CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

23.3.17

Semester II - MTI UI

Yeay..!! here we come di semester 2, yaitu awal tahun 2016, yess..!! setelah puas liburan skitar 2 bulan, kami liburan di puncak, dan anyer, kini kami kembali ke kampus, kembali ke capek dan ngantuk, pulang selalu jam 10 malam, hadeeh... ya sudah lah ya, disyukuri sajah.. hahaa.... oh ya lupa pelajaran berharga di semester 1 kemarin adalah saya bisa INSPECT ELEMENT, wkwk... jadi kita kaget pas liat-liat nilai di SIAK, kok ada temen yang share nilainya 100..!! eeh.. ada temen laen lagi nilainya bisa 120..!! wkwk... ternyata pake yang namanya inspect element, klik kanan di web SIAK, inspect element, search atau find, ubah nilai, reload, foto deh, dijamin berhasil nipu banyak orang, haha.. 

1. PITI (Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi) 
Ini diaa... eh kenapa emangnya, hehee.... yah ini matkul pertama yang akan gw bahas, ini soal PERENCANAAN, yak, 1 kata yang bakal sering gw denger di semester 2 ini. Oke, perencanaan, yang direncanain adalah infrastruktur. Kita sering denger kata infrastruktur dan yang paling kita tau bahwa itu adalah hardware, ternyata artinya lebih dari itu. Ciri dari infrastruktur adalah DIPAKAI BERSAMA layaknya jalan raya atau jembatan, nah dalam TI, semua hal yang dipakai bersama, mau itu software, hardware yang dipakai bersama sebagai dasar dan digunakan untuk mendukung hal yang lebih tinggi lagi, maka itu dinamakan INFRASTRUKTUR.





Untuk bisa dipakai bersama-sama dengan baik dan bisa dengan tepat mendukung bisnis kita, maka harus direncanakan, agar.... kita bisa tau kebutuhan kita bagaimana, kapasitas sekarang seperti apa, bagaimana merancang pemulihan bencana, bagaimana agar meminimalisir Outage, gitu lhoo... hehee... Langkah pertama tentu kita musti kelompokin, nah dalam infrastruktur ada 3 pendekatan, yaitu platform, service, dan pattern, dimana setiap pendekatan itu kalau dipakai bersama maka itu dinamakan infrastruktur. Disini juga dipelajari soal manajemen tingkat layanan itu apa aja, lalu merancang SLA yang benar, merancang data center dan pemulihan bencana.



Dosennya nyentrik, masih anak muda banget, rambut gondrong, dan ngajar pake jaket kulit bekas motoran, hahaa.... asik lah pokoknya, gak terlalu demanding juga. Dosennya juga sering cerita pengalaman dia menjadi penjaga server, ngerjain proyek dsb. Ujian juga normal ada UTS dan UAS dengan open note, jadi kita musti catet kecil-kecil banget karena open note Cuma sebesar kertas A4, hehee... tugas? Ada, ribet, eh gampang deh, Cuma berbentuk slide aja, untuk dipresentasiin. Tugasnya tentang PITI. Tugas PITI yah kayak Pra-nya PSSI, PSSI akan dijelaskan berikutnya. Kita pake studi kasus Telkomsel, ya sama kayak PSSI sih, malah kita Cuma comot persis dari bagian strategi TI di tugas PSSI, Cuma kita tambahin jadi slide PPT, udah sih itu doang.



Overall, gak terlalu ngerti, hahaa... mungkin juga dari dosennya udah bikin ngedown juga sih, dia bilang infrastruktur tuh bukan bagian yang penting, karena gak mendatangkan competitive advantage, karena sekarang setiap organsiasi punya infrastruktur yang seimbang, sama-sama punya jaringan, data center, server, dll, kan? Trus apa yang bikin berbeda? Ya strategi bisnis dan sistem informasinya aja. Slide tugas PITI tuh kita bikin ya standar ya, visi misi, permasalahan strategis, kondisi TI saat ini, visi arstitektur, portofolio aplikasi, landscape aplikasi, strategi TI, analisis kesenjangan, dan terakhir adalah ROADMAP. Waktu presentasi ya cukup kebantai sih, ditanya ini itu darimana asalnya, trus kenapa pake ini itu, hahaa... yah jawabnya spik-spik aja, kekekeee....oya untuk bikin landscape arstitekturnya pake TOGAF, disinilah pertama kali tau soal TOGAF, dan bakalan kepake banget ternyata ya buat bikin IT Master Plan gitu-gitu lah.





Oke, kembali ke dosen yang bilang infra itu gak penting, ternyata, pas balik ke kantor setelah lulus, infra itu puenting bangeeet..!! maha penting infra dengan segala duitnya, hahaa... ya karena model pembelanjaan PNS apalagi klo bukan buat beli BARANG? Nah disinilah kita musti pintar-pintar putar otak mau beli apa lagi disetiap awal tahun anggaran, pusing gak lo, bukannya mikirin belanja untuk pelatihan, license, sertifikasi, audit, dll. Eeh... kantor mah malah senengnya beli barang.. hahaa....

2. PSSI (Perencanaan Strategis Sistem Informasi) 
Gw kira bakal belajar apaan ya... ternyata it’s all about ITMP, yeaa. IT Master Plan, IT Blue Print, atau kalau terakhir-terakhir pas kerja sekarang namanya RISTIK (Rencana Induk Strategi TIK) yuhuuu... keren kan, hehee... belajarnya ngapain? Agak sedikit awang-awang, intinya adalah cara membuat ITMP itu, kayak konsultan/vendor yang dibayar ratusan juta!! Yeaay... langsung ngebayangin klo kerja bikin ITMP buat kementerian yang stafnya pada bodoh dan bayarin kita sebagai konsultan bermilyar-milyar, heheee...




Belajarnya text book banget bukunya ward and peppard, judulnya SPIS (Strategic Planing Information System), well bukunya keren, kata dosen sih begitu, dipuji-puji mulu sama dosen-dosen. Bukunya tebel, hhmm... tipikal buku yang disusun orang tua ya, gak terlalu jelas mendetailkan teknis, kebanyakan konsep dan awang-awang. Karena agaknya membuat PSSI ya bebas-bebas aja, setiap orang bebas berkreasi, supaya gak mandeg idenya dan sesuai dengan kebutuhan organisasi masing-masing.




So apa itu PSSI? Pertama kita belajar tentang evolusi peran TI, jadi dulu awalnya TI itu sekedar data processing, Cuma ngitung dan memproses data, lalu berkembang menjadi MIS (Management Information System), kayak website gitu... nah sekarang eranya Big Data, Data Mining, Data Warehouse, Forecasting. Katanya pencapaian tertinggi pengunaan TI adalah kalau sudah bisa memforecasting, meramal, memperkirakan, ya bener juga sih. Setelah evolusi kita juga harus mikir soal peran TI, TI-nya mo jadi apa? Naaah... dulu itu TI hanya sebagai support atau pendukung, mustinya TI yang baik itu adalah yang menggerakkan bisnis, dan dapat menciptakan peluang baru berkat penggunaan TI. Matkul ini mirip-mirip MIK (Manajemen Informasi Korporat, dijelasin nanti), Cuma disini belajar soal strategi teknisnya, SI-nya dan Infra-nya. Intinya si perencanaan dan pemetaan, pemetaaan SI dengan McFarlan Portofolio.

Kenapa butuh PSSI? Setiap pertemuan selalu ditanya dan dibahas, jadinya hapal deh, hahaa.... PSSI digunakan terutama untuk meng-align alias menyelaraskan antara strategi bisnis dengan strategi SI/TI, gak tau kenapa jadi SI dan TI adalah hal terpisah. SI adalah interaksi antar orangnya, TI adalah cara mencapainya/delivernya. Yah begitulah, mengawang-awang kan ya. Tujuan lain PSSI adalah agar tidak terjadi silo-silo (istilah yang bakal sering didenger kedepannya). Silo-silo adalah pulau-pulau informasi dalam satu unit bisnis/organisasi, banyaknya aplikasi dengan data yang sama, atau banyaknya aplikasi namun gak bisa saling berhubungan, atau banyaknya aplikasi yang gak jelas apa tujuannya, dan banyaknya unit organisasi dalam satu kantor yang bisa membangun aplikasi serampangan.



Bagi MTI itu semua BERBAHAYA, hahaa... jadi diperlukanlah PSSI agar setiap orang dalam perusahaan punya pandangan yang sama tentang strategi bisnis dan apa yang dicapai oleh bisnis, dan bagaimana TI bisa mewujudkannya, melalui strategis SI/TI, gituu ceritanya, fyuuh.... tujuan sampingan ya supaya tidak kehilangan momentum bisnis dan supaya tidak kehilangan pendapatan lainnya. Okey, cut the crab, stop omongan gak jelasnya, langsung ke tugasnya aja, yaitu membuat PSSI/ITMP.

Baik dosen ataupun asdosnya gualak banget, jutek lah pokoknya, dan sadis, ya ngajarin gitu-gitu aja, konsep doang, tapi teknisnya ga, ya kita cuma meraba-raba aja deh. Jadi intinya ya membuat PSSI itu adalah strategi, STRATEGI adalah membandingkan kondisi saat ini, dengan kondisi ideal atau yang ingin dicapai, lalu ada gap analysis, susun strategi dan roadmap, that’s it..!! udah itu aja, hahaa... ya ngemeng mah enak, pelaksanaannya gimana? Wkwkk... ya udah kita contoh lah bekas tugas senior kita, kekeee....

Langkah-langkahnya adalah seperti gambar dibawah, dah itu aja, itu muluuu yang dijelasin dengan kata mengawang, detailnya gak diajarin, toolsnya apa gak dikasih tau disuruh belajar sendiri. Intinya ada 3 phase, phase analisis kondisi saat ini, phase kondisi masa depan, dan phase strategi/roadmap. Hasil dari PSSI harus ada business IS strategi (aplikasi), IS/IT Strategy Management (pengaturan SDM), dan IT Strategi (Infrastruktur) di setiap phasenya, susah pokoknya, hahaa... kita ngerjain sekenanya aja, gak ngerti mo ngapain, pas phase-1 dikumpulin, jreng..jreng habis kita dibully, katanya analisisnya dangkal, kok halamannya dikit, mustinya halamannya banyak skitar 50an lah.. 



