAT-SIFAT TUHANNYA.

26. Proses modernisasi islam adalah proses menguniversalkan nilai-nilai islam yang tadinya partikular dan terbatas akibat waktu dan tempat, menjadi nilai-nilai yang global dan sesuai dengan perkembangan jaman. Contohnya adalah perintah memanah, berenang, dan berkuda, haruslah diuniversalkan dengan konteks bersiap-siap menghadapi musuh, bencana, atau bersiap-siap dalam menjaga kesehatan. Musuh bisa diartikan musuh negara, agama, bahkan misal penyakit yang harus dipersiapkan dengan ilmu kedokteran yang canggih. Inilah yang namanya MENGUNIVERSALKAN NILAI ISLAM.

 27. Apakah agama itu absolut atau relatif? Pasti atau tidak pasti? Banyak yang menyangka bahwa agama itu absolut sehingga sering suatu kelompok memaksakan pendapatnya kepada orang dan agama lain, sehingga menimbulkan perpecahan dan konflik. Islam mengajarkan ada yang absolut, ada yang relatif, bahkan sedikit sekali yang absolut. Absolut adalah karena tidak ada interpretasi lain, sementara kebanyakan dalil Agama adalah relatif dengan interpretasi bermacam-macam.

28. Sikap absolutisme dalam bergama haruslah hanya untuk jiwa sendiri dan kalangan internal islam, sementara untuk ke luar, agama lain, orang lain, dan komunitas lain harus seperti yang Al-Quran katakan, CARI TITIK TEMU, BOLEH JADI ANDA BENAR, DAN KAMI YANG SALAH, NAMUN BOLEH JADI KAMI BENAR, DAN ANDA YANG SALAH, BIARKAN TUHAN YANG MEMUTUSKAN.

29. Kesalahan terbesar manusia masa kini adalah berlagak seperti Tuhan, bahkan melebihi Tuhan dengan menginginkan hanya terdapat 1 pendapat dan 1 aliran. Padahal Tuhan menghendaki perbedaan dengan menetapkan Al-Quran dengan berbagai macam makna, dan memberikan manusia kebebasan dalam memilih sehingga memang ada beberapa pilihan.

30. Teori kehidupan bagi agama berbeda dengan teori pada ilmu biologi misalnya sebagai hewan yang cerdas, atau paham komunis dimana manusia adalah makhluk ekonomis. Al-Quran menyatakan manusia adalah makhluk dengan 3 hal, yaitu jasmani, akal, dan jiwa. Maka pembahasan tentang manusia haruslah menyeluruh menyertakan jasmani, akal, dan, jiwa.

31. Manusia sebagai khalifah haruslah bersahabat dengan alam, karena posisinya setara sebagai ciptaan Allah. Manusia harus menikmati alam raya dengan melakukan eksplorasi dan dilarang aniaya atau boros. Bahkan manusia dianggap kufur jika alam raya tidak dieksplorasi. Menikmati alam raya adalah bentuk rasa syukur kepada Allah.

32. Nabi Adam bukan lah diturunkan ke bumi sebagai hukuman, karena Nabi Adam memang sudah ditugaskan menjadi khalifah, namun berkesempatan transit di surga untuk berlatih. Hal itu agar Nabi Adam dan keturunanya dapat menciptakan bayang-bayang surga di bumi, dimana tak ada kesusahan dan kepayahan, harmonis, dan menciptakan kondisi ideal, itulah tujuan manusia di bumi dan fungsi pemerintahan, untuk MENCIPTAKAN BAYANG-BAYANG SURGA DI BUMI.

33. Kesalahan pendakwah masa kini adalah terjebak pada ritual lisan dan ibadah, padahal umat tertinggal secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Harusnya berdakwah dengan perbuatan, menciptakan lembaga pendanaan ekonomi, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dll, yang semuanya menjadi IKHTIAR DALAM MENCIPTAKAN BAYANG-BAYANG SURGA DI BUMI.

34. Tentang riba, kita harus bisa membedakan syariat dalam Al-Quran. SYARIAT adalah sesuatu yang bersifat pasti dan langgeng, sedangkah FIKIH adalah penafsiran yang bersifat relatif dan berubah sesuai perkembangan jaman. Riba itu Haram dan jelas Syariatnya, lalu apa saja yang termasuk Riba? Apakah bunga bank konvensional itu riba? Apakah kredit pembiayaan itu riba? Dan lain sebagainya, maka itu termasuk wilayah FIKIH.

35. Riba yang haram sesuai dengan kondisi arab jahiliah adalah segala bentuk penambahan atau pelipatgandaan akibat penundaan, dan mengandung penganiayaan atau penindasan, maka ini berkaitan dengan kegiatan utang/piutang. Bukanlah riba jika terdapat unsur bagi hasil dan tak ada denda akibat penundaan. Nabi pun beberapa kali berutang dan ketika membayar kerap kali Nabi melebihkannya.

 36. Nabi pun berdoa memohon ampun atas dosa kepada Allah, dan agar Allah mengambil alih dan menanggung dosa yang dilakukan kepada makhluk lain. Sebelum meminta maaf, haruslah disertai dengan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Lebih tinggi dari memaafkan kesalahan bukan lah dengan menghapus noda, tapi melapangkan hati, menutup lembaran lama, dan membuka lembaran baru.

 37. Ada hadits yang menyatakan bahwa Allah SWT menciptakan manusia sesuai dengan peta-Nya. Artinya Allah SWT memberikan potensi agar manusia dapat berusaha menyerupai sifat-sifat Allah yang 99, bahwa semakin dekat kepada sifat Allah SWT yang 99, maka akan semakin Takwa.

Sehingga Takwa bukanlah ibadah semalam suntuk tanpa henti, namun harus ada upaya untuk menyerupai 99 sifat Allah, seperti maha pemberi rizki, menyehatkan (dokter?), menciptakan (insinyur?), bijaksana, adil (hakim, jaksa, penegak hukum?), maha cerdas, kaya, pengasih, penyayang, dan maha-maha lainnya. Itulah arti frase “God created us, in His own image”, Maka berakhlak dan bersifatlah seperti 99 sifat Allah SWT.

 38. Manusia sebagai khalifah berkewajiban untuk membangun, Allah SWT mengecam orang yang punya tanah namun dibiarkan tak digarap. Hal ini berarti Allah SWT sangat mendorong agar segala potensi dan sumber daya yang kita miliki (waktu, tenaga, uang, dll) untuk dapat digunakan sebaik-baiknya, dan kemudian bersyukur kepada-Nya.

39. Islam adalah sedikit dari bahkan hampir tidak ada, agama yang mengakui kepemilikan harta benda bagi laki-laki dan juga perempuan, namun islam juga menekankan untuk tidak melupakan hak Allah SWT dari harta benda tersebut yang secara keyakinan disisipkan pada orang lain terutama kaum dhuafa.

40. Al-Quran selalu menekankan agar mencari titik temu dan kata sepakat dengan orang-orang Nasrani. Kata sepakat itu adalah tentang keesaan Allah, namun kita tidak boleh memaksa, cukup sampai dengan pengakuan adanya agama Islam. Untuk itu lah tujuan adanya Pancasila, sebagai titik temu dan saling pengakuan satu sama lain atas eksistensi keberagaman.

41. Di dalam Al-Quran ada hal-hal yang sudah diatur oleh Tuhan dan tak bisa dibantah lagi, namun hal tersebut sangat sedikit sekali. Paling banyak bagian Al-Quran adalah bahwa Allah SWT meenetapkan prinsip dan pedoman secara umum, dan membebaskan manusia untuk mengembangkan, membangun, dan menetapkan sendiri, namun harus tetap berada pada nilai dan pedoman Al-Quran.

42. Malam Lailatul Qadr memiliki 3 arti Qadr, yaitu: penetapan urusan/ukuran, mulia, dan sempit/sibuk (untuk para malaikat). Tidak semua orang mendapatkan malam Lailatul Qadr, hanya orang yang berjiwa suci dan memang mempersiapkannya. Nabi mengajarkan itikaf untuk merenung, dan menghindari hiruk pikuk. Sungguh suatu hal yang sulit dan kebalikan dari masa kini.

43. Tauhid adalah perkembangan kesadaran manusia yang revolusioner bahwa hanya ada satu penguasa alam semesta. Dari yang sebelumnya berkeyakinan banyak Tuhan atau Dewa yang saling perang dan intrik, dan menjadikan manusia sebagai obyek untuk menyembah sehingga membuat para Tuhan dan Dewa tersebut “kuat”. Kini Tauhid membuat manusia sebagai subyek dan berhak menguasai dan mengelola bumi dan isinya.

44. Peristiwa Isra Mi’raj belum dapat dibuktikan secara ilmiah, hanya bisa disikapi dengan iman. Sebaiknya kita tidak memikirkan bagaimana, tapi mengapa ada peristiwa tersebut dan apa hikmahnya, yaitu perintah solat, yang juga hanya bisa disikapi dengan iman.

45. Perbedaan dan keragaman pendapat sudah terjadi sejak abad ke-2 Hijriah. Hal tersebut dikarenakan masyarakatnya gemar mendebatkan kedudukan Tuhan dan posisi kesucian Nabi, dll. Penyebab lain adanya perbedaan adalah karena memang Allah SWT yang berkehendak membuat Al-Quran dengan banyak redaksi yang multi tafsir. Jika Allah SWT tidak menghendaki perbedaan, tentu akan membuat Al-Quran dengan redaksi yang hanya memiliki satu arti.

46. Nabi sering menoleransi perbedaan dengan membenarkan pemahaman sahabat yang saling berbeda.

47. Tak ada yang bisa memahami maksud suatu kata atau kalimat yang diucapkan, selain si pembicara, termasuk Al-Quran.

48. Al-Quran hampir tak ada, atau jarang memiliki redaksi yang Qathi/pasti, selain dari itu adalah Zhanny/dugaan. Ketetapan bahwa suatu hal adalah Qathi harus melewati proses yang bertingkat-tingkat walau didukung berbagai macam argumentasi yang Zhanny.