Disitu kita baru tau ternyata ini tugas serius, hasil akhirnya bakal ada ratusan halaman. Disitu juga baru dikasih tau analisis tuh toolsnya kayak SWOT, Value Chain, PESTEL, apaan lah, kenapa gak ngomong dari kemaren-kemaren nyet... hadeehh... dibully abis pokoknya, pakek diancem bakal gak dilulusin, sereeem dah... heheee... pake toolsnya gimana? CARI TAU SENDIRI... hahaa.... Lalu tibalah tugas phase-2, kita mulai serius, kita wawancara orang Telkomsel, kebetulan ada temen yang kerja disitu, mulai kita susun pertanyaan, rekam, bikin transkrip, bagi-bagi tugas, mayan, halamannya udah lebih banyak, wkwkkk...tugas kok dinilai dari jumlah halaman. Intinya tugas ini berkesan lah pokoknya, mana gw termasuk yang kelompoknya dapet perhatian dari asdos karena tugasnya masih kurang bagus, sial...



Berkesan capek banget tugasnya, musti banyak baca halaman yang banyak, lalu diakhir tugas ada presentasinya, dibully asdos, ahh capek... tapi worthed lah, karena ilmunya berguna banget, kita jadi tau proses membuat ITMP, jadi pas baca ITMP kita gak bingung kok tiba-tiba muncul ada aplikasi ini darimana, ternyata dari RENSTRA, atau darimana roadmapnya, dari analisis kondisi masa depannya, begitulah.. Dulu sebelum kuliah kita gak ngerti apa itu ITMP, apa gunanya, bacanya juga gak ngerti darimana dapetnya, sekarang udah tau, jadi klo ngobrol sama bapak-bapak lulusan S2 TI udah nyambung, dulu mah mereka ngomongin TI kita semua bengong deh.

3. MIK (Manajemen Informasi Korporat) 
Mata kuliah tentang manajemen,bisnis, dan strategi, wah kalo ngomongin MIK gak akan ada habis-habisnya, dan setiap ketemu temen lama atau reunian pasti yang akan diomongin ya tentang mata kuliah MIK ini dengan dosen fenomenal pak BR. Dosennya galak bro, hahaa... gak boleh telat, klo telat gak boleh masuk. Tiap jam kuliahnya, kita musti baca tema apa yang bakal diajarin, jadi musti baca silabus dan baca bukunya, karena kita disuruh ceritain apa yang kita baca, dan ada tanya jawab juga, gak bisa jawab atau gak ada yang mo ceritain? Bakal dimarah-marahin plus nilai minus, hahaa...



Sumpah dah, ini satu-satunya mata kuliah yang membuat jumlah mahasiswanya mau gak mau sering masuk dan jarang bolos, apalagi telat, udah gitu setengah jam sebelum kuliah dimulai kita bakal anteng di kelas baca-baca, hehee.... keren emang ye taktik bapaknya, bikin semua orang deg-degan sport jantung. Trus bisaaa aja bapaknya ngebully, ntar dibilang kenapa gak dapet beasiswa lah, kuliah di IPB lah, ketuaan lah, level S1 lah, gw lempar pake sepatu lah, sampe pernah dapet tugas yang ada presentasinya, trus kita gak bisa jawab apa itu IPO, wkwkkk...

Dah cukup lah soal BR-nya, kini soal kuliahnya, tentang... bisnis... yap... 100 persen bisnis dengan belajar full text book dari applegate, dosen harvard business school yang fenomenal itu. Ini ajarannya adalah tentang model bisnis, atau business model, bagaimana IT mendukung dan merubah model bisnis, bagaimana IT bisa selaras dengan model bisnis. Bagaimana menggunakan analisis Five Competitive Forces, McFarland dll. Asiknya adalah kita belajar lewat studi kasus, atau case study, entah kenapa kalau pake bahasa inggris lebih enak ya, hahaa... jadi di buku itu ada materi, lalu case study bagaimana peran IT dalam merubah model bisnis atau menjadi inspirator perubahan model bisnis, istilah kerennya Driven by IT. Studi kasus terkenal itu tentang American Hospital, Amazon, Layanan Tiket, bubble dot com era, kasus enron sehingga munculnya peraturan Sarbane-Oxley, dimana setiap perusahaan, terutama perusahaan keuangan/saham wajib menyimpan datanya dengan baik dan akurat.

Pertemuan 1-4 masih rajin tuh materinya ada di SCELE, kesininya gak ada, SCELE-nya kosong, hahaa... ya soalnya belajarnya cuma dari buku itu aja sih, jadi ya gak perlu donlod apapun dari SCELE. Gw cek di folder gw juga gak ada tuh slide materi apaan kek, karena bapaknya ngajar pake slide entah darimana, paling Cuma 4-5 slide, tapi bisa ngemeng sampe 2 jam, sambil bahas studi kasus yang di buku, tanya jawab, bully, ketawa-tawa, marah-marah, wah pokoknya horor, hahaa..... sport jantungnya itu lho, unik dan khas.

Studi kasus tuh kayak bahas Amazon, gimana dulu amazon berdiri, dari jualan buku, lalu berubah jadi jualan barang apa aja pake pihak ketiga, lalu berpartner dengan toys r us, nah peran TI dimana. Lalu studi kasus pelayanan tiket di amerika, dulu ada airlines yang masang dedicated line untuk pemesanan tiket ke counter-counter di seluruh amerika, naah, airlines lain gak bisa masuk, atau bayar sewa, karena jaringannya udah disediain sama si airlines yang canggih itu. Trus ada studi kasus tentang Enron, semacam perusahaan energi yang memanipulasi data keuangan sehingga terlihat selalu untung, jadi sahamnya selalu naik, padahal perusahannya bobrok. 



Secara substansi apa yang diajarin ngena banget dengan kehidupan sehari-hari, kita jadi tau peran TI, dan SDM di organisasi, bagaimana managingnya, GRC (Governance, Risk, and Complience)-nya berperan dalam penerapan TI. Bahwa TI, tata kelolanya, bukan sekedar teknologinya, sangat berperan untuk menjadikan TI sebagai penggerak bisnis utama, dan bahkan menciptakan peluang bisnis baru, berdasarkan analisis Five Competitive Forces buatan Porter. Selain hal diatas, kita juga belajar studi kasus terkini, yaitu trend e-commerce, Go-jek, Uber, dll. Apakah akan bertahan lama? Atau bakal terjadi bubble burst tahun 2000an dulu?



Menurut bapaknya, yang akan bertahan lama adalah Matahari Mall, karena mereka memang punya barangnya yang asli, kemudian dijual kembali lewat e-commerce. Menurut gw sih enggak, karena selain saingan udah banyak banget, kecenderungan orang-orang dan toko-toko tuh semakin mengarah ke kustomisasi dan konvergensi, mengerucut spesifik pada satu jenis barang. Kalau Matahari ya kayaknya orang dah pada males lah ya, liat aja pada sepi kan, hehe... yah Cuma menurut gw doang sih, apalah gw, Cuma butiran rinso, sekali kucek pun ilang.

Oya selain pak BR, dosen yang ngajar juga pak RS yang kata cewe2 sih ganteng banget, putih plus arab. Ahh gitu doang ganteng. Dah itu aja.

4. MPPI (Metodologi Penelitian dan Penulisan Ilmiah) 
Jreng..jreng... inilah mata kuliah paling horor, mata kuliah yang akan menentukan kelulusan kita smua, wkwkkk... karena klo gak dapet A/A- maka gak boleh ngerjain KA di semester 3, itu artinya harus nambah biaya seharga 1 motor vario, kata mas dian, calon CIO PLN. Wekekekekkk... kebayang kan betapa menyengatnya aroma persaingan di mata kuliah ini, yaitu bersaing dengan mata kuliah lain yang tugasnya juga sealaihum gambreng. Intinya, eh udah intinya aja, hahaa... ya intinya soal metodologi dan penulisan ilmiah. Dijelaskan bahwa level S2 itu problem solving bla..bla.. sama kayak kegiatan pas waktu OMB sih. Intinya adalah mencari masalah, penarikan masalah, studi literature, dan merancang metodologi.



Jujur, mata kuliah ini dengan dosennya pak RS memberikan pengalaman berbeda dibanding mata kuliah yang lain. Pikiran gw seakan terbuka, TERCERAHKAN lah pokoknya, amat sangat TERCERAHKAN. Karena apa yang beliau sampaikan tuh udah sesuai banget dengan pikiran gw selama ini, Cuma ya pikiran doang, gak sampe jadi tulisan apalagi slide. Slide-slide pak RS juga satu-satunya yang meriah berwarna dibanding mata kuliah yang lain, yah jadi bikin semangat aja setiap ikut kuliahnya, hehee... pada awal-awal kuliah masih asik banget kuliahnya, jadi soal cara berpikir manusia yang terbagi 2, yaitu ada rasional, emosional dan kultural. Lalu cara berpikir rasional pun bermacam-macam, ada yang secara statistik, matematika, logika, dan bahasa atau argumentasi. Kesemua hal itu, diperlukan untuk membuat keputusan, atau decision making, yang harus mengandung 3 hal, GOOD THEORY, GOOD DATA, AND GOOD METHODOLOGY, ituuuu terus yang diulang-ulang, and it’s all so true, gw sukak banget pelajaran kek begini.





Lalu apa itu penelitian (research)? Penelitian adalah kegiatan yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, dalam rangka meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu fenomena yang kita suka atau yang menjadi perhatian kita. Nah itu! Hehee... jenis-jenis penelitian ada applied (terapan), policy (kebijakan), positivist (develop law), intrepretive (aspek why, naratif, bercerita). Nah, di MTI akan heavy ke Policy research, yang terbagi menjadi 2, yaitu ada evaluatif, dan ada desain. Nah karena si bapak RS ini memang konsultan akut, jadi ya kita beruntung dapet ilmu soal konsultan gitu, misal tentang FGD dan kaitannya dengan intrepretive research, bahwa kebenaran itu ya adanya di setiap pikiran orang masing-masing, dengan FGD, semacam rapat, semua ide-ide dikumpulkan, lalu dicarikan polanya, dan menjadi suatu solusi, itu aja sih simpelnya.

Di minggu ke-2 mulai deh horornya, tugas 1 launching, yaitu bikin BAB-1, ya BAB-1, jadi tugasnya ke depan bikin BAB-1 sampe BAB-3 lengkap. Yang kalau nilainya A/A- berarti dah dianggap layak menjadi proposal KA. Oya untuk BAB-1 ini titik krusialnya adalah di problem analysis, apakah kita bisa menemukan masalah dengan tepat, bukan masalah yang dicari-cari, atau masalah yang dibuat-buat. Toolsnya adalah dengan fish bone, sama persis seperti OMB dulu. Wah, rasanya deg-degan, campur aduk, karena ini adalah tugas INDIVIDU, bukan maeeen.

Di sela-sela minggu kuliah, ada materi penghibur, yaitu soal Desk Research/Secondary Research, ini lanjutan materi soal jenis-jenis penelitian itu. Dinamakan Desk Research karena memang datanya adalah berupa kata/data hasil penelitian orang lain, yang kemudian kita gabung-gabung untuk mendapat pola dan menjawab asumsi/hipotesis kita. Fyuuh.. yah dinamakan penghibur karena memang gak ada peminatnya, wkwkk... kesannya sih gampang, tapi nyari datanya bakal susah, dan ribet, gak semua instansi mau ngeluarin data. Jadi ya, sebagai penghibur aja. Dan juga desk research juga belum terlalu ngetrend ya di Indonesia. Begitu kata si dosen.



Lalu berapa tugas BAB-1 guwe? Jreng.. jreng.. Cuma belasan, wkwkkk, Cuma 17 apa yak... itupun termasuk tinggi juga lho, banyak yang nol..!! ya nol..!! kita semua kaget pas dibalikin hasil tugasnya, karena ada semacam list penilaian, dinamakan borang, kita juga baru tau, wow!! Amat sangat presisi sekali list penilaiannya, bahkan untuk bagian RQ (Research Question) musti ada tanda tanyanya, dan itu ada poinnya. Dasar masalah ekspektasi dan realita, itu ada poinnya. Dan, banyak faktor yang bakal bikin nilai terhenti, misal dasar masalah kurang kuat, mengada-ada, atau gak selevel S2, bahkan jika penulisan referensi dan daftar pustaka salah sebanyak 5x, maka nilai terhenti, sadiisss!!. Yang jelas saat itu, hati gw terasa pupus, hancur, luluh lantak, terbayang musnah impian kuliah 3 semester, karena perjuangan untuk dapet A/A- makin berat, hiks..

Lanjut kuliahnya, ada pelajaran soal, SSM (soft system methodology), makin ke sini, makin kualitatif aja, karena itu memang keahlian pak RS sih, konsultan banget. Bahwa setiap orang punya ide masing-masing, kita musti temuin polanya, lalu kita jadiin rich picture, nah nanti akan jadi solusi, atau kebenaran sesuai konsensus pada saat itu, melalui FGD (Focus Group Discussion). Untuk kualitatif, metodenya ya hermeneutics, atau ilmu tentang kata, olah datanya lagi pake coding, tagging, atau yg lainnya, jadi kata itu diolah, dikasi kode yang semirip, dikumpulkan dan dianalisa, misal banyakan mana, atau maknanya apa.



Lanjut ke tugas 2, yaitu membuat BAB-2 yang isi utamanya adalah studi literature, atau literature review. Studi literature isinya ya tentang definisi atau istilah yang kita jadiin kata kunci dari RQ, misal RQ’nya evaluasi kepuasan layanan aplikasi bla...bla.. untuk mendukung bla.. bla... nah minimal punya 3 kata kunci. Trus dari masing-masing kata kunci kita cari definisinya, contohnya, dan penelitian sebelumnya dengan metode 3C2S!! Ya 3C2S tuh metode canggih, isinya Compare, Contrast, Critize, Summarize, dan Syntesize. Dari mana? Dari SUMBER TEORI!! Aaahhhh musti banyak bacaaaaa... dari jurnal, buku teks, KA sebelumnya dll. Pada fase inilah mulai banyak banget buka remote lib untuk mengakses berbagai macam database jurnal terkenal macam Proquest, Science Direct, IEEE Explore dll. Nilai gw di tugas 2 ini? Cuma 20an, hahaa... semakin pupus..



Perkuliahan selanjutnya diajar oleh Bu BP, seorang wanita luar biasa, ketua DSTI UI, semacam kepala TI-nya lah, oh, CIO-nya UI!! Kereen banget, ngajarnya detail banget, kebanyakan sih dia tentang kuantitatif, statistik, cara membuat kuesioner, menyebarkan kuesioner. Pokoknya diajarin bahwa semua yang kita tulis di KA harus ada contohnya di jurnal atau penelitian sebelumnya!!. Wah ribet, hehee... metode ajar dia simpel, kita langsung dibawa ke contoh jurnal, ada 3 yang menurut dia sangat bagus. Jadi mata kita dibukakan dengan belajar langsung dari jurnal, bagaimana mencari dasar masalah, mencari RQ yang kadang tersembunyi, mencari TF yang kadang bukan hanya gambar, lalu masuk ke metode, dan penyusunan kuesioner. Bagaimana kotak-kotak indikator dalam model TAM atau DeLone and McLean menjadi beberapa pertanyaan, dan pertanyaan itu bersumber dari mana, yah begitulah.

Ibu ini pokoknya keren, ngomongnya datar, jelas, tone-nya soft, namun menekan merangsek masuk ke dalam hati, nyelekit pokoknya kalo udah ngomong soal KA. Hahaaa..... dosen MPPI inilah dianggap sebagai dosen killer, kenapa? Karena mereka akan tau apakah KA kita sempurna ataukah KA kita cuma akal-akalan kita doang, kekekekee....

 Lanjut tugas 3, yaitu bikin BAB-3, itu tentang metodenya bakal pake tools apa, alur penelitiannya juga gimana, inputnya apa, prosesnya apa, trus output setiap kegiatannya apa. Disini gak terlalu ribet sih, intinya kita comot dari bab 2 yang menurut kita oke berdasarkan 3C2S, kita pilih aja dari situ, nah di bab-3 kita udah fix menentukan bakal pake apa, standar apa, misal langsung tulis pake AHP, atau ISO 27005, dll. Nilai gw? 60an kayaknya, wkwkkk... semakin pupus sodaraaa... perkuliahan pun juga lanjut sembari ngebahas jurnal-jurnal ala bu BP. Sambil kita ngerjain tugas 4!!

Tugas 4 adalah gabungan Bab 1 sampe Bab 3, jika hasilnya baik, maka niscaya bisa lanjut KA di semester 3, jika hasilnya buruk, ya silahkan bayar 17 juta lageee. Jadi tugas 4 itu ya simpel sih, cuma menyatukan apa aja yang udah kita buat dari tugas 1-3, kita perbaiki berdasarkan revisi setiap bab bagi yang bernilai di bawah 60. Naah, sebelum tugas 4 resmi dikumpulin, kita ada sesi waktu presentasi di hadapan dosen MPPI, dua-duanya!! Pak RS dan Bu BP, wow..!! konon saat presentasi itulah kita bakal dibantai layaknya sidang.

Kesempatan presentasi tuh 2 kali, ya si asdos selalu mendorong kita untuk ikut presentasi, tapi entah temen-temen kelas gw pada gak semangat tuh, wkwkk... mungkin karena udah tau ngapain presentasi toh nilainya juga bakal jelek-jelek juga kan. Alhasil presentasi sesi pertama ada beberapa yang daftar, Cuma 2 orang!! Cuma gw dan dimas, haduuuh... itu deg-degannya setengah mampus!! Kadang malu juga, udah tua kok masih takut, udah tua kok masih deg-degan, ya tapi emang faktanya begitu, wkwkkk...

Jreng..jreng.. dosen pun tampak kecewa, karena yang presentasi cuma 2 orang, ya sudahlah, mustinya si dimas yang presentasi duluan, tapi dia alesan mo ngeprint dulu, jadinya gw yang pertama, mampus!! Wkwkk... okelah bener aja dibantai, dasar masalah kurang kuat, gak ada pembanding, apa ukurannya, pake nominal bla..bla... apa itu heurmeneutics, kenapa pake itu, sudah berapa teori yang dibaca, bagaimana alat bantu itu bisa menyelesaikan masalah bla..bla... kedua dosen silih berganti membantai sekaligus memberi masukan untuk tugas 4 gw. Yah worthed lah, semua terbayar dengan pujian kedua dosen kepada kami atas keberanian kami untuk presentasi di kali pertama untuk semua kelas, saya yang pertama!!

Semua hal itu worthed, dan alhamdulillah.. nilai tugas MPPI saya A !!!!! wow!! Gw bahkan sampe gak percaya, gw cek ulang itu SIAK, iya bener selalu A. Ternyata semua nilai tugas 1-3 gak selalu linier, ada nilai kebijaksanaan disitu, terutama bagi yang nilainya selalu merangkak naik. Alhamdulillah luar biasa.

Belajar mata kuliah MPPI ini menurut saya enlighten banget. Disinilah kita tau soal berpikir rasional, macam-macam pemikiran, macam-macam metode penarikan kesimpulan, cara mencari masalah, tentang triangulasi, bahwa semua pernyataan harus ada dasarnya dari sumber teori. Pada mata kuliah ini pula kita berkenalan dengan database jurnal dan banyak banget baca jurnal, dan membaca jurnal itu sangat membantu kita berpikir logis, karena jurnal selalu disusun secara runut dan ilmiah. 

Fyyuuh... lelah dan capek banget banget di semester 2 ini, perjuangannya pakek keringat, darah dan air mata.. darah itu maksudnya mimisan ya, hahaa... karena terlalu sering tidur jam 2-3 pagi demi ngerjain tugas PSSI dan MPPI. Gw juga merasakan mual-mual dan mau muntah setiap inget deadline tugas MPPI dan PSSI. Baru di semester 2 inilah tau betapa kerasnya kuliah di UI karena banyak yang mengalami sakit, tipes dan demam berdarah di kelas sendiri dan kelas lain. Alhamdulillah kami enggak, berkat vitamin Ester-C dan sabun detol, serta rajin makan indomie rebus tiap malam, wkwkk...

ini meme yang tepat untuk semester 2 di MTI UI:




(trus, Dhis...?!!)