49. Faktor lain sebab adanya perbedaan adalah karena terdapat berbagai macam metode penerimaan Hadits. Seberapa pun Muttawatir-nya, jika ada satu orang saja yang alim yang tidak setuju, dan berpendapat ada satu yang cacat, maka harus dipandang sebagai perbedaan, dan haruslah ditoleransi. 

50. Al-Quran terbagi menjadi 2, yaitu pengetahuan dan pengamalan. Sesuatu yang wajib diyakini berdasarkan hal yang Qathi/pasti dianggap sebagai Akidah atau Ushuludin, dan pengamalannya dianggap sebagai Syariah.

51. Ajaran Islam didirikan atas argumentasi yang bertingkat-tingkat, paling tinggi adalah Akidah atau Ushuludin dimana penolakan terhadap hal tersebut dianggap kufur. Kemudian dibawahnya adalah ketetapan ulama atau Ijma, penolakannya bisa menjadi kufur atau fasik, namun tetap tidak setara dengan Akidah. Banyaknya argumentasi yang Zhanny/dugaan, mengakibatkan perbedaan pendapat. 

52. Kebebasan beragama dalam Islam terbatas pada masalah Furu atau cabang yang bersifat Zhanny/dugaan.

53. Setiap muslim terdapat kewajiban pemeliharaan terhadap pemurnian agama, maka dapat dibenarkan langkah-langkah untuk membendung paham-paham yang tidak sejalan dengan masyarakat islam, tanpa mengeluarkan dari komunitas islam, sepanjang masih dalam lingkup Ushuludin.

54. Terdapat Pro dan Kontra tentang ucapan selamat natal
Kontra:
- Takut jika kesucian Akidah ternodai, dan dianggap kafir secara otomatis, karena ada ayat Al-Quran yang mengatakan kafirlah orang yang bilang bahwa Allah SWT memiliki anak atau Ibu, atau Tuhan dilahirkan, dsb semacam itu.

Pro:
- Ucapan selamat Natal justru diabadikan pertama kali di dalam Al-Quran, diucapkan sendiri oleh bayi nabi Isa yang mengatakan “salam sejahtera semoga dilimpahkan kepadaku pada hari lahirku, wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali”.

- Dalam sholat kita mengucapkan shalawat yang tertuju kepada semua Nabi, bahkan Nabi Muhammad berpuasa hari Asyuro untuk merayakan keselamatan Nabi Musa.

- Al-Quran menyuruh kita semua untuk mencari titik temu, maka temukanlah titik temu, bukan memperlihatkan perbedaan. Nabi Isa mengaku anak manusia, Nabi Muhammad membawa rahmat, dan keduanya sama-sama membebaskan manusia-manusia yang kecil, lemah, dan tertindas, maka itulah titik temunya.

55. Fakta adanya fatwa larangan mengucapkan selamat natal, haruslah dipahami bahwa fatwa tersebut ditujukan kepada orang yang khawatir pada Akidahnya sendiri, namun tidak beralasan jika Fatwa ditujukan kepada orang yang tetap murni Akidahnya dan tidak menimbulkan kerancuan dalam batinnya.

56. Jika lawan bicara memahami ucapan selamat natal sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, seperti halnya ucapan bayi Nabi Isa, atau isi Al-Quran yang dipahami lain oleh orang-orang Nasrani, maka biarlah demikian.

57. Dibutuhkan kearifan dalam rangka berinteraksi secara sosial, dan Agama menuntut adanya kerukunan umat beragama, dan berdosa jika kerukunan dikorbankan atas nama Agama. Kerukunan lebih penting daripada perselisihan, walaupun apa yang diperselisihkan benar atas nama Agama.

58. Kita harus tetap yakin akan kedatangan kembali Nabi Isa, yang bukan hanya meluruskan paham orang Nasrani, tapi juga ucapan kaum Muslim, dan nanti kita semua akan menerimanya. Maka, Salam sejahtera semoga tercurah kepada Nabi Isa, pada hari Natalnya (lahirnya), wafatnya, dan hari kebangkitannya nanti.

59. Ulama disebut di dalam Al-Quran sebanyak dua kali, yang artinya adalah orang yang berilmu, baik ilmu alam dan ilmu Qurani, bahkan ulama seringnya dikaitkan dengan ayat untuk memperhatikan alam, hujan, dsb.

60. Ilmu apapun yang dikuasai oleh Ulama, baik ilmu agama ataupun ilmu alam, hendaknya yang membuat tunduk/takut kepada Allah SWT.

61. Namun, perkembangan IPTEK abad pertengahan telah menciptakan penyempitan makna/pembatasan, misal kata Ibadah menjadi sebatas ritual sholat, puasa, dll, dan Fikih menjadi hanya soal hukum, padahal makna awal kata tersebut sangat luas. Ulama pun menjadi menyempit maknanya menjadi hanya orang ahli ilmu agama, hal tersebut karena pada masa itu IPTEK berkembang di negara-negara sekuler, sehingga banyak ilmu alam yang dianggap berasal dari sana.

62. Al-Quran tidak membedakan antara ilmu alam dan ilmu agama, dan ilmu agama tidak lebih baik dari ilmu fisika atau sejarah, sepanjang semua ilmu itu membuat tunduk/takut kepada Allah SWT. Permasalahan masa kini, ulama hanya berkutat pada ilmu agama, padahal harusnya juga menguasai ilmu alam.

63. Adanya pembedaan antara Ulama dan Umara (pemerintah) adalah karena pendapat Al-Ghazali yang dipengaruhi keadaaan pada masanya, yaitu beliau mencela Ulama yang bertemu dengan penguasa karena disangka mengejar dunia. Hal tersebut jangan kita terima begitu saja tanpa tahu kondisi masyarakat pada jamannya.

64. Keharmonisan Ulama dan Umara lebih penting diprioritaskan demi kemashlahatan umat.


(trus, Dhis...?!!)

27.7.17

Cerita Seorang Pemimpin

Ketika anda mendengar kabar buruk tentang anak buah anda dari orang lain, bahwa anak buah anda tidak berkinerja memuaskan, atau sesederhana tidak melayani orang lain itu, anda percaya. Kabar itu anda simpan dengan tujuan tertentu.

Lalu ketika organisasi anda digoyang atau dipersulit oleh orang lain yang pernah memberikan kabar buruk tentang anak buah anda, serta merta anda langsung mengatakan bahwa ini adalah karena anak buah anda yang kata orang lain berkinerja buruk. Karena orang lain itu tidak menyukai anak buah anda, maka orang itu juga tidak menyukai organisasi yang anda pimpin. Di sini masalahnya, anda telah menyalahkan orang lain untuk menutupi ketidakmampuan dan kelemahan anda bekerja sebagai pemimpin, bahkan anda tidak berusaha menyelesaikannya.

Mudah memang menyalahkan orang lain, dan setiap orang butuh menyelamatkan diri masing-masing, dan itu tepat sekali yang anda lakukan. Mengkambing-hitamkan orang lain, seakan-akan nilai seorang anak buah rendahan sama dengan nilai organisasi. Di sini masalahnya, anda lebih percaya orang lain, ketimbang anak buah sendiri, bahkan ketika anak buah tidak serta merta meminta kepercayaan anda yang tentu teramat mulia, namun hanya praktis meminta sikap mempertanyakan kebenarannya pun tidak anda berikan.

Saya paham, anda butuh menyelamatkan diri, anda butuh alasan untuk menutupi ketidakmampuan anda dalam bernegosiasi, dan kelemahan anda dalam bertutur substansi, saya paham, saya mengerti, bahkan saya tidak menemukan alasan untuk saya tidak mengerti. Dan jika suatu saat nanti organisasi anda dipersulit lagi, anda tinggal memainkan kartu truf menyalahkan orang lain, demi menyelamatkan muka anda.
(trus, Dhis...?!!)

20.7.17

Plus dan Minus Tinggal di Apartemen

Karena memang sudah ada beberapa orang yang bertanya, jadi kenapa tidak sekalian saya tulis saja panjang lebar di blog, jadi kalau ada orang yang tanya lagi, saya tinggal kasih link-nya, hehee.... antara males dan cerdas sebenarnya ya.

Oke, kita langsung saja mulai, mau dari mana? Plus dulu atau minus dulu? Plus dulu saja lah ya, tapi sebelum mulai, saya jelaskan dulu kalau tulisan ini adalah pengalaman saya tinggal di Apartemen Green Pramuka sejak September 2014, jadi mau hampir 3 tahun tinggal di Apartemen, saya kira sudah cukup punya pengalaman suka dan duka. Pengalaman saya ini tentu bisa berbeda dengan orang lain, tergantung situasi dan kondisi Apartemennya, jadi silahkan melakukan komparasi selektif.

PLUS 
 - Dekat Kantor. Bagi saya yang pernah tinggal di Bekasi, pulang dan pergi bisa sampai 2-3 jam, dengan berbagai macam jenis moda transportasi, Ojek-Angkot-Kereta, maka tinggal di Aparetemen adalah sisi PLUS. Ke kantor hanya 30-60 menit, bahkan kalau naik motor atau ojek paling 10 menit. Efek sampingnya lebih sehat, jarang sakit, karena kan tidak ketemu orang, tidak berbagi nafas dengan orang lain di angkot atau kereta, tidak kena debu dan panas yang berlebihan, jarang juga kehujanan, hehee... pergi ke kantor masih ketemu matahari, sampai Apartemen juga masih ketemu matahari.

- Dekat Mall. Karena saya suka Mall, suka makan, suka nonton, ya tinggal di Apartemen sisi plusnya dekat mall, apalagi yang Apartemennya dibawahnya ada Mall, wah tinggal cuss sampe Mall.