9.2.17

Semester I - MTI UI

SEMESTER I 
Kuliah dari hari senin-kamis, 1 hari untuk 1 mata kuliah, hari jumat adalah hari pengganti jika pas hari senin-kamis ada yang libur. Kuliah jam 7 malam sampai jam stgh 10 malam, diawali dengan makan malam, eh makan sore jam 5-7 sore, hehee.. jadi mau gak mau ya ngerubah kebiasaan makan malam jadi makan sore. Setiap semester ada empat matkul, dan gw akan jelasin setiap matkulnya, cerita dan kenangannya, wkwkkk... sekali lagi ini buat gw sendiri supaya gak lupa sama pelajarannya...dan kenangannya... teteup.... hehee....

Berat... ya sangat beraaat pas awal kuliah.. kerja di kantor jam 8 pagi sampe jam stgh 5 sore, lalu ke kampus, makan sore, trus masuk kuliah jam 7 malam, selesai jam stgh 10 malam, sampe rumah jam 22.00, beres-beres selesai jam 23.00, ngantuuuk banget, lemes, lesu, lelah, lunglai, lebay, hehee... asli, capek banget, tidur, besok paginya udah mulai kerja lagi... aahh.... capek.. beneran capek.... udah ah ngeluhnya, udah selesai ini kan kuliahnya, wkwkkk.... jadi gw akan jelasin per matkul yah

Oke sebelum ke matkul, ada yang namanya SCELE (Student Centered e-Learning Environment) ceritanya e-learning-e-learningan gitu, semacem website forum, ada pengumuman, lalu ada menu-menu mata kuliahnya, jadi kita musti enroll untuk mata kuliah kita, nah di menu mata kuliah itu nanti dibagi per thread per pertemuan, disitu ada bahan kuliah, silabus, presentasi, bahkan suka ada pertanyaan-pertanyaan dari dosen atau mahasiswa. Di SCELE juga sebagai tempat untuk submit tugas kuliah, jadi dosen atau asdos akan menyiapkan dropbox, ada due datenya juga itung mundur, lalu kita bisa upload tugas, nanti konfirmasi upload dikirim ke email kita.



Selain SCELE ada yang namanya SIAK (Sistem Informasi Akademik Mahasiswa), semacem website tentang mahasiswa, kita sendiri, ada menu kalender akademik untuk tahu jadwal kuliah, libur, ujian, dll. Ada menu riwayat akademis, nah ini menu yang selalu dibuka pas abis UTS dan UAS, karena untuk ngeliat NILAI, hahaa.... jadi semua nilai-nilai kita diupload di sini, mulai dari nilai quiz, tugas, kehadiran, UTS, UAS, sampe nilai IP dan IPK. SIAK juga sebagai tempat memilih mata kuliah pilihan di akhir semester 2 nanti. Oke, kembali ke mata kuliah semester 1.

1. JKKD (Jaringan Komputer dan Komunikasi Data) 
Di UI ini ternyata semua mata kuliahnya pake singkatan untuk mempermudah penyebutannya, JKKD ini belajar tentang... well, pertama kita dikasi silabus tentang jadwal pertemuan dan materi yang disampaikan, dan itu real rencananya, asumsi gak ada kejadian force majeur, hehee... materinya gw banget lah, soal elektro-elektro gitu, jadi tentang jaringan komputer, LAN, WAN, media penyampaian, dll, semisal kabel UTP dan sebangsanya, macam-macam gelombang mikro, kabel fiber, RFID, Zigbee.



Ilmu baru yang didapat tuh ya soal pemakaian RFID, Big Data, Zigbee, kabel fiber generasi terbaru yang sangat cepat tapi cuma bisa jarak pendek untuk di data center. Kemudian kita juga belajar soal pertukaran data, konversi data gimana supaya data bisa dikirim dengan cepat dan bebas error dan noise serta dapat disampaikan secara real time.



Pengajarnya masi muda, namanya mas Bay*, klo liat di Linkedinnya dia lulusan S3 Denmark, wow..!! hehe... jadi kebiasaan temen kelas klo ada orang baru, maka langsung liat Linkedin, mungkin karena kebanyakan swasta kali ya, gw aja gak ngerti apa itu Linkedin, seringnya dapet email begitu juga gw ignored. Jadi Linkedin adalah semacam FB tapi isinya riwayat pekerjaan dan testimoni bos atau temen-temen kantor, well, buat nyari kerjaan dan ngebajak orang.

 Yang berkesan adalah.. kuis dilakukan setiap akhir mata kuliah, soalnya pilihan ganda cuma 5 biji doang. Strategi yang bisa banget, jadi klo mahasiswa gak masuk, ya gak dapet kuis, walopun kuisnya cuma 3%, lah dikali 12 kali pertemuan dah berapa tuh, xixiiii... yang lucu adalah ketika pertanyaannya ambigu, jadi jawaban dan pandangan tiap orang bisa beda-beda, wkwkkk.... kadang gw pikir juga ambigu, yah mo gimana lagi, kagak bisa protes lah, kata dosennya karena udah ditentukan sama dosen seniornya, namanya pak YZD.



Pak YZD ini unik emang yak, dia ngajarnya itu selenge’an, santai, suka nanya pertanyaan garing semacem ”kenapa ini begini?” sambil nunjuk ke layar presentasi, kita udah jawab dengan ilmiah dan berusaha mikir dengan keras, eh dia bilang ”karena si penulis pengennya ya begini” wkwkkkk.. but overall mata kuliahnya fun, buat gw yg elektro dan pernah CCNA kali ya, namun agak sulit bagi temen yang lain yang full programmer.

2. PSI (Perancangan Sistem Informasi) 
Ketakutan terbesar gw adalah ketika belajar atau ada mata kuliah yang ada programming-nya, secara gw gak bisa!! Padahal kerja di lingkup TI, hehe... ya alhamdulillah ya, walo background gw elektro, ya ngecap-ngecap dikit soal TI bisa lah. Makanya pas OMB dijelasin soal jalur mata kuliah, jadi di MTI ini, mata kuliah pilihan ada jalurnya, misal jalur governance, enterprise, business intelligence, dll. Dan gw dengan polosnya angkat tangan untuk bertanya “kalo yang cocok untuk yang gak bisa programming yang mana pak?” dan semua pada ngetawain, wkwkkk... yea that’s me.



Lalu ketemu matkul PSI ini, gw kira bakal programmer akut, ternyata enggak! Yes..!! jadi inti dari kuliah ini bagaimana kita menjadi business analyst, bagaimana kita berpura-pura jadi tim vendor/konsultan yang ingin membuat aplikasi/website, dan juga berpura-pura sebagai klien yang ingin dibuatkan aplikasi/website. Awalnya kita belajar tentang proses bisnis, jadi yg namanya aplikasi/website itu mengubah proses bisnis, atau seenggaknya memudahkan, menyederhanakan, atau menciptakan proses bisnis yang baru, intinya sih gitu.

Dosennya ada dua, yang utama bapak SA, dan juniornya bapak HG. Dengan dosen utamanya dia ngajar soal apa itu aplikasi/website, gimana cara buat tim-nya, gimana membuat use case. use case adalah skenario interaksi hubungan antara manusia dan aplikasi, jadi si manusia/user ini bisa ngapain aja di aplikasinya, dan aplikasinya akan merespon seperti apa. Selain itu dosen utama juga ngajarin tentang aplikasi untuk PSI, yaitu RUP (Rational Unified Process). RUP semacam aplikasi untuk memantau perkembangan PSI, dan mengenerate dokumen PSI. Soo... it’s all about document!! Ya, DOKUMEN!! Dokumen apa? Nanti gw jelasin.

 Sedangkan si dosen juniornya, jelasin tentang BPMN (business process modelling notation), intinya sih ngegambar proses bisnis pake diagram, ada juga activity diagram, swim lane, dll. Intinya GAMBAR, jadi ada dokumen, ada gambar juga. Yang berkesan adalah, di matkul ini lah pertama kali kita dibuatkan kelompok oleh pak SA, sekitar 5-6 orang, disinilah pertama kali gw berinteraksi dengan orang asing dan harus bekerja sama, hehee... Dengan membuat proses bisnis, kita bisa paham cara kerja suatu unit organisasi, lalu kita bisa tahu proses bisnis mana yang kita bisa sederhanain, tambah, atau bikin baru. Dengan proses bisnis kita bisa buat use case, dan interaksinya dengan aplikasi.

Lalu RUP dan dokumennya apa? Nah disini intinya, RUP semacem aplikasi buat menge-trace perubahan-perubahan selama PSI. Bagi kuliah, perubahan selama PSI itu penting dan musti dikelola, change requirement, change request, dll. Selain itu RUP juga menghubungkan kebutuhan-kebutuhan PSI. Kebutuhan PSI itu apa aja? Bukan cuma aplikasinya bisa ngapain aja lho ya, yang dimaksud kebutuhan adalah jauuuuh lebih ribet dari itu, ya lebih mengawang-awang, kebutuhan yaitu dokumen yang isinya sbb:



 Jadi pertama kita musti define STRQ (Stakeholder Request), trus turun ke bahasa tingkat tinggi VISION, dari VISION menjadi NEED, lalu FEATURE, USE CASE dan SUPPLEMENTARY, yah pokoknya begitulah. Jadi gak ujuk-ujuk kita nentuin aplikasinya bisa ngapain aja, tapi kita tentuin sebelum itu kebutuhannya apa, dan software requirementnya seperti apa.
Kemudian tugasnya, tugas kelompok yang membuat dokumen PSI dari aplikasi yang udah ada, musti real, jadi kelompok kita sepakat make kantor Om Indra sebagai studi kasus, yaitu aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian, ya kita pelajari menu dan fiturnya, nah dari situ kita buat dokumen PSI-nya dengan RUP seperti kebutuhan-kebutuhan yang tadi dah dijelasin. Baru kali ini kerja kelompok, ya unik aja, jadi kita tentuin siapa yang bikin ini, itu, siapa yang bikin traceability, siapa yang nyatuin dokumen, jadiin PDF dan upload, hahaa... ribet bet...