- Fasilitas. Di Apartemen ada yang namanya Benda Bersama, yaitu bagian atau ruang yang menjadi milik bersama penghuni yang dirawat berdasarkan iuran bersama, yaitu Parkir, Kolam Renang, Taman, Jogging Track, Gazebo, dll. Nah itu menjadi sisi plus karena bisa kita pakai kapanpun. Daripada ke kolam renang umum yang bayar sekian puluhan ribu, ya mending ke kolam renang Apartemen, serasa milik pribadi. Kalau suntuk, tinggal melipir ke kolam renang, baca buku, minum kopi, nikmat.

- Masyarakatnya Lebih Cuek. Ini sisi plus bagi saya yang introvert, malas ketemu orang, malas bersosialisasi, maka tinggal di Apartemen, ini adalah Plus. Kita gak perlu kenal tetangga, karena tetangga juga sibuk, mungkin juga tetangga cuma penyewa yang tiap hari bisa ganti. Kita bisa masuk Apartemen kapan aja, jam 2 pagi juga oke. Berbeda di rumah tapak, kalau pulang jam 2 pagi nanti diomongin sama orang, hahaa...

MINUS 
- Sempit, karena rata-rata Apartemen jaman sekarang paling hanya 33 M2, dibagi jadi 2 kamar yang memang sempit, jadi harus pintar-pintar mengatur barang dan perabotan. Kini sudah banyak jasa desain interior khusus Apartemen yang bisa membuat kitchen set, lemari, tempat tidur. Kita bisa meminta supaya banyak dipasang lemari-lemari rahasia untuk menyimpan barang agar keliatan lebih luas. Harga mulai dari 35 juta-100 juta juga ada, biasanya mereka banyak paketnya, misal ada paket yang sekalian dipasang kompor, AC, dan pemanas Air. Karena sempit, jarang bisa cuci baju, kebanyakan penghuni cuci baju di laundry kiloan yang ada banyak disekitaran Apartemen.

- Sinyal HP susah, TV dan Internet harus berlangganan lagi. Banyak pilihan jasa koneksi internet dan TV yang bisa diambil penghuni, tentunya ya harus bayar lagi.

- KEPENGELOLAAN, nah ini sisi MINUS terbesar Apartemen, ceritanya bisa panjang dan lebar. Pada dasarnya Apartemen terbagi 2, ada yang baik dan jahat.

Apartemen yang baik adalah Apartemen yang pengembangnya, ketika sudah selesai membangun dan menyerahkan kepada penghuni, maka maksimal 1 tahun sejak serah terima, si pengembang membentuk PPPRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun) yang isinya ya para pemilik dan penghuni rumah susun yang asli dan murni. Nah si PPPRS ini akan rapat, membentuk organisasi, ketua, sekretaris, bendahara, dsb. Lalu si PPPRS ini mengatur segala hal, mulai dari besar iuran IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), biaya maintenance, semua pendapatan, semua pengeluaran, aturan-aturan lain, membentuk RT dan RW, pokoknya semuanya.

Kalau ingin gampang, karena anggota PPPRS ini juga sibuk, ya si PPPRS ini bisa bikin lelang jasa konsultan untuk menjadi pengelola, semacam vendor cleaning service, vendor satpam, nah pengelola ini yang mengatur semuanya, PPPRS tinggal kasih duit, bikin kontrak, terus terima beres.

Selain Apartemen baik, ada juga yang super baik. Apartemen super baik adalah Apartemen yang ketika menyerahkan unit Apartemen ke penghuni, juga sekalian menyerahkan SHM-SRS (Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun) wow..!! ini sangat jarang dan setahu saya cuma 1, di Apartemen Sentra Timur Residence Pulo Gadung, beli Apartemen sekalian dapat SHM-SRS. Cuma ya Apartemen pemerintah, fasilitas juga kurang mumpuni, gak ada kolam renang, hehee... nah oke lanjut ke Apartemen jahat, dan disinilah awal mula kekisruhan dan pemberontakan terjadi, hahaa... karena kebetulan saya tinggal di Apartemen yang JAHAT.

Apartemen JAHAT adalah Apartemen yang sudah selesai membangun dan menyerahkan unit Apartemen kepada pemilik, masih ingin mendapatkan DUIT dan bergelimang harta, hahaa.... caranya begini, jadi setelah selesai membangun, si pengembang Apartemen membuat anak perusahaan boneka untuk menjadi BP (Badan Pengelola) nah si BP ini yang mengatur segala-gala urusan tetek bengek Apartemen, mulai dari pendapatan, pengeluaran, ruang-ruang benda bersama, dll. Maka disinilah awal mula pertikaian antara pembeli unit Apartemen dengan BP.

Hal itu karena si pengembang tidak membentuk PPPRS, rugi donk, kan pengembang masih pengen duit, klo dibentuk PPPRS hilang pendapatannya, begitulah logikanya. Si pengembang berdalih pembangunan belum selesai, maka belum bisa dibentuk PPPRS, karena ada 17 tower yang akan dibangun, misal sudah selesai 8, maka pengembang bersikukuh harus selesai dulu 17 tower baru dibentuk PPPRS, nah ini masalahnya, sampai kapan? Siapa yang menjamin si pengembang tidak melambatkan pembangunan? Misal ketika mau dibangun tower ke-17, malah tidak dibangun-bangun supaya pengembang masih tetap dapat duit dari BP, ya kan? Selamanya aja seperti itu, dan selamanya si pemilik tidak akan pernah dapat SHM-SRS, mengerikan bukan?

Cara lain adalah misal pengembang sudah selesai membangun semua unit Apartemen, siapa yang menjamin semua unitnya terjual murni untuk pembeli? Si pengembang bisa saja hanya menjual 40% unitnya, sisanya dijadikan milik pengembang dengan nama asal saja, atau bisa juga pakai nama orang-orang pengembang, lalu dibiarkan kosong dan bisa juga disewakan, gunanya apa? Gunanya adalah ketika dibentuk PPPRS, maka isinya bukan pemilik murni, bisa saja pemilik murni tapi hanya 40%, tapi sisanya orang pengembang!! Jadi tidak ada gunanya ada PPPRS kan? Wong isinya orang-orang pengembang, ya pasti akan mengeluarkan aturan yang menguntungkan pengembang, maka WASPADALAH..!! hahaa....

Inilah daftar kejahatan Apartemen Jahat:

- IPL (Iuran Pengelolaan/Pemeliharaan Lingkungan) adalah untuk membiayai benda bersama tadi, semacam Taman, Kolam Renang, Satpam, Keamanan, Listrik untuk Lift, Lampu-lampu lobby, lampu koridor, Air untuk kamar bilas kolam renang, Uang sampah, gaji cleaning service, dll. Jahatnya adalah TIDAK TRANSPARAN, si BP bisa seenaknya memutuskan harga IPL tanpa ada laporan keuangan, kita tidak tau uangnya kemana, untuk apa, berapa gaji customer service, berapa gaji satpam, kita tidak tahu..!! luar biasa kan. Tahun 2014, IPL saya adalah Rp, 13.500 per meter persegi, kini tahun 2017 IPL saya Rp. 18.700 Per meter persegi, siapa yang mengawasi? Tidak ada. Mau protes? Tidak akan digubris.

- PARKIR, nah ini adalah masalah paling besar, dan paling dahsyat di Apartemen Jahat. Karena si BP bisa seenaknya memutuskan biaya parkir yang harus dibayar oleh pemilik Apartemen, bayangkan, bayar parkir di rumah sendiri? Luar biasa kan. Untungnya belum naik dari 2014, untuk motor dikenakan Rp. 150.000 dan Mobil dikenakan Rp. 200.000 per bulan, tapi tidak ada kenaikan itu bukan tanpa perjuangan lho.

Sudah banyak sekali demo-demo yang dilakukan oleh pemilik Apartemen, dan demo ini kadang berujung bentrok, perkelahian, dan si pemilik bisa DIPENJARA..!! hahaa... karena si BP sangat keterlaluan, jadi karena pemilik belum punya SHM-SRS, dan PPPRS, kita tidak punya PERTELAAN, apa itu pertelaan? Jadi pertelaan adalah peta yang menjelaskan mana bagian bersama, mana milik pribadi, mana benda bersama. Nah selama belum ada pertelaan, si pengembang bersama BP seenaknya bilang bahwa ini benda bersama, itu bukan, itu milik komersial.

Efeknya adalah kepada parkir, bayangkan, area ground, lantai 1 yang dekat dengan lobby dianggap area komersial, maka si penghuni harus bayar parkir per jam!! Iya per jam!! Gila aja, parkir semaleman kali Rp.4000, pas keluar ditagih, kalau tidak bayar maka mobil tidak boleh keluar, wow.!!! Mau liat keseruan perkelahiannya? Hahaa... Tinggal search aja di Youtube, jadi setiap Apartemen di Jakarta tuh punya kelompok-kelompok aktivis demo dan suka direkam dan upload ke Youtube. Silahkan search “masalah parkir Apartemen Green Pramuka”. Nama apartemennya bisa diganti dengan Apartemen Kalibata City, Pancoran Riverside, Baywalk Pluit, wah banyak, karena memang hampir 100 persen semua Apartemen punya masalah yang sama, yaitu dikuasai oleh BP dan Pengembang.

Sebenarnya Apartemennya punya area parkir yang luas, ada area ground yang dekat dengan lobby, ada basement-1, ada basement-2, nah, karena si BP mau dapet duit saja, maka pemilik Apartemen cuma boleh parkir di basement-2, karena bakal penuh kan, sisanya mau gak mau yang parkir per jam, wah demo deh, ramai deh. Itulah, kesengajaan BP supaya memeras penghuni Apartemen. Kenapa bisa seperti itu, karena si Pengembang Apartemen berdalih bahwa ini adalah Rumah Susun Bersubsidi, dan ada aturan yang bilang kalau Rumah Susun Bersubsidi itu hanya boleh menyediakan tempat parkir 10% dari jumlah unit. Eh gila aja, masa cuma 10% tempat parkir sisanya dibuat komersial? Bayar parkir per jam? Logikanya gak nyambung, bersubsidi kok ada kolam renang. Intinya alasan itu dibuat-buat supaya BP dapat duit lebih.

Giliran menetapkan biaya IPL bilangnya ini Apartemen kelas menengah, butuh duit banyak, tapi giliran soal parkir, ngakunya Rumah Susun Bersubsidi, Kalau Apartemen yang baik, tempat parkir itu gratis, merujuk ke UU 20/2011, tempat parkir kan termasuk benda bersama, sama seperti kolam renang, maka dibiayai oleh IPL, itu saja logikanya, masa parkir di rumah sendiri kok bayar, ya begitulah orang kita, suka memeras, dan pasrah saja jika diperas.

Update Parkir -Juli 2017-
Baru saja ada selebaran dan spanduk bertebaran yang menyatakan biaya parkir berlangganan akan ditiadakan, lalu parkir wajib di area Ground Floor yang setingkat dengan Lobby, bayarnya? nah ini yang sangat membuat marah, kita, penghuni diwajibkan bayar parkir Rp. 7.000 per 24 jam, dan dilarang menginapkan mobil lebih dari 3x24 jam, jika mobil kita keluar pada jam ke 73, maka dikenakan denda Rp. 150.000..!! wow, itu pengelola atau rentenir parkir? semau-maunya, cuma mau duit dan duit..!! itu memang akal-akalan pengelola untuk mencari duit, karena biaya langganan Rp. 200rb sudah tidak mencukupi. dengan skema Rp. 7.000 per 24 jam, maka penghuni setiap keluar parkir harus bayar, semakin sering keluar masuk, ya bayar. begitulah.


- Biaya AJAIB. Pengalaman saya banyak sekali biaya-biaya ajaib yang ditetapkan oleh BP, misal biaya untuk desain interior, jadi si BP ini punya beberapa rekanan desain interior untuk membuat set-set perabotan, nah kita diwajibkan pakai rekanan dari BP, kalau pakai jasa sendiri kena fee 30 juta!!. Padahal kita belum tentu sreg dengan desain si rekanan BP, dan dengar-dengar si rekanan juga sudah bayar ratusan juta untuk menjadi rekanan BP dan membuat BP mengeluarkan aturan agar pemilik wajib pakai rekanan BP.

Kalau untuk pekerjaan yang kecil misal pasang bracket TV bayar 150rb, pasang cermin 50rb, cat tembok 300rb, banyak sekali pokoknya, ada daftarnya lho..!! bisa geleng-geleng kepala kalo ngeliatnya, hahaa... si BP mencari duit. Jadi kalau si satpam lobby melihat kita bawa-bawa barang, perabotan, dan peralatan pembangunan, maka kita akan disergap dan disuruh ke bagian maintenance untuk membuat surat ijin dan bayar fee sesuai daftar yang ditetapkan BP. Begitulah.

Ada lagi biaya service AC. Di Apartemen kita pasti punya AC dan butuh cleaning setiap 6 bulan sekali, biaya fee 35rb, hehee.. ajaib memang. Jadi kita harus ke bagian maintenance, minta dibuatkan surat ijin cleaning AC, bayar 35rb. Dengan surat ijin barulah petugas cleaning AC bisa naik ke unit Apartemen kita.

Biaya listrik dan air yang seenaknya ditetapkan BP, kita tidak bisa apa-apa. Jadi si BP seakan-akan menjual kembali air dari PAM, dan listrik dari PLN, harganya lebih tinggi dari harga resmi, mau protes? Tidak bayar? Ya akan diputus air dan listriknya. Kalau Apatemen yang baik, PAM dan PLN langsung menjual ke penghuni, jadi penghuni langsung bayar air ke PAM, dan listrik ke PLN.

Biaya PBB yang ajaib, alias Pajak Bumi dan Bangunan. Bayangkan, si pengembang ini memang membangun dengan modal dengkul, masa penghuni yang belum punya SHM-SRS harus bayar PBB seluruh kawasan Apartemen, bahkan untuk kawasan yang belum terbangun? Gak tanggung-tanggung, unit kecil 33 M2 bayar PBB sampai 1,2 juta rupiah!! Bayarnya pun bukan ke kantor pajak, tapi ke BP. Kita tidak tau area mana saja yang kita bayar, tau-tau dikasi surat harus bayar PBB segitu. Mau protes? Gak bisa.


PENUTUP 

Kembali kepada kita semua, tergantung kebutuhan dan kondisi kita, kalau memang nilai plusnya sangat kita butuhkan dan kita bisa tahan dan sabar dengan minus-minusnya, maka tinggal di Apartemen sangat layak dipertimbangkan. Kalau tidak, ya pilih saja rumah tapak nun jauh di sana, haha... kecuali anda memang orang super kaya yang bisa punya rumah tapak di menteng atau kemayoran.
(trus, Dhis...?!!)

3.4.17

Kejengahan Politik dan Mencukupkan Ilmu Agama

Di sela-sela menulis blog tentang berkuliah di S2 MTI UI, saya ingin menulis sesuatu yang serius, tentang perkembangan terkini situasi bangsa dan negara, hehee... loh kok pake hehee... udah ah serius ahh.. jadi saya merasa tidak habis pikir (ungkapan yang selalu menjadi ciri khas saya ketika menemui hal yang mengherankan) bahwa agama yang saya anut ini, yaitu Islam, diwakili oleh orang-orang yang tidak rasional? Begitu gagahnya mereka berteriak lantang atas nama umat Islam, merasa mewakili umat islam, lalu berceramah, berteriak, bunuh, gantung, turunkan, bersikap rasis, dan caci-maki lainnya, kok bisa? Entahlah, saya hanya tak habis pikir.

Kasus Ahok ini membuat terbuka pikiran saya, bahwa ternyata agama yang saya anut, tidak lah sepenuhnya baik, orang-orangnya, yang suka mengatasnamkan agama. Betapa tidak, pertama tidak bisa membedakan penggunaan kata “pakai” dengan yang tidak. Kedua tidak mengerti konteks, ketiga suka merendahkan orang lain, apalagi jika orang itu kafir dan etnis cina, keempat gampang sekali mencap orang lain kafir dan munafik, kelima penuh prasangka, keenam egois, katanya tabayun tidak perlu dilakukan kepada orang kafir, ketujuh tidak bisa membedakan mana agama, mana orang. Kedelapan berisik, kesembilan rasis, kesepuluh kasar, entahlah... mau seberapa panjang saya membuat daftar tak habis pikir saya, baiknya saya cukupkan dulu.

Ahok akan mengikuti Pilkada Jakarta, seorang cina kristen kafir diprediksi akan menang telak. Sang penantang tentu tak senang wilayah ibukota ini dipimpin kafir, cina pula, segala daya upaya dilakukan untuk menyerang beliau, dan tentunya, mengatasnamakan AGAMA, yaitu Islam. Sang penantang bergerilya sampai ke rumah-rumah ibadah, menyebabkan masjid sudah tak nyaman lagi, setidaknya bagi saya. Betapa tidak, saya yang ingin menemukan kedamaian, kesunyian dan ketenangan di masjid, malah menemukan keberisikan, sumpah serapah, hinaaan, cacian dan makian yang menurut saya tidak pantas, tapi apalah arti saya, apalagi sumpah serapah itu.. mengatasnamakan agama, ya sudah, tak berkutik pun saya, masa bodoh, pikiran saya terlalu berharga jika hanya mendapat asupan kebencian, lebih baik saya pergi saja, mencari gua hira milik saya.

Situasi politik saat ini membuat saya jengah, saya yang sangat menyukai politik, sering membuat status politik di Facebook, akhirnya menyerah, capek, saya sadar, bahwa betapa pun beratnya saya melawan orang bodoh di media sosial, itu semua tergantung penerimaan mereka, level pemahaman mereka, prasangka yang sudah tertanam pada otak mereka, dan seberapa besar bandara di otak mereka untuk bisa menerima hidayah sebesar boeing 787 dreamliner. Tidak mudah merubah pikiran orang, lalu untuk apa saya capek-capek, hidup saya terlalu berharga kan. Biar saja mereka bodoh, toh mereka menganggap diri mereka pintar. Kini saya merasa bebas, tidak lagi membuat status politik, dan hal itu membuat saya tenang. Politik memang memecah belah, ya itulah yang saya baru sadari yang memaksa saya untuk stop dan berhenti buang-buang waktu berdebat soal politik.

Kasus Ahok sangat menyadarkan saya, bagaimana tidak, seorang Gubernur yang sudah berbuat banyak, sangat banyak, mulai dari membangun sistem keuangan yang transparan, menerima keluhan masyarakat, membuat aturan brilian pengganti pajak bumi dan bangunan dengan koefisien lantai bangunan, sehingga pemilik gedung lantai tinggi harus bayar pajak berdasarkan ketinggian lantainya, bukan berdasarkan luas tanahnya lagi, ide brilian tentang normalisasi sungai, KJP, KJS, relokasi pemukiman kumuh ke rusun, membangun RPTRA atau taman-taman di atas kekumuhan, membangun plaza agar masjid kumuh jadi tempat wisata, dan masiih banyak lagi. Oh ya, ide brilian yang tentang koefisien lantai bangunan tadi, berhasil membuat terlaksananya proyek simpang susun semanggi senilai 300an milyar, tanpa APBD, gratis! Sudah segitu banyak yang diperbuat oleh Ahok, tetap saja ada orang bodoh yang kontra dengannya, orang bodoh yang menganggap plaza yang mau dibangun adalah Mal, bukan tanah lapang yang luas, ya sudahlah, memang bandara hidayah di otaknya mungkin cuma cukup untuk sekelas pesawat latih cesna, mau gimana lagi? yang terlihat hanyalah Ahok itu kafir dan cina, sangat primitif argumen mereka. Ya, politik memang memecah belah, membuat dua kubu menjadi berlawanan, dua teman jadi musuh, dua kerabat menjadi saling sindir, semua gara-gara politik.