Intinya... intinya mulu, hehee... pokoknya penutup, matkul ini memberikan pencerahan kepada gw bahwa yang namanya membangun aplikasi tuh idealnya musti kayak gitu, musti ada analisis proses bisnis, bikin use case, bikin kebutuhan-kebutuhan kayak tadi, ada requirement management, ada traceabilitynya, ada form change request, membangun aplikasi juga memakai sistem yang iterative (Iterative Development Life Cycle). Nah selama ini dikantor jauuuh banget dari kayak gitu, cuma rapat dan rapat, perubahan bisa seenaknya, dan paling parah GAK ADA DOKUMENTASI-nya, wkwkkkkk...



Yang berkesan adalah, ini tugas pertama yang ada kelompoknya dan diakhir kuliah ada PRESENTASINYA..!! wow..!! jadi ya emang kuliahnya gak ada UAS, jadi diganti dengan presentasi, amat sangat deg-degan, hahaa... udah kayak sidang, jadi per kelompok presentasi di depan dosen aja, gak ada temen yang lain, ditanya per orang, per pekerjaan, ngeri lah pokoknya. Sebelum maju gw gak bisa makan, gak nafsu makan, wkwkkk...

 Ralat: nama aplikasinya ternyata Requisite Pro, hehee...

3. PMRPL (PM Rekayasa Perangkat Lunak) 
PM-nya gw lupa, dan setelah gw bongkar data-data di laptop, ternyata PMRPL adalah Proses dan Manajemen Rekayasa Perangkat Lunak, hehe.... selalu ada hal baru buat gw setiap ketemu mata kuliah baru di semester 1, ya maklum, namanya baru masuk kuliah kan. Jadi namanya aja ribet PMRPL, ternyata isi mata kuliahnya ya tentang STANDAR dan AUDIT, well, mirip-mirip lah standar dan audit.



Jadi standar apa? Standar tentang Tim, Proses, Unit Kerja, pengembangan aplikasi/sistem informasi. Gw nyebutnya aplikasi ajalah ya, kepanjangan klo SI (Sistem Informasi). Istilah-istilah yang menarik yang muncul adalah software process, software development. Kita belajar apa aja sih tingkatan-tingkatan pengembangan aplikasi. Intinya sih dua kata KEMATANGAN dan KAPABILITAS. Di PMRPL ini kita belajar tentang CMMI (Capability Maturity Model Integration). Atau sering kita sebut cemiw. 



Jadi CMMI itu adalah suatu standar, standar adalah dokumen yang isinya kayak poin-poin atau pasal-pasal kegiatan yang harus ada atau dilakukan. Nah, poin-poin kegiatan itu merujuk kepada tingkatan-tingkatan kematangan dan kapabilitas yang dinyatakan dengan level. Jadi misal kematangannya level berapa? Kapabilitasnya level berapa?. Untuk kematangan ada level 1-5, dan kapabilitas dari level 0-4. Tingkat kematangan dan kapabilitas ini bisa untuk tim pengembangan, proses pengembangan, dll. Ada yang namanya level berdasarkan stage, yang 1-5, ada juga yang level berdasarkan continous, yang 0-4.



Nah klo stage 1-5 itu levelnya musti bertingkat, misal level 2, musti lulus level 1, level 4 musti lulus level 1-3. Lulus maksudnya memenuhi poin-poin standar di setiap level, yaitu PROSES AREA (PA). Proses area adalah... yang gitu deh, semacem area atau jenis kegiatan. Tiap level punya PA-PA berbeda, nah tiap PA punya poin-poin kayak pasal-pasal yang harus dipenuhi atau ceklist dalam bentuk bukti kegiatan, misal dokumen, bukti email, invoice, foto, posted-it, dll.



Matkul ini gak lepas dari yang namanya tugas kelompok, jadi kita musti menilai atau mengassess suatu unit kegiatan pengembangan software untuk kita nilai kematangannya. Udah ada format excelnya, kita Cuma isi ada, sudah berjalan atau belum, lalu dikasih catatan, nanti keluar deh hasilnya berada pada level kematangan berapa. Waktu itu kita pake studi kasus di kantor om pras, PT. Mediatrac.

CMMI ini ternyata udah mendunia lho, pernah tuh dosennya bukain web daftar negara-negara pemegang CMMI, misal vietnam, singapura, bahkan Filiphina udah ada beberapa perusahaan yang punya sertifikasi CMMI, indonesia? Belum ada..!! wkwkkk..... gilak yak. Jadi punya CMMI itu bisa membuat posisi tawar perusahaan pembuat software makin bagus. Semakin tinggi level CMMInya berarti semakin banyak dokumentasi dan semakin baik dalam pembuatan sofwarenya. Dosennya juga bilang orang indonesia belum ada yang jadi assessor CMMI, padahal gajinya ratusan dollar per jam!! Iya diitung per jam loh.

Kita juga belajar soal penting gak sih punya CMMI? Karena kesannya CMMI ini heavy banget, terlalu banyak dokumentasi, padahal gimana dengan perusahaan pembuatan sofware yang kecil? Mereka juga perlu standar dan sertifikasi? Naaah... CMMI menyediakan assessment gak hanya berdasarkan stage, tapi juga continous itu berdasarkan PA, jadi perusahaan bisa lho ingin fokus beberapa PA tertentu aja tanpa harus mengambil semua PA yang gak terlalu sesuai dengan kondisi perusahaan. Yang berkesan adalah, baru kali ini gw tau kekuatan sebuah kata-kata. Standar itu ya intinya Cuma sebaris kalimat atau kata-kata yang musti dijalankan dan dibuktikan dengan dokumen, foto, dll.



Dosen utamanya pak EK, ngajarin hal umum tentang CMMI, lalu pak AF ngajarin soal PA-PAnya per poin-poin, lalu ada pak SBW yang ngajarin soal metode pengembangan aplikasi, jadi metodenya terbagi dua, yaitu Heavy dan Agile. Heavy itu normal kayak waterfall, prototyping, Spiral dll, nah klo Agile (tangkas) ada Scrum, XP dll. Agile tuh klo kata temen, jadi tim-nya kecil, semua harus punya keahlian yang sama dan tinggi, jangka waktu 2 minggu selesai, tiap pagi harus meeting dan ada deliverable (output produk), pokoknya kata temen pusing, karena ya itu musti cepet dan singkat.



4. TSBD (Teknologi dan Sistem Basis Data) 






Nah ini dia mata kuliah yang menurut gw agak membuat takut, bukunya tebel, nama bukunya connolly, eh semacem itulah. Sks-nya 4, trus ada lab-nya, wow..!! ini mata kuliah pertama dalam S2 gw yang ada lab-nya. Gw dah kebayang bakal coding-coding semacem itulah. Dosennya sih asik kok, ibu-ibu gitu, bu YV namanya. Ngajarnya juga jelas dan text book sesuai dengan buku text-nya. Yang diajarin apa ya? Ya tentang dasar-dasar DATABASE, bahasa indo-nya database itu ternyata BASIS DATA, hahaa.... gw gak ngeh tuh awal-awal.



So, gimana matkulnya? Bagi gw? SUSAH.. susah banget!! Intinya matkul ini sih selaras dengan Database System Development Lifecycle (DLC). Jadi dimulai dengan database planning, design dst. Design terbagi 3 lagi, ada konseptual, logical, dan physical. Nah, pelajaran database sampe logical aja. Tapi Masya Allah, gw kagak ngerti, apa itu field, apa itu attribute, apa itu ER (Entity Relationship). Jadi gimana? Apa yang terjadi sama gw? Gw bela-belain belajar tiap malem itu buku connollynya, kata per kata, kalimat per kalimat gw hayati bener-bener, sampe gw baru ngeh dan paham.

Untungnya bukunya emang enak dibaca dan jelas banget. Sistemnya pake studi kasus, jadi ada ceritanya, sebuah perusahaan properti sedang ingin membangun database buat data properti mereka, tadinya udah punya database tapi berbasis kertas, diliatin deh tuh kartu-kartu database, misal ada alamat rumah, pemilik, harga, lokasi, lalu ada juga database tentang pembeli, kantor cabang dan lain sebagainya, gimana desain databasenya? Jadi buku itu ceritain prosesnya secara bertahap sesuai dengan DLC, mulai dari planning, sampe ke desain, trus ke physical trus maintenance dan mikirin securitynya juga, so buku itu lengkap.

Teringat dulu pas belajar database pertama kali pas SMP belajar DBASE 3PLUS, hahaa..... trus pas SMA belajar ACCESS. Jadi, sebelum ke aplikasi databasenya, kita musti bikin MAP, semacam peta konseptual yang gambarin antar field, di dalam field ada attribut. Field itu semacem tabel, misal tabel data pembeli, tabel data penjual, tabel transaksi. Attribut itu yang kolom-kolom di tabel itu, nama, alamat, jenis kelamin, jumlah transaksi, dll. Naah... tentunya tiap tabel punya keterkaitan kan? Misal tabel pembeli ke tabel transaksi, tabel penjual ke tabel data perumahan, nah inilah yang dinamain ER itu tadi, apa hubungannya? Yaitu multiplicity, terdiri dari cardinality dan participation. Cardinality tuh jumlah maksimal kegiatan (occurance), participation tuh menentukan apakah tabel itu wajib diapa-apain apa enggak.



So membaca tabel PETA ER tuh jadi kayak baca strategi perang, dengan gambar dan tabel. Ada hubungannya, ada jalurnya, ada tanda panahnya, seruu siih, tapi ya belajarnya Cuma sebentar, karena setelah konseptual kita ke logical. Nah ini susah lagi, jadi logical itu intinya normalisasi, tabel-tabel yang dah kita buat tadi pasti banyak yang redundan, ada kolom yang sama yang ada di tabel laen kan? Itu harus diilangin karena akan menyebabkan update anomalies. Jadi kita musti normalisasi dengan berbagai tingkatannya.