Saya sadar bukan karena politiknya sih, tapi karena orang-orangnya yang tidak siap dengan perbedaan, berbeda berarti menjadi musuh, begitulah cara pikir orang tua kita dan guru kita sejak kecil. Kita tidak diajarkan menerima perbedaan pendapat, mengatasi masalah dengan cara lain, kita tidak diajarkan mengapa suatu hal harus dilakukan, dan pula tidak diajarkan untuk membaca dengan seksama, membaca jurnal, berbagai macam tafsir, berbagai metode untuk beribadah.

Untuk itu saya memutuskan berhenti membuat komentar dan status politik. Kalau komentar masih ada, setidaknya dikurangi, kalau status rasanya saya ingin berhenti saja. Karena kasus Ahok ini membuka mata saya, sebagus apapun orangnya, jika warga atau rakyatnya sudah benci bukan kepalang tanpa ada rasionalitas lagi, maka apapun tidak akan bisa menolongnya. Ya sudah, saya tidak peduli. Yang penting saya akan tetap membaca, menganalisis situasi, berpikir, semata-mata untuk mempertahankan sisi kerasionalan saya.

Lalu bagaimana dengan agama? Saya muak, saya muak melihat tingkah sebagian orang yang mendadak alim dan overdosis agama, karena kasus Ahok. Sudah bodoh, sombong lagi, dan mengatasnamakan agama. Ahok dituduh penista agama hanya karena mengutip Al-Maidah ayat 51, bahkan dituduh menafsirkan sendiri Al-Maidah 51. Seluruh negeri heboh, belingsatan. Parahnya tak bisa membedakan kalimat yang ada kata “pakai” dan tanpa kata “pakai”. Ahok dituduh menista Al-Quran karena menganggap Al-Quran sebagai alat untuk kebohongan, dan lebih jauh Al-Quran yang telah berbohong, atau menista agama karena menghina Ulama, karena Ulama lah yang berhak menyampaikan Al-Quran, dan Ulama tak pernah berbohong, benarkah?

Bukan kepalang hebohnya, aksi 411 dan 212, dan berlanjut aksi lainnya ditanggal cantik hanya demi menekan hukum dan mencaci maki Ahok. Berdatangan ke jakarta, pakai baju jubah putih, dari seantero negeri, berbondong-bondong ke jakarta, rela berpanas-panas, rela meninggalkan pekerjaan, atau jangan-jangan memang pengangguran? Saya muak, saya tidak rela agama yang saya anut diwakili oleh orang-orang semacam itu, saya hanya bisa diam. Menentang? Akan dibilang munafik, kafir, jenazah tidak akan disolatkan dan sebagainya. Teman facebook yang sering share konten porno mendadak alim, pasang foto profil kalimat Tauhid, katanya walau belum pasti masuk surga, tapi sudah pasti menghilangkan salah satu syarat masuk neraka, hanya dengan ikut aksi dan sering share di FB.

Sekali lagi aksi Ahok membuka mata saya, betapa agama memecah belah, betapa agama membuat manusia tidak produktif, bayangkan, umat lain sudah sampai bulan, mars, bahkan sudah ke luar tata surya kita lewat misi voyager, umat kita masih ribut urusan remeh temeh soal Al-Maidah 51 dan pemujaan berlebihan kepada ulama. Klaim 7 juta orang yang ikut aksi dengan damai katanya, tak menbuat saya takjub, kenapa harus takjub? Apa kontribusi untuk pembangunan? Apa kontribusi untuk ilmu pengetahuan? Energi sebesar itu sayang sekali tidak dimanfaatkan untuk gali terowongan MRT misalnya, lebih bagus kalau bawa pacul dan pengki dari daerah masing-masing, MRT jakarta akan selesai hanya 2 minggu.

Sudah bodoh, sombong pula, tidak bisa membedakan mana Al-Quran, mana Mushaf. Al-Quran itu disebarkan secara mulut ke mulut, bunyi ke bunyi. Tapi mayoritas orang kita ini baru baca Mushaf, terjemahan pula sudah berlagak ahli tafsir, koar-koar bilang “ayatnya sudah jelas”-“ayatnya sudah jelas”. Apanya yang sudah jelas? Terjemahan? Percaya 100 persen dengan terjemahan sama saja rela terjerumus dengan rayuan setan.

AL-QURAN ITU TIDAK BISA DIPELAJARI DENGAN TERJEMAHAN, APALAGI MEMVONIS ORANG DENGAN TERJEMAHAN, nah itu saya tulis dengan kapital saking kesalnya. Terjemahan hanya alat bantu untuk memahami, bukan hasil akhir dari makna Al-Quran itu sendiri, karena Al-Quran adalah bunyi yang diturunkan dalam bahasa Arab. Tidak ada satupun metode yang bisa menerjemahkan bahasa satu ke bahasa lain yang 100 persen benar, tidak ada, karena setiap bahasa memiliki rasa, setiap bahasa memiliki perbendaharaan kata masing-masing yang berbeda, apalagi bahasa arab ke bahasa indonesia. Yang bisa dilakukan adalah menafsir, dan tafsiran pun tidak 100 persen benar, yang bisa dicapai adalah “mendekati” kebenaran. Itulah yang namanya tafsir.

Mengapa kesal? Tentu kesal dan merasa sakit hati, ketika kebodohan akan tafsir dipertontonkan secara gamblang di muka ceramah mimbar jumat. Saya sedih, karena agama saya direpresentasikan oleh orang bodoh, orang lain yang mengaku beragama sama, ternyata berlaku yang tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Karena agama adalah sejatinya hanya bahasa, sekumpulan metafora dan simbol yang gunanya untuk berkomunikasi, mengekspresikan yang sulit diekspresikan, sesederhana itu sebenarnya makna agama, sebuah bahasa. Akhirnya saya pun lelah, muak dengan agama, ketika agama dijadikan alasan berpolitik, untuk tidak memilih suatu calon, seakan-akan semua hal harus berlandaskan agama, tentu tidak. Apa yang terjadi dengan ahok dan berbagai macam aksi menentangnya dengan memakai agama, sungguh sangat terlihat mematikan rasionalitas. Untuk itu saya menyerah, saya masa bodoh, saya tak peduli dengan politik dan agama, kedua-duanya mematikan cara berpikir dan rasionalitas, serta yang paling penting adalah anti-kebhinekaan.

Orang-orang yang anti ahok, aksi sana sini, melarang memilih pemimpin non-muslim, mengkafirkan sesama muslim, menghakimi sebagai munafik kepada orang lain, sungguh membuat saya bertanya besar, apakah tujuan beragama seperti itu? Bagaimana dengan hak asasi manusia, bahwa setiap manusia adalah sama, bagaimana dengan pancasila, dengan negara kita sendiri? Entahlah, sulit saya cerna, namun banyak yang memiliki pemikiran seperti itu, tua, muda, S1, S2, Doktor sekalipun, saya hanya bisa tercengang dan masa bodoh.

Saya bisa paham, sangat paham, kenapa? Karena saya pernah di posisi mereka, mungkin karena waktu muda saya tidak cukup punya banyak teman, yang saya lakukan hanya membaca majalah sabili, buku the choice ahmad deedat, atau mengikuti artikel koran tentang gerakan-gerakan yang saat ini saya pahami sebagai radikal, dulu tentu saya tidak berpikir demikian. Pernah suatu masa saya menganggap osama bin laden, habib rizik, pembom bali 1 dan 2, organisasi semacam laskar jihad, FPI, dll adalah pahlawan, mereka adalah islam sesungguhnya. Saya pun pernah dalam fase sangat mengidolakan mereka, ingin bergabung dengan mereka, ingin langsung terbang ke afghanistan, ya saya pernah seperti itu, walau hanya niat, maklum masih muda, inginnya perang, terlihat keren, mungkin.

Semua yang berbau tidak sesuai dengan ajaran Al-Quran saya anggap bidah, tahlilan, solawatan, mauludan, pernah saya anggap bidah dan bodoh. Ya, itu dulu. Sekarang saya telah berubah, tapi malah kini banyak orang yang bersikap seperti saya yang dulu. Mungkin sayanya saja yang terlalu cepat, dan mereka masih dalam tahap belajar. Lalu apa yang membuat saya berubah? Merasa tercerahkan? Mungkin sebagian faktor yang merubah saya adalah karena pernah tinggal di swiss selama hampir 3 tahun, negara paling indah, teratur, dan sangat islami!!. Kotanya, negaranya, infrastrukturnya, orangnya, taman-tamannya, semuanya, INDAH!!. Mengapa? Karena mereka menghargai perbedaan, kesadaraan kolektif bahwa berperang sangat tidak ada gunanya, bahwa kesejahteraan bersama haruslah menjadi tujuan semua orang, oleh karena itu semua orang harus disiplin, teratur. Di sana air minum gratis, taman indah gratis, sungai bening, transportasi bersih dan terawat serta teratur, tempat wisata mudah diakses, pendidikan gratis, pelayanan kesehatan maksimal dan peduli dengan pasien, malam-malam yang sepi, pemimpin yang digilir setiap tahun dan hanya mendapat fasilitas tiket abonemen kereta, serta masih sangat banyak lagi.

Dari situ saya berpikir, berkontemplasi ke dalam, ke negara sendiri, negara kita yang memiliki lebih dari 13.000 pulau, 400 lebih suku, 700 lebih bahasa dan dialek. Bahwa persatuan jauh lebih penting dari apapun, bahwa kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, pelayanan kemasyarakatan adalah jauh lebih penting untuk dipikirkan daripada hanya berlelah hati dan menguras energi untuk memikirkan sebaliknya. Retorika yang bilang bahwa saya baik, kamu jahat, saya benar, kamu salah, saya masuk surga, dan kamu masuk neraka adalah sangat mengkerdilkan arti negara kita sebagai anugrah dari Tuhan.

Belajarlah menghargai perbedaan, pikirkanlah hal-hal yang penting, berpikir jauh ke depan, tentang ilmu pengetahuan, kedokteran, energi alternatif, eksplorasi laut dalam, eksplorasi angkasa luar, dan lain sebagainya. Sudah cukup dengan agama, namun bukan berarti atheist, oh tidak, saya adalah orang yang relijius, namun lebih memilih mengekspresikan keyakinan saya di tempat yang sunyi, sepi, dimana saya bisa berkomunikasi dengan sang Pencipta dengan lebih intim dan personal. Bukankah islam sendiri itu artinya damai?

Tulisan ini tak ada gambar, hanya tulisan, buah pemikiran saya sendiri.
(trus, Dhis...?!!)

10.7.15

Welcoming 30th... Ultah ke-30


Tak ada hal yang harus lebih dikontemplasi selain mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, terutama nikmat sehat, dengan sehat kita bisa beribadah kepada-Nya, dengan sehat kita bisa bekerja dan mencari uang, dengan sehat kita gak jadi beban keluarga dan dengan sehat, kita bisa membantu keluarga dan orang lain.

Umur 30, 30an, menurut saya sangat spesial, berada ditengah-tengah umur harapan masa hidup (masa hidup rata-rata manusia umur 60an), sudah mulai mapan dari segi aset dan rizki, mulai menata hal-hal abstrak mengenai hidup ke depan, lebih bijak dari tahun-tahun sebelumnya, dan... ada hadist Nabi yang bilang di akhirat nanti, di padang mahsyar, surga dll, kita akan dibangkitkan dalam umur 33 tahun, soo... 3 years to go to get in shaped, karena kita bakal telanjang nantinya, hehee....

Saya percaya apa yang kita raih saat ini adalah pengaruh dari perilaku perbuatan kita di masa lalu, apapun itu... bukti nyata bertebaran di sekitar kita.. saya punya kerabat, bilang saja sepupu lah ya, walaupun banyak juga contoh yang lainnya, tapi satu hal ini nyentrik, jadi dia selalu update status FB mengenai apapun dalam hidupnya, inti status-statusnya soal bagaimana dia bekerja sangat keras sekarang demi membiayai keluarga, istri dan anaknya yang masih kecil, dia rela kerja siang-malam-pagi sabtu-minggu demi mendapat penghasilan yang boleh dikata gak kecil, kerjanya bidang transportasi yang lagi ngtrend saat ini dengan warna jaket ijonya, okeh..okeh.. pada tau semua kan ya, intinya dia bangga dan skaligus mengeluh mengenai hidupnya yang susah, namun bangga karna bekerja keras dan mendapat penghasilan non-pegawai, lalu berbangga karna ga terima gaji serasa bos dan bangga ga ada waktu bersantai-santai kayak pegawai, wah nyindir?.. hehee... intinya dia menganggap dia sedang “bekerja keras”, benarkah?

 Menurut saya bukan, itu sih namanya hidup susah, mengapa? Emang si saya sekarang pegawai, pendapatan pas2an menengah atas dengan nama gaji dan tunjangan, santai? Bener banget, banyak waktu luang, kerja pulang tenggo, sambil kerja bahkan bisa nonton filem streaming, santaikah jika dibandingkan dengan saudara saya itu? Mungkin dia bisa bilang sekarang dia kerja keras, well.. dari doloo kemana aja? Saya udah kerja keras dari dulu banget-banget.. disaat dia sibuk tawuran dengan motornya dan bangga bisa ngebuat beberapa orang jadi cacat, saya malah rajin sekolah naik angkot, disaat dia ngajak main PS, saya nolak karna ngerjain PR, disaat dia bangga cerita sering “maen” ama cewek dan itu beneran “maen”, saya malah puasa untuk menahan gejolak naluriah lelaki saya, disaat... and on and on.. daftarnya bisa panjang... intinya, dia bilang literally bahwa mumpung masi muda, kita harus manfaatkan untuk bersenang-senang.. damn.. when he said those sentence.. it’s like black hole sucking my soul up.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.. klasik namun nyata, entahlah, ada misteri Tuhan di dalam pepatah tersebut, I’m not proud, I’m kind of sad looking at those kind of people, and those kind of people can easly proliferate having birth, beranak dan beranak terus seakan anaknya nanti akan merubah keadaaan.. yang sebenarnya kemungkinan besar akan mengulangi perbuatan orang tuanya kepada orang tuanya orang tua itu, remember yang tadi kan, apa yang kita dapat hari ini adalah akibat perbuatan kita di masa lalu, for good and for bad.

 Dan sekiranya saya melihat ada orang yang lebih sukses dari saya, itu juga karena mereka bekerja lebih keras dari saya dahulunya, contohnya pun banyak dan bertebaran di sekitar kita, ada temen waktu SMA, dia kecil, pendek pokoknya bukan siapa-siapa dan ga popular juga seperti saya, hehee... dia miskin, ya mungkin seperti itu, dia sering bawa barang dagangan berupa roti dan kue, tampak sangat berat digotong secara tergopoh-gopoh, bayangkan, waktu SMA pula, masa remaja yang penuh dengan gengsi yang gak mau kelihatan rendah diantara teman-teman yang lain, namun dia tidak, dia tetap supel, murah senyum, tak terlihat malu sedikitpun, prestasi pun biasa-biasa saja, tak ada yang mencolok, namun kini.. dia bekerja di lembaga keuangan pemerintah, sering dinas keluar negeri, gaji belasan juta... that’s life...

Harapan saya ke depan, bisa senantiasa sehat, perbanyak olah raga, perbanyak keringat, perbanyak gerak, senam, yoga, renang, lari, perbanyak syukur akan hal-hal yang membuat saya merasa cukup dan bahagia, perbanyak evaluasi hal-hal yang perlu saya perbaiki ke depannya, perbanyak ibadah, memulai untuk kembali rajin puasa, perbanyak baca buku, perbanyak bercinta, perbanyak bilang I love You kepada istri.

Ucapan terima kasih tak terhingga kepada istriku, pasangan jiwaku, teman, sahabat dan teman hidup, terima kasih atas segala kasihmu.

Ya Allah Ya Tuhan kami Ampunilah segala dosa kami, maafkanlah segala kesalahan kami
Jadikanlah rumah tangga dan pernikahan kami selalu dalam keberkahan, kedamaian dan ketenangan
Berikanlah kami rizki yang berlimpah, rizki yang berlebih, rizki yang bermanfaat, dan rizki yang besar dari arah yang tidak disangka-sangka
Ya Allah, kabulkanlah permintaan kami, hanya kepada-Mu lah kami bergantung, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta.
Aamiin..
(trus, Dhis...?!!)

29.7.13

28

Yaap.. sudah 28 tahun, baru saja ultah ke-28, duh gag kerasa ya, mksdnya udah 28 tahun hidup di dunia ini.. du..du... let see... what should I do... I mean... gw musti ngapain? Musti nulis apa? Ultah jauh dari orang2 terkasihi tuh emang really something, sampe2 kita gag sadar ato gag kerasa aja bahwa udah ulang tahun, hhmm kenapa ya? Mungkin karena gw matiin notifikasi ultah di FB? Ahahaa…. I just think that I am too old to let anyone know my ultah, that’s teens thing right? We should grow up and just do what we have to do, regardless people know or not.

Well I don’t care, I love it being anonymous, OMG I’m change!! Hahaa…. Biasanya gw narsis dan pengen diketahui smua orang, skrg gag lagi, malees… malas jika hanya berinteraksi di dunia maya, loh… hehee…. Bosen ya bo ama facebook, twitter etc lah ya, udah males walopun teuteuup aja tiap hari mantengin tuh socmed, xixiiiii…. Ya abis, hiburan sih, apalagi donk… kaskus… kompas, detik, gw pengen yang ber.. tau gag sih lo… berjiwa gitu loh, yg ada soulnya, yang bisa mengisi hati yg kering, hati yang haus akan pemahaman tentang kedalaman jiwa.. hag…hag…. Ahhh.. kering… se kering summer kali ini yg panase puooll menghitam legamkan kulit ditambah AC mobil yg rusak, hahaa….

28, it should be means something for me, a lot (!) 28 tahun hidup di dunia, 5 tahun bekerja sebagai pegawai, 3 tahun pernikahan sebagai suami, I am somebody’s husband right. Dan seperti blog2 ultah sebelumnya, mainstreamnya adalah berisi capaian dan harapan, let see.. capaian.. banyak… harapan juga banyak… hahaaa…. Dalam rentang umur 27 ke 29, eh mksdnya 28, dari juli 2012 ke juli 2013 apa sih yg gw alamin, ketenangan… kedamaian… dan… kebahagiaan tentunya…

Bahagia memiliki keluarga di Jakarta yg senantiasa memberi kabar baik, harapan, dan doa-doa utk kami d sni, bahagia memiliki istri yang bukan hanya cantik namun makin anggun dalam segala hal, bahagia dengan pekerjaan dengan partner kerja yang gag akan bisa ditemukan di tempat lain walau 100 tahun lamanya. 

Bahagia… iya yang penting bahagia bisa tidur nyenyak, badan sehat, makan enak dan kenyang, leyeh2 di sofa rumah, berjalan menyusuri sungai dan danau, melihat burung camar dan bebek, menggoda kucing tetangga, makan es krim di balkon rumah, dan…. Senantiasa sholat berjamaah bersama istri tentu kebahagiaan yang paling tinggi.