Susah bener, sekali lagi gw musti belajar saban malem menjelang tidur, capek. Setiap tabel tentu punya attribute, dan ada attribute yang kita pilih harus jadi primary key dan unik. Lalu kita harus tentuin Functional Dependencies, yaitu ketergantungan unik antar anttribute. Kita harus mastiin gak ada Transitive Dependencies, klo ada musti didekomposisi. Oh My Goat, banyak huruf-huruf dan simbol-simbol udah kayak kalkulus aja, wkwkkk... serius ini susah banget. Tingkatan normalisasi pun macem-macem, dan pas ujian kita musti normalisasi ke 3NF.



 Ada tugas kelompoknya, yaitu bikin desain database konseptual dari studi kasus. Jadi kasus ceritanya ada orang yang bikin aplikasi penginapan, ya semacam booking.com dan sejenisnya. Nah kita disuruh bikin desain databasenya, ada tabel nama hotel, jumlah kamar, identitas penyewa, pemilik hotel, tabel untuk transaksi keuangan. Jadi kita musti desain databasenya, hubungan multiplicitynya, dekomposisinya, dll.



Apakah selesai kesusahan saya? Belum!! Masih panjang ternyata. Setelah selesai dengan bab konseptual, logical dan normalisasi, trus masuk ke bab penghibur lah tentang security, raid, server, aplikasi database, macam-macam hak akses, user view, dll. Trus kini masuk ke bab... jreng-jreng, Bab SQL..!!! yak SQL, oh nooo.... bahasa planet yang gw gak ngerti, wkwkkk... so SQL is Structured Query Language, yang bagi gw masih misteri adalah, QUERY itu apa??!! Googling juga gak nemu, hahaaa... jadi kadang orang enak aja ngomong dengan kalimat menempatkan kata QUERY di tengah kalimat, yang sama sekali gak bisa dibahasa indonesiain. Jadi, biarkan lah QUERY tetap menjadi misteri sepanjang masa.

Jadi SQL itu, intinya adalah mengimplementasikan design database kita tadi, setelah melalui proses normalisasi, untuk dimasukkan ke dalam aplikasi DBMS, kita bisa create table, bla..bla... masukin ini itu, netapin karakter ini itu, bla..bla... nah, di matkul ini bab SQL nya digunain untuk nampilin datanya, yak nampilin datanya, misal kita mo nampilin pegawai yang alamatnya di kita X aja, atau nampilin transaksi yang lebih dari jumlah tertentu, itu semua pake bahasa planet yang namanya SQL. 

Selain belajar di kelas, kita juga belajar di LAB, dengan asdos mas BG, dia ini keren banget plus nerd ya, tipikal anak TI lah ya dengan jenggotnya itu, ikhwan banget kliatannya ya. Jadi di LAB itu kita belajar aplikasi Postgre apa ya, itu semacem kayak aplikasi MySQL, tapi entah yang dipake itu Postgre karena katanya gratis, wkwkkk... jadi di aplikasi itu kita punya akun masing-masing, ceritanya kita ya kayak di buku connolly itu, bikin database, create table, masukin data-data apalah, lalu latihan nampilin datanya lewat perintah SQL atau QUERY apalah apalah..



Apakah cukup sampai disitu? Hoho.. tidak, ada tugas laen lagi, yaitu tentang business intelligence. Jadi chapter terakhir-terakhir buku connolly ada tentang data warehouse, data mining, bussiness inteliigence. Intinya sih soal penampilan data ya, jadi klo tabel normal itu kan Cuma baris sama kolom, nah dalam konsep data mining dan data warehouse serta OLAP (Online Analytical Processing) itu tabelnya bentuknya kubus. Cara penampilan datanya dengan slice, atau dipotong untuk menampilkan data yang kita inginkan. Itu OLAP ya, kalau data mining ya kegiatan memproses data yang tidak diketahui, tidak valid, dan tidak aktif, menjadi informasi yang berguna bagi bisnis dengan cara menemukan pola-pola yang menarik. Ada teknik clustering, ascosiation, dll.

Tugasnya adalah untuk memforcasting suatu data dengan data mining. Jadi ceritanya ada suatu toko atau swalayan, dia punya data penjualan, naah dia pengen tau klo konsumen belanja dengan nilai berapa konsumen itu mau redeem pointnya. Jadi kita dikasi data excelnya yang isinya data penjualan dan data redeem point konsumen, nah kita disuruh cari tau pola terbaik dari teknik data mining untuk melakukan prediksi. Pake aplikasinya terserah, yang terkenal diantaranya rapidminer, weka, dll.

Susaaaahh banget sih..!! kagak ngerti. Pokoknya setelah berbagai drama dilalui, tadi awalnya pake rapidminer, kok gak nyampe-nyampe ya, hang terus, terus butuh resource RAM yang gede banget, mana temen kelompok gak mikirin, hadeehh, kita ampe ngumpul di Fasilkom UI buat ngerjain bareng, wow ada Yoshinoya di sana, hehe... Akhirnya nyerah, pas malam menjelang pagi gw pake weka aja, karena bini pake weka lancar jaya aja tuh, ya udah ane ikutin aja sampe mohon-mohon minta diajarin, step by step, satu demi satu, akhirnya bisa. Intinya sih kita nyuruh si weka ngeproses excel yang dipake berdasarkan formula data mining yang udah ada, jadi kita semacem nyuruh weka belajar jadi machine learning, nunggunya bisa cepet bisa lama, tergantung formula yang kita pilih. Setelah learning selesai, kita suruh si weka forecasting data excel yang satu lagi, nah ntar keluar ketepatan persentase prediksinya, 90% kah, 88% kah, dll. Jadi intinya itu doang sih.



Yang berkesan adalah ini tugas pertama yang gw kerjain sampe pagi, gak tidur broh!!, baru tidur jam 8 pagi. Sumpah dah, ini nih yang kata asdos musti pinter-pinter cari temen kelompok, hahaaa.... pokoknya setelah selesai legaaa banget rasanya, dan kliyengan.

Akhirnya UAS semester 1 selesai, saatnya liat nilai-nilai di SIAK, hahaa... saban hari nengok-nongok SIAK sapa tau ada nilai baru yang keluar, dan bakal heboh di grup WA kelas. Sambil nikmatin liburan, 2 bulaaaan..!! yess... !! ada 1 matkul yang ampe batas pengisian nilai SIAK kok lom muncul-muncul, ternyata kata sekre emang bapaknya telat... aahh kecewa... padahal matkulnya selalu berbicara soal SETANDARRR... kata si mpit, klo sampe batas pengisian blom keisi dan musti extend, berarti B udah di tangan. Ya sudah lah yaa... yang penting libur, stress..!! karena semester 2 bakal lebih stress lagi, karena ada matkul MPPI.



(trus, Dhis...?!!)

30.1.17

S2 - Magister Teknologi Informasi


Huaaa... dah lama banget gak nge-blog..! terakhir nge-blog itu 2015.. hampir 2 tahun yang lalu..!! gela..gela... kemana aja gw selama ini? Hayo kemana..? penasaran kan?! Haha.... kemana eeaa.... saia... saia... KULIAH S2..!! yak saia kuliah S2... bermula dengan tidak adanya kerjaan sepulang kantor, leyeh-leyeh nonton streaming film gak jelas sampe begah mo nonton apaan lagi.. lalu kami, saia dan istri memutuskan untuk melanjuntukan kuliah ke jenjang S2..!!

Jadi ya, selama kuliah saya gak nge-blog, selain karena emang gak ada kerjaan, eh salah, karena emang tugasnya buanyaaakkk bangett bangeett..!! dan kini 3 semester telah berlalu, dan saia bersyukur bisa lulus dengan cepat, 3 semester..!! lulus S2 dalam 3 semester adalah pencapaian luar biasa yang telah saia tempuh dengan perjuangan berat, dengan keringat, darah, dan air mata (darah itu maksudnya mimisan) hahaa.... lebay sih, tapi gak lebay juga, karena emang beraaaat banget perjuangan kuliah kemaren.

Oleh karena itu, saya akan menceritakan seluruh perjalanan, cerita, perjuangan, dan kisah-kisah nyata selama berkuliah S2 di MTI UI, Salemba, Jakarta. Selain karena untuk kenang-kenangan juga, supaya jadi pengingat buat diri sendiri agar gak lupa sama pelajaran-pelajaran/mata kuliah selama saia kuliah. So stay tuned... it’s gona be a loooong story.

HUNTING TEMPAT KULIAH 
Musim semi 2015, jiaelaahh... pake musim semi... wkwkk.... skitar januari-februari 2015 (masih musim dingin klo di eropa sih) kami mencari-cari tempat kuliah skaligus beasiswa yang available dan layak. Pertama untuk tempat kuliah pertimbangannya adalah pengen yang di luar negeri dengan beasiswa tentunya, atau dalam negeri tapi deket sama kantor, sehingga bisa pulang pergi kantor-rumah-kampus. Untuk luar negeri sepertinya berat ya, ninggalin rumah, keluarga, kan barusan juga pulang dari luar negeri, masa ke luar negeri lagi, masih kangen kangkung dan tahu-tempe, wkwkk... 

Kemudian tempat kuliah juga nyari yang negeri atau swasta, well, untuk swasta kok lebih murmer daripada yang negeri ya, sebut saja Bin*s, Guna**rma, Mer**buana, dll. smua tampak menggiurkan, lalu nyari beasiswa ada beasiswa LPDP, Spirit, dll, beasiswa-beasiswa semacam itu yang hanya menerima calon mahasiswa SUPER nan ekstrovert, gela aja, ada persyaratan kek gini: pernah menjadi ketua organisasi, berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, membuat essay tentang apa saja yang pernah dilakukan untuk membantu lingkungan. Lah... apa kabar gw yang introvert akut, tetangga aja kagag kenal, hahaa..