Harapan… harapan gw ga muluk2… gw hanya berdoa… gw berdoa agar Allah mengabulkan segala doa ibu gw, dan gw berdoa agar Allah mengabulkan doa istri gw, serta gw berdoa agar Allah mengabulkan doa orang2 yg mengasihi kami.. aamiin..
(trus, Dhis...?!!)

27.3.13

Question that impossible to ask

Sebagai pemilik golongan darah AB, gw unik, mksdnya jalan pikiran gw unik, gag sama dengan orang jelata lainnya ya, ini udah gw sadari sejak SD, banyak hal dikepala gw pertanyaan2 yg sebenernya gw sadar, gag pantas utk ditanyakan, bukan gag pantas sii, it just seems not right to ask such question di negeri kita yg menjunjung adat ketimuran ini, di negeri dimana pengajaran, pendidikan, dan pemahaman atas konsep berdasarkan dogma, doktrin, text book, terima apa adanya, dan lahap apa yg ada di depan.

Berbeda dengan sistem pendidikan barat dimana proses menuju pemahaman dibangun atas dasar pertanyaan, diskusi, pengembangan alur pemikiran, dimana kita bisa bebas bertanya, bebas mengemukakan pendapat, bebas beropini.. hal tersebut memang gag lepas warisan budaya pengajaran aristoteles, socrates dan plato, dimana ketika murid bertanya maka sang guru akan bertanya balik namun menelikung sedikit agar si murid sadar dan membangun sendiri konsep pemahamannya berdasarkan jawaban2 sendiri si murid, sehingga jawaban kadang, bahkan sering datangnya dari diri sendiri, sadar atau tidak, itulah jawaban terbaik.

Konon karena pemilik golongan darah AB paling sedikit populasinya di dunia, gw cek ke google eh bener loh, hahaa.... kesian bener.. ditambah gw orang kuadran 3, nah lengkap sudah, unik, beda ditambah analitis pragmatis, menjadikan diri ini total introvert cuek.

Salahnya di negeri kita, bertanya adalah hal yg tabu, bertanya maka dianggap beropini dan mempertahankan prinsip, sesuatu yg melanggar adat ketimuran dimana norma dan nilai luhur kaum tua masih dijunjung tinggi, misal klo kita mo nanya “ dok apakah oral seks itu aman?“ maka kita, anda dan kebanyakan orang akan menganggap wah itu orang mau oral seks, pasti mau oral ntar malem, kayaknya doyan deh tuh orang, hahaaa.... that such question must rarely ask in the public audiens, ya kan?

Ato misal gw mo nanya, tadz (ustadz) klo saya jadi astronot, ntar solatnya ngadep mana? Hahaa… kebayangkan, that kind of question I wouldn’t ask, not in the TV, mosque ato dimanapun di seluruh penjuru bumi. Itu baru ama ustadz, kecederungan gw sih emang agama, politik, sejarah dan biologi, dan target bertanya gw tentu saja adalah guru, ah guru2 itu pasti kesel bin menyesal kenapa nyokap gw melahirkan gw kedunia, wkwkkk…

Sumpah gw nanya, ato calon mo nanya bukan karna iseng, bukan pula ngajak gelut tapi pure emang pengen tau, pengen cerdas dan menambah wawasan, pernah gw pengeen banget nanya waktu itu ama guru, bu emang diperkosa itu diapain sih? Ato nanya sama guru PPKN, pak, apakah supersemar itu benar2 ada? Di depan murid yg lain yang bahkan gag tau jumlah anggota MPR? Oh noo, gag akan gw nanya itu, wkwkkk….

 Mungkin yang salah sistem pendidikan kita, ato sistem pengajaran kita, kita jarang berdiskusi, jarang sekali menyatakan pendapat apalagi mempertahankan prinsip, ini penting karena dengan begitu kita membangun self-awareness, dignity, dan kehormatan diri sendiri, gag percaya? Berapa banyak anak yg cengeng cuma gara2 dia gag punya motor, ato punya motor masih cengeng karena di ceng2in ama temennya gara2 motornya Honda kayak motor ojek? Mempertahankan prinsip dengan berdiskusi penting agar diri anda, anak anda, atau kita semua sadar bahwa orang lain, entah temen entah pacar, adalah tidak begitu berharga dan tidak pantas dipikirin dibandingkan anda sendiri.

Berat ye omongan gw, ya udeee kembali ke topic, heheee…. Sebenernya gw mo nanya, ama siapa gag tau, dimana gag tau juga, pertanyaan yg aneh yg gag mungkin banget ditanya, gw mo nanya, tadz bisa gag di sekeliling kabah pake escalator kayak dibandara2, jd tinggal diem aja jalan sendiri, ato pas tawaf bisa gag pake helicopter muter2 7kali?, mo nanya juga klo udah ada kalkulator buat apa lagi sih belajar itung2an diatas kertas? Kenapa kalkulator gag dibolehin di kelas sekolah? Ato pengen banget gw ngomong ama kepala sekolah yg lagi koar2 pas upacara, gw mo bilang pak, tolong diperhatikan WC sekolah agar bisa layak dipakai.
(trus, Dhis...?!!)

14.3.13

At The Bully

Dulu sih ya gag ngerti istilah bully, gag pernah denger dan gag pernah ngeh juga ada istilah itu, padahal jaman 90’an kita2... kiitaa?, elu aja ama keluarga lu yg metal2.. *garing amat, hahaa.... okeh, skrg mo membahas bully, gw jamin gw orang yg paling tepat membahas bully, so stay tune in this blog... hayahh..

Nowdays, jaman kini dengan perkembangan internet, jejaring sosial, orang minoritas terpinggirkan, orang aneh, orang bau, orang marjinal *marjinal boo, orang apalagi yah, orang jelek lah, gampang banget kena bully, dan gag sedikit, gag sedikit yg bunuh diri juga, ini era dahsyat dimana orang gampang bunuh diri hanya karna di ejek, dihina, atau di rendahkan utk sesuatu yg bahkan sepeleee banged naujubilah najis sepele.

Seinget gw, yg gw inget aja ya tanpa mengesampingkan keakuratan informasi, contoh kasus bully di inggris banyak anak kena bully karna rambutnya merah, gila ya cuma karna rambut merah, bisa juga karna gemuk, kurus, putus cinta, karna masih perawan, karna nolak ML, karna kesebar foto telanjang, foto topless, karna bego, karna melakukan hal-hal yg bodoh banged walopun ya sebenernya manusiawi banged, tapi ya itu tadi kedahsyatan teknologi informasi, menjadikan bully, hinaan, cacian dan makian menjadi momok sangat menakutkan, merendahkan, meminderkan.. trus bunuh diri deh, gag cukup bunuh diri pake deterjen, anak perempuan di amerika bahkan dibully lagi karna ternyata si anak gag mati, sampe dibikin meme foto dia minum deterjen, tulisannya detergent won’t kill you, try something else.. gilllaaaa banged… gilaaa efek bully emang, ampe tu anak di bully 2x setelah nyaris ampe akherat.. ck…ck…..

Adalagi cerita bully dari korea, dimana ada anak cewek foto bareng artis favoritnya, bsk si anak dibully abis2an di sms, FB, dimana2 deh pokoknya, cuma foto doank, dibilang gag pantes lah, jelek lah… bsk si anak matiiiii bunuh diri.. ck…ck… what happen to humanity? Ato kita… kita? Eluu aja ama… halah…. Hahaaa….. atau kita yg terlalu sensi?

Dan gw sering dibully, dihina, diejek, direndahkan, dipojokkan, karna gw KURUS, yap gw kurus dari lahir ampe kuliah, ato sampe sekarang, gw KURUS, dan selalu dihina karna itu.. berikut daftar bully yg gw pernah terima selama gw hidup:


1. Temen nyokap dateng ke rumah, ngobrol ngalor ngidul, pas liat gw “anak lo kurus banged, dikasih makan gag sih?” *kejadian awal kelas 1 SD dan gw msh inget
2. Akibat temennya yg nge bully itu, nyokap maksa2 gw harus makan banyak “mama malu ngajak kmu klo kurus begini”
3. Sering dibilang “burung perkutut burung kutilang, tinggal kentut ama tulang”
4. “kmu kurus banget, narkoba ya? Bibirnya kok item, ngerokok ya?“ *setiap ketemu keluarga
5. “ kayak orang2an sawah“ *setiap jenjang sekolah
6. “badan kayak triplek aja“
 7. Lagi asik2 ngumpul tiba2 aja ada nyeletuk “kucing kurus mandi di papan“ dan semua noleh sambil ketawain gw *pas SD dan SMP
8. Bahkan dokter gizi di puskesmaspun nge bully gw “knp kmu kurus begini, dikasih makan gag sih?“ *kejadian kelas 6 SD, dan gw masih inget, sepanjang jalan pulang gw nangis... pelajaran bagus dokter goblok.
 9. Ato lagi asik ngumpul ama temen, ngobrol, bercanda ketawa2, ada aja orang melingkarkan jari tengah ama jempolnya ke pergelangan tangan gw, banyak sisa kosong disitu, ketawa sinis, bilang “lo kurus banget, hahaa.... eh liat deh *ngajak temen lain supaya liat, ni orang kurus banget .. hahaa“ trus ketawa.. ngetawain gw…
10. Etc..etc…

Bisa lo bayangin, kejadian itu gw alamin setiap tahun, dari TK ampe kuliah, setiap jenjang pendidikan, setiap ketemu keluarga besar dan gw pernah pengen banget bunuh diri…. Yak emang gampang banget memutuskan utk bunuh diri pada posisi itu.. pun klo gag bunuh diri, boleh percaya ato gag, mungkin temen kantor sekarang ada bbrp yg gag percaya, gw menjadi introvert, gw gag punya temen, gag mao juga punya temen, I hate friends, I hate people !! moto hidup gw ”banyak temen banyak masalah!! ”

Gw pendendam, gw masih inget banget kata per kata, kapan dan siapa yg ngebully gw dan gw masih benci sampe sekarang, gw gag mo ketemu lagi, gag mao gw reunian sekolah, amit2 dah, klo bukan karna guru yg gw suka, gw gag akan ikut reuni.

I hate school, karna waktu bully terbanyak ya pas di sekolah, kadang guru juga nyeletuk kurus lah, sama sekali gag ngebantu, malah tambah parah karna diketawain org lain, yupz dan sekarang, pun ingatan gw masih jelas, yg jadi pertanyaan masih inget gag mereka yg nge bully gw ? tau gag sih mereka klo gw benci dan dendam sama mereka ? mereka tau gag klo ingatan bully tuh gag pernah ilang ? tau gag mereka telah menjadikan gw seperti ini sekarang ? well fuck them !! gw masih berharap mereka matii, masih sampe sekarang gw berharap mereka mati !!

And now, I JUST MOVE ON, move on dengan ingatan yg gag pernah ilang.
(trus, Dhis...?!!)

27.2.13

The Perfection of Our Nation


Yak terakhir nulis di blog ini tgl 4 april 2012, which is udah baaaanyak banget kan ya yg dah dijalanin, antara 4 april 2012 sampe sekarang Februari 2012, eh 2013 hampir 1 tahun loh yaaa.... yg pasti gw ultah... hhmm... ultah di Juli 2012 berarti umur gw.. hmmm 2012 dikurangi 1985 ya... 2-5 minjem ke 1, jadi 12-5 = 7, trus 1 tadi kan jadi nol, nah minjem ke nol jadi berapa?? Ini nih, kekurang sempurnaan logika perhitungan (nyalahin matematika) misal 10000-25 gimana caranya coba? Minjem ke nol jadi -1 gitu?? Ga bisaaa lah, pake kalkulator aja deh, yg scientific tapi, itung 2012-1985 adalah...... 27!!! Dua puluh tujuh, yak dua puluh tujuh, angka ganjil luar bisa klo ditambah jd 9, angka tanggal kelahiran gue, heheee....

Di umur 27, luar biasa, magnificent, amazing and awesome, kata terakhir awesome emang trending banget buat abg-abg ato orang dengan perbendaharaan kata terbatas, Cuma bisa bilang awesome utk hal-hal yg menakjubkan.

Sepanjang tahun 2012, juga luar biasa, terdapat pergantian kepemimpinan di kantor, awesome juga dari macan menjadi kelinci, dari tegang menjadi lengang, terima kasih Tuhan utk itu. Musim panas tahun ini juga awesome, walopun gag kemana2 juga sih ya, tapi rasanya lebih nyaman, aman, tenang, damai. Dan juga terdapat keputusan besar dalam hidup kami, yaitu berencana memiliki properti, sehingga pas kami pulang, udah ada tempat bernaung secara private just the two us or more, we hope, tapi belum. Keputusan itu membuat kami harus lebih bijak dan sabar mengelola keuangan, istilah keren mah nyicil, gag bisa nabung ya nabungnya utk cicilan, agar pas balik ke endosah dengan pendapatan pas-pasan namun well being, kami gag perlu nyicil lagi.. mudah2an lancar… aamiiiin…

 Lalu sepanjang musim panas-musim gugur-musim dingin… awesome juga, kini udah tau persiapannya apa aja, sepatu bot udah taun lalu beli, dan sekarang persiapannya beli pakaian wool, beneran wool, jd pas beli pakaian milih2 dan liat notifikasinya, kita juga udah tau jenis2 wool sekarang, hahaa… penting loh wool itu, pokoknya utk orang yg berniat kerja di daerah dingin, harus pake wool, liat juga woolnya berapa persen, ada 100, 80,ato 60 persen.

Untuk makan, udah gag ngeluh lagi kayak taun kemarin, makan sekarang enak2 aja, secara udah banyak nemu tempat makan sepuasnya, yak ternyata di kota ini banyak loh tempat makan sepuasnya dengan harga terjangkau, sampe2 kita bisa jadwal nih setiap hari di restoran berbeda, bukan lumayan lagi tapi sangat membantu buat sayah yg lagi pengen naikkin berat badan secara aman tanpa obat, hihiiiiii… yaitu makan sakarepmu, alias sepuasnya..

Olah raga, gila yak klo pikiran tenang kerjaan damai orang tuh bisa well being emang, sekarang lagi keranjingan fitness di basement kantor, tapi ntar rencana klo dah musim panas mo lari sekitaran danau ajah, trus udah beli alat juga pull up bar, jd bisa pull up di pintu tanpa bor, tanpa paku, bisa lepas pasang seketika, di indonesiah susah itu mahal pula alatnya, kemaren untung nemu diskonan, heheee…

 Gw gag suka musim dingin, bikin susah kemana-mana, musti pake jaket tebel, pakaian wool, thermal underwear, dan sepatu boot, paling utama sih lama terang, cepet gelap jd siangnya bentar banget, dan dingin itu ya, menyengat bgt ke kulit, bawaannya klo diluar tuh misal di mall ato stasiun ya pengen cepet2 pulang aja, kenapa kita gag bisa kyk bule2 ntuh yg tahan lama2 bahkan maen2 di dingin2 gitu yak.. karena….. karena mereka biasa minum wine!!

Tahun baru kemaren ke acara masyarakat di KBRI, seru abis baru kali ini ikut taun baru bersosialisasi, secara gw amat sangat introvert, kemaren seru2an ama staf kantor, masyarakat, nyanyi, joged, ada games, its fun, seneng liat orang lain seneng, yg utama tentu makaaaan :D dan pas di countdownnya, yak itung mundur, trus toast bareng pake gelas cantik, dan sampanye di dalamnya, eh ternyata itu sampanye non alcohol, hahaaa…. Kereen banged, ada sampanye non alcohol… great moments…

Tahun ini rencana mau cuti panjaang, harus, it’s a must, secara kerjaan cuma bisa cuti setelah 2 taun, tapi panjang, lagi rencanain bakal kemana aja, pastinya killing eropah ama ke endonesah, tunggu laporan travelling berikutnya, hahaaa….. pokoknya ada satu tempat yg pengeeen banget kesana, yaitu tempat yg sama ama nama gw, its like fulfill the destiny, mudah2an lancar kesana. Harapan tahun ini semoga berjalan lancar, enough devastating moment last year, now its time for heal, to rejevunate, to accomplish great achievement, to unite in love with my dearest love, tahun ini harus jd tahun bersenang-senang :D

Tahun depan berarti siap2 pulang ke indonesiah, tahun nabung :D tahun merencanakan kampung halaman ibukotah, tahun merelakan segala sesuatu yg ada d sni, babak baru dari perjalanan akhir merantau, bahwa segala pengalaman dan cerita menjadi pembelajaran dan kisah yg dapat di share ke semua, menjadi inspirasi bagi yg tepat pikirannya.

Tahun depannya lagi udah di indoensiah donk yah, kembali ke macet, kembali ke panas terik matahari, polusi asap kendaraan, jadwal kereta yg menyakitkan, bus busuk penuh orang2 berpenyakit ditambah sirkulasi udara busuk, hahaaa… ya itulah…. Rencana klo naik bus harus pake masker, sedia tissue kering dan basah, sedia hand sanitizer, pkknya harus siaaap segala medan, itu klo naik bus, mudah2 udah bisa beli mobil, aamiiin.

Dibalik busuknya Jakarta tetap juara dalam hal well being nya, murahnya, salonnya, pelayanannya klo punya duit, ada harga ada pelayanan,dan yg utama, makanannya!!

Judul blog ini… kembali ke judul setelah panjang lebar curhat tentang pengalaman, rencana dan harapan, d sni gw pengen mengingatkan kembali kesempurnaan Negara kita, mksdnya dibaliknya busuknya, Negara kita memang sempurna, bayangkan, sekarang lo liat peta dunia, globe ato apalah gambar bumi gitu, liat, gag ada satupun Negara yg bentuknya kayak kita, berpulau-pulau dengan wilayah amat teramat luas, gag ada yg niru, gag ada kemiripan sama Negara lain, berada pas di khatulistiwa, garis equator, dengan cuaca sempurna dan matahari setiap hari, panjang pantai mengagumkan, hutan hujan tropis paru-paru dunia, tanah yg subur akibat abu vulkanik, gunung-gunung api teraktif didunia, itu fisiknya, budayanya?...

ahh lo bayangkan lagi, Negara kita terdiri dr lebih dari 400 suku bangsa, setiap suku punya adat, bahasa, pakaian dan kebiasaan masing2, bayangkan bagaimana saktinya bahasa Indonesia kita dalam mempersatukan lebih dari 400 suku. Jadi… kita gag bisa niru sistem pemerintahan Negara lain, since we are the only one, kita gag bisa niru pola sistem hukum dari Negara lain, kita, yg dipisahkan air, berpulau-pulau, beda adat dan kebiasaan, harus mencari sendiri sistem pengelolaan kebangsaan yg mandiri. Kita gag bisa memusatkan sistem pemerintahan di Jakarta, seperti hal Negara darat, mainland kayak china, india, amerika, brazil, inggris, aahhh mereka gag ada apa2nya dibandingkan tantangan yg kita punya, mereka bisa jalan pake kereta dari ujung ke ujung, ini pentingnya pembangunan infrastruktur dan teknologi kedirgantaraan, sesuatu yg didengung2kan dan dibangun oleh putra terbaik, bahkan terbaik dari yang terbaik, Habibie.
(trus, Dhis...?!!)