Lalu ada juga pilihan seperti UT (Universitas Terbuka), tapi kok pilihan jurusannya sadis amat, adanya manajemen perikanan atau manajemen tata kota, seet dah. Oke..oke... long story short, kami menemukan pengumuman beasiswa dari Kemenkominfo untuk berkuliah di MTI (Magister Teknologi Informasi) UI (Universitas Indonesia). Sistemnya kek gini, kami membuat surat lamaran, lampirin berkas-berkas semacam SK PNS, surat rekomendasi dari atasan bla..bla... dan juga kami harus tetep lulus ujian SIMAK-UI. Kata orang sekre-nya, lulus SIMAK-UI blum tentu lulus beasiswanya, karena beasiswanya ditentukan oleh orang Kominfo. Yah walopun agak slek juga sih sama kantor, karena sebenernya beasiswa kominfo mengharuskan calon mahasiswa untuk tugas belajar, yang notabene berarti gak masuk kantor selama kuliah, pangkat dan gaji tetep jalan, dan itu emang normalnya begitu dan mayoritas penerima beasiswa juga begitu, eehh... kami cuma boleh ijin belajar, yaitu kuliah, sambil bekerja!! Wow!! Pagi sampe sorenya kerja, lalu sore sampai malam jam 21.30 kuliah, plus ngerjain tugas..!! SUPER..!! hehee.... ya gak apa-apa sih, ikhlasin aje yee...



Jadi kami ikutlah ujian SIMAK-UI yang mahal alaihum gambreng sebesar 700rb per gelombang, ujiannya di depok, jam 7 pagi. Ujian TPA dan Bhs Inggris. Untuk TPA kayaknya sama kayak di buku-buku TPA pada umumnya, Cuma ini lebih.... bukan lebih sulit, tapi lebih banyak..!! haha... lebih banyak pilihan jawabannya, lebih banyak angka-angkanya.... intinya sih waktunya gak cukup..!! bener-bener gak cukup. Untuk bhs inggris persis sama dengan Tes Toefl tanpa listening ya, dan skali lagi, ini gak sulit, tapi lebih banyak, lebih banyak paragrafnya, wkwk... klo mah buku-buku toefl itu byasanya cuma 4 paragraf dalam 1 wacana, klo SIMAK-UI beda, dia ada 5-6 paragraf, jadi intinya waktunya gak cukup. Oya untuk ujian TPA yang paling akhir ada semacem ujian.. logika urutan ya, misal budi rumahnya disebelah mirna, mirna suka makan mie ayam, adi juga disebelah budi... on and on, dst, nanti pertanyaanya kayak budi suka makan apa... yang kayak gitu-gitu... dan itu banyaaaaak banget soalnya, susyaaah..!! gw aja gak bisa jawab, hahaa... takut kena nilai minus.

Hasilnya gimana? Bagai halilintar menggelegar menyibak awan, saia dinyatakan tidak lulus, dari 10 teman kantor lainnya, yang lulus hanya istri saia dan satu orang lagi, wow.... pintar banget dia emang, hehee... ya sudah, untungnya SIMAK-UI itu ada 2 gelombang, jadi saia coba lagi di gelombang ke-2, kali ini gak ngoyo, gak banyak belajar, karena saia liat istri saia gak terlalu belajar banget kok lulus, ya sudah, saia pasrah ajah, dan hasilnya lulus... yes... LULUS SIMAK-UI aja itu udah pencapaian lho, karena banyak yang gak bisa lulus SIMAK-UI, berkali-kali pun ikut ujian, ya saia bersyukur, alhamdulillah.

OMB (Orientasi Mahasiswa Baru)
Kirain bakal ngebayangin ada pelonco2nya gitu pake jaket almamater, hehee... ternyata enggak. Oya sebelum OMB kita musti daftar ulang gitu, jadi seluruh calon mahasiswa yang lulus SIMAK-UI harus daftar ulang di UI Depok di gedung balairung, dari meja ke meja nyerahin berkas-berkas, dicek ijazah dan transkrip S1 aslinya, trus dapet kartu ATM, Kartu Mahasiswa, dapet Jaket Kuning sebagai almamater UI, bangga sekali rasanya. Berkuliah di UI memang udah jadi impian masa kecil, karena banyak om dan tante yang berkuliah di sana, mungkin juga karena saia sudah terbiasa melihat stiker-stiker UI yang ditempel di lemari, meja, pintu, dll di rumah nenek.

OMB itu minggu terakhir bulan agustus, sekitar 1 minggu, senin, selasa, rabu, jumat, atau senin, selasa, kamis, ya. Cuma duduk, dateng, diem, denger, ya, kebanyakan sih melihat dan nyimak presentasi. Diawali dengan perkenalan orang2 sekre, ketua jurusan, perkenalan jam kuliah, dan yang paling mencengangkan, yang kita tidak tahu sebelumnya, ternyata.... DAPET MAKAN SELAMA KULIAH..!!! gila gak tuh, hahaa... padahal gak ada diiklan brosur MTI-nya, klo ada iklan macem itu pasti banyak yang daftar deh, hehee.....


Materi OMB antara lain: apa ya...mulai lupa deh, cek di laptop juga gak ada hehee... pokoknya tentang bahasa indonesia ya, cara menulis yang baik dan benar, penalaran ilmiah, scientific inquiry. Nah pas materi penalaran ilmiah itu, yang diisi oleh dosen fenomenal bapak RS, kita dikasih tugas... yak... awal masuk OMB dah dikasi tugas, tugasnya cari masalah di kantor masing-masing, bikin fishbone dan penjelasannya serta solusinya. Gak banyak sih, Cuma bikin 2 slide aja, jadi fishbone aja sama penjelasan dan solusi, udah disiapin juga format tabelnya. Waktunya Cuma dikasi 2 hari, jadi hari terahir itu musti dipresentasiin.

Apa itu “masalah”? hayoo tau gak? Bapak RS dosen MetPen yang fenomenal itu bilang masalah adalah ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita/kenyataan. Jadi misal ada mahasiswa A mendapat nilai 90, lalu dia menepok jidat tanda kecewa, ada lagi mahasiswa B mendapat nilai 90 langsung girang tak kepalang. Nah disini masalahnya, ekspektasi setiap orang bisa berbeda-beda, jadi masalah pun hanya persoalan sudut pandang. Lalu bagaimana mencari masalah? Apa yang buat kita masalah, belum tentu menjadi masalah bagi orang lain kan.

Dan tibalah hari jumat apa kamis ya untuk presentasiin, gak wajib sih, ada juga beberapa yang gak masuk di hari terakhir. Trus dibagi perkelompok dan pembagian ruangan untuk memulai presentasi dan juga asdosnya. Ternyata, hasil presentasinya adalah, jreng..jreng... cari masalah itu susah, masalah yang beneran ya, misal apa ekspektasinya, dokumennya apa? Kenapa bisa jadi ekspektasi, emang apa urgensinya? Apa dampaknya klo gak dikerjain, nah lho..!! sehingga kita baru sadar bahwa yang namanya Renstra, Lakip, dan dokumen-dokumen lainnya tuh amat sangat normatif, ya umum-umum aja, gak bisa dijadiin dasar, dan kita juga baru sadar klo kita blum punya banyak kebijakan. Ya misal kebijakan rencana induk atau IT Master Plan, blum punya IT Policy, blum punya IT Security Policy, wow..!! jadi Kantor ini dijalankan dengan sekedarnya aja tanpa ada guidance.

Contoh simple, masalah aplikasi X tidak terpakai maksimal, lah emang ekspektasinya apa? Ekspektasinya terpakai maksimal? Buktinya di dokumen apa? Gak ada kan? Itu cuman ekspektasi menurut kita doang, Hehee... trus realita, realita apa yang nunjukkin klo itu tidak terpakai maksimal? Emang ada datanya? Data pemakai? Data downtime? Data bugs? Kagag ada lah, hahaa.... disitu kami sadar, kantor kami amat sangat sangat kurang dokumentasi. Okelah klo ekspektasi dan realita udah lewat, lalu ke bagian solusi, solusi darimana? Sumbernya apa? Perbandingannya apa? Nah ribet kan?


Nah setelah presentasi selesai kita dikumpulkan lagi dalam satu ruangan yang tadi, beserta para asdos dan lulusan terbaik saat ini untuk dimintai bantuannya mengasistensi presentasi. Lalu kita dikasi ceramah lagi bahwa cara kita semua melihat masalah masih seperti anak S1, jadi S1 dan S2 perbedaannya pada cara menemukan masalah. S1 cenderung langsung bikin, langsung jadi, langsung rancang bangun, iya juga sih, dulu pas kita Tugas Akhir atau skripsi gak pernah tuh mikirin dasar masalahnya. Nah untuk S2 beda, kita musti problem solving, masalahnya harus real, harus nyata, harus ada ekspektasi dan realitas. Kemudian kita solving berdasarkan sumber-sumber relevan, jadi gak bisa seenaknya aja nanti bikin tesis. trus dibilang juga kalau kuliah MTI normalnya 4 semester, 2 tahun. Namun diberikan kesempatan bisa 3 semester, makanya mata kuliah MPPI (Metode Penelitian dan Penalaran Ilmiah) ada di semester 2, dan tugas MPPI adalah membuat tesis, ya tesis, atau disini Karya Akhir (KA), sampai BAB 3..!! dan bagi siapa yang lulus MPPI dengan nilai A atau A- boleh melanjutkan KA di semester 3, jika enggak A/A-, anda harus bersabar nunggu normal sampe semester 4.

Selain itu juga kita dikasi wejangan-wejangan dari para asisten dosen (asdos) dan lulusan terbaik yang pada hari itu atau minggu itu sedang mengikuti rangkaian acara wisuda. Kata asdos dan calon alumni lulusan terbaik itu ya musti pintar manajemen waktu, pintar pilih teman kelompok karena tugasnya 90% adalah kelompok, kecuali tugas mata kuliah MPPI yang ngerjain KA itu.

 Fyuuhh... ternyata capek jugak yak.... dan bakal panjang banget ini.... jadi cukup sampe disni aja dulu yak, bakal lanjut nulis untuk bagian semester 1-3 trus pengalaman ngerjain KA.

(trus, Dhis...?!!)

10.8.15

A Comfy Home


Belakangan ini sering sekali ditawari seorang dua orang teman untuk hang out selepas pulang kantor, untuk makan, ngafe atau lebih gila lagi karaoke, entah serius atau engga tapi berkali-kali sampai saya pun gak tau lagi ini serius atau bukan, lebih banyak gak seriusnya sih memang, mungkin juga karena dia tau karena gak ada istri di rumah, pikirnya ngapain lagi sih di rumah, gak ada siapa-siapa juga kan, is it?

 Dan saya heran, orang ini, kenapa suka sekali pergi-pergi? Kenapa suka sekali hang out? Sementara saya punya rumah yang nyaman, ya... a comfy home, by definition adalah sebuah tempat tinggal yang yang hati kita selalu terpaut padanya, yang berat untuk ditinggalkan, yang.. nyaman. Pikir saya, mungkin dan pikiran saya dan bayangan saya jelas sekali kalau rumah teman saya itu.. gak nyaman, terbayang rumahnya yang seperti kapal pecah, barang-barang berantakan dimana-mana, kalau sudah seperti itu rasanya saya juga malas dan memilih untuk hang out.

Tapi rumah saya.. nyaman, rasanya berat untuk pergi, saya suka segala hal tentang rumah saya, rumah kami bersama istri, beberapa hal yang membuat saya merasa nyaman adalah tentu interiornya dan fungsionalitasnya, barang-barang tidak terlihat berantakan karena kami punya banyak lemari dan laci untuk menyimpan semua barang-barang, dinding yang putih dan cerah, meja makan yang bisa dilipat, tempat-tempat pajangan, sofa yang pas, lampu yang cozzy, tempat tidur yang empuk, bantal yang lembut, selimut yang hangat, AC yang dingin, tempat colokan listrik yang tersembunyi, kabel-kabel yang disembunyikan, akses internet cepat, tempat air minum yang tersembunyi, kitchen set yang bagus, tempat sampah tersembunyi, kulkas yang pas di tempatnya.

Hanya itu? Masih banyak lagi, kamar mandi yang kering, dengan shower, dengan tirai, ada wastafel, toilet duduk, dan kaca yang besar di kamar mandi, serta kaca super besar di ruang tidur utama. Fasilitas? Ada taman dan kolam renang yang selain bisa dilihat dari kamar kami juga bisa kami pakai kapan saja kapanpun kami mau.

Bukankah kita semua suka tinggal di hotel? Hotel di indonesia tentunya ya, bintang 3 atau 4 lah, kan nyaman ya di hotel, maka saya selalu ingin rumah yang seperti suasana hotel, nyaman, hangat, sejuk, empuk dan cozzy. Kalau ada pepatah rumahku surgaku, maka berbahagialah orang-orang yang selalu terpaut dengan rumahnya, bukan kesana kemari sekedar hang out. Dan juga bukankah kita suka dengan suasana kafe?, maka ciptakanlah rumah kita seperti kafe, intinya, baguskanlah rumah kita dengan apa yang kita suka dari luar, ciptakan apa yang kita suka di luar ke dalam rumah kita.

Rumah kami sekarang memang belum sempurna, sempit, namun jauh lebih sempurna dan lebih baik dari rumah orang lain, lagipula, rumah kami nyaman, itu yang terpenting, dan kami pun masih berusaha, menabung, mengkhayal, merencana segala hal untuk rumah impian nan nyaman kami ke depan, rumah yang benar-benar rumah, ada tanah yang luas, halaman yang indah, tidak nempel dengan rumah orang lain, berpagar kayu putih cantik atau batu alam dengan lampu yang hangat, hamparan rumput hijau dan pohon yang teduh, kolam ikan dan kolam air mancur untuk burung-burung mandi dan menari.

Rumah itu 2 atau 3 lantai, tanpa genteng dan dengan roof top untuk suasana kafe nan sejuk penuh dengan tanaman. Rumah itu punya banyak jendela dua lapis yang bisa dibuka-tutup, kamarnya banyak dengan berbagai fungsinya, ada kamar tidur, ruang baca, dapur basah, dapur kering, mini bar, home theater, ruang fitness, musholla, ruang tamu dan ruang keluarga yang terpisah. Rumah itu punya kolam renang, punya walk-in-closet di belakang tempat tidur utama, walk-in-closet yang mirip showcase di zara atau mango.

Nuansanya putih atau mediterania, penuh dengan lampu standing yang cozzy, sofa-sofa yang empuk, karpet tebal, dinding cerah. Kamar mandinya kering dengan bathtub, wastafel dan toilet duduk. Banyak kaca dimana-mana, banyak lemari yang fit dengan dindingnya, tidak ada barang yang berserakan, semua benda dan barang punya tempat untuk menyimpannya atau meletakkannya.

“Baguskanlah rumah mu, seperti tempat yang suka engkau kunjungi”
(trus, Dhis...?!!)

10.7.15

Welcoming 30th... Ultah ke-30


Tak ada hal yang harus lebih dikontemplasi selain mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, terutama nikmat sehat, dengan sehat kita bisa beribadah kepada-Nya, dengan sehat kita bisa bekerja dan mencari uang, dengan sehat kita gak jadi beban keluarga dan dengan sehat, kita bisa membantu keluarga dan orang lain.

Umur 30, 30an, menurut saya sangat spesial, berada ditengah-tengah umur harapan masa hidup (masa hidup rata-rata manusia umur 60an), sudah mulai mapan dari segi aset dan rizki, mulai menata hal-hal abstrak mengenai hidup ke depan, lebih bijak dari tahun-tahun sebelumnya, dan... ada hadist Nabi yang bilang di akhirat nanti, di padang mahsyar, surga dll, kita akan dibangkitkan dalam umur 33 tahun, soo... 3 years to go to get in shaped, karena kita bakal telanjang nantinya, hehee....

Saya percaya apa yang kita raih saat ini adalah pengaruh dari perilaku perbuatan kita di masa lalu, apapun itu... bukti nyata bertebaran di sekitar kita.. saya punya kerabat, bilang saja sepupu lah ya, walaupun banyak juga contoh yang lainnya, tapi satu hal ini nyentrik, jadi dia selalu update status FB mengenai apapun dalam hidupnya, inti status-statusnya soal bagaimana dia bekerja sangat keras sekarang demi membiayai keluarga, istri dan anaknya yang masih kecil, dia rela kerja siang-malam-pagi sabtu-minggu demi mendapat penghasilan yang boleh dikata gak kecil, kerjanya bidang transportasi yang lagi ngtrend saat ini dengan warna jaket ijonya, okeh..okeh.. pada tau semua kan ya, intinya dia bangga dan skaligus mengeluh mengenai hidupnya yang susah, namun bangga karna bekerja keras dan mendapat penghasilan non-pegawai, lalu berbangga karna ga terima gaji serasa bos dan bangga ga ada waktu bersantai-santai kayak pegawai, wah nyindir?.. hehee... intinya dia menganggap dia sedang “bekerja keras”, benarkah?

 Menurut saya bukan, itu sih namanya hidup susah, mengapa? Emang si saya sekarang pegawai, pendapatan pas2an menengah atas dengan nama gaji dan tunjangan, santai? Bener banget, banyak waktu luang, kerja pulang tenggo, sambil kerja bahkan bisa nonton filem streaming, santaikah jika dibandingkan dengan saudara saya itu? Mungkin dia bisa bilang sekarang dia kerja keras, well.. dari doloo kemana aja? Saya udah kerja keras dari dulu banget-banget.. disaat dia sibuk tawuran dengan motornya dan bangga bisa ngebuat beberapa orang jadi cacat, saya malah rajin sekolah naik angkot, disaat dia ngajak main PS, saya nolak karna ngerjain PR, disaat dia bangga cerita sering “maen” ama cewek dan itu beneran “maen”, saya malah puasa untuk menahan gejolak naluriah lelaki saya, disaat... and on and on.. daftarnya bisa panjang... intinya, dia bilang literally bahwa mumpung masi muda, kita harus manfaatkan untuk bersenang-senang.. damn.. when he said those sentence.. it’s like black hole sucking my soul up.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.. klasik namun nyata, entahlah, ada misteri Tuhan di dalam pepatah tersebut, I’m not proud, I’m kind of sad looking at those kind of people, and those kind of people can easly proliferate having birth, beranak dan beranak terus seakan anaknya nanti akan merubah keadaaan.. yang sebenarnya kemungkinan besar akan mengulangi perbuatan orang tuanya kepada orang tuanya orang tua itu, remember yang tadi kan, apa yang kita dapat hari ini adalah akibat perbuatan kita di masa lalu, for good and for bad.

 Dan sekiranya saya melihat ada orang yang lebih sukses dari saya, itu juga karena mereka bekerja lebih keras dari saya dahulunya, contohnya pun banyak dan bertebaran di sekitar kita, ada temen waktu SMA, dia kecil, pendek pokoknya bukan siapa-siapa dan ga popular juga seperti saya, hehee... dia miskin, ya mungkin seperti itu, dia sering bawa barang dagangan berupa roti dan kue, tampak sangat berat digotong secara tergopoh-gopoh, bayangkan, waktu SMA pula, masa remaja yang penuh dengan gengsi yang gak mau kelihatan rendah diantara teman-teman yang lain, namun dia tidak, dia tetap supel, murah senyum, tak terlihat malu sedikitpun, prestasi pun biasa-biasa saja, tak ada yang mencolok, namun kini.. dia bekerja di lembaga keuangan pemerintah, sering dinas keluar negeri, gaji belasan juta... that’s life...

Harapan saya ke depan, bisa senantiasa sehat, perbanyak olah raga, perbanyak keringat, perbanyak gerak, senam, yoga, renang, lari, perbanyak syukur akan hal-hal yang membuat saya merasa cukup dan bahagia, perbanyak evaluasi hal-hal yang perlu saya perbaiki ke depannya, perbanyak ibadah, memulai untuk kembali rajin puasa, perbanyak baca buku, perbanyak bercinta, perbanyak bilang I love You kepada istri.

Ucapan terima kasih tak terhingga kepada istriku, pasangan jiwaku, teman, sahabat dan teman hidup, terima kasih atas segala kasihmu.

Ya Allah Ya Tuhan kami Ampunilah segala dosa kami, maafkanlah segala kesalahan kami
Jadikanlah rumah tangga dan pernikahan kami selalu dalam keberkahan, kedamaian dan ketenangan
Berikanlah kami rizki yang berlimpah, rizki yang berlebih, rizki yang bermanfaat, dan rizki yang besar dari arah yang tidak disangka-sangka
Ya Allah, kabulkanlah permintaan kami, hanya kepada-Mu lah kami bergantung, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta.
Aamiin..
(trus, Dhis...?!!)