CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

20.7.17

Plus dan Minus Tinggal di Apartemen

Karena memang sudah ada beberapa orang yang bertanya, jadi kenapa tidak sekalian saya tulis saja panjang lebar di blog, jadi kalau ada orang yang tanya lagi, saya tinggal kasih link-nya, hehee.... antara males dan cerdas sebenarnya ya.

Oke, kita langsung saja mulai, mau dari mana? Plus dulu atau minus dulu? Plus dulu saja lah ya, tapi sebelum mulai, saya jelaskan dulu kalau tulisan ini adalah pengalaman saya tinggal di Apartemen Green Pramuka sejak September 2014, jadi mau hampir 3 tahun tinggal di Apartemen, saya kira sudah cukup punya pengalaman suka dan duka. Pengalaman saya ini tentu bisa berbeda dengan orang lain, tergantung situasi dan kondisi Apartemennya, jadi silahkan melakukan komparasi selektif.


PLUS 
 - Dekat Kantor. Bagi saya yang pernah tinggal di Bekasi, pulang dan pergi bisa sampai 2-3 jam, dengan berbagai macam jenis moda transportasi, Ojek-Angkot-Kereta, maka tinggal di Aparetemen adalah sisi PLUS. Ke kantor hanya 30-60 menit, bahkan kalau naik motor atau ojek paling 10 menit. Efek sampingnya lebih sehat, jarang sakit, karena kan tidak ketemu orang, tidak berbagi nafas dengan orang lain di angkot atau kereta, tidak kena debu dan panas yang berlebihan, jarang juga kehujanan, hehee... pergi ke kantor masih ketemu matahari, sampai Apartemen juga masih ketemu matahari.

- Dekat Mall. Karena saya suka Mall, suka makan, suka nonton, ya tinggal di Apartemen sisi plusnya dekat mall, apalagi yang Apartemennya dibawahnya ada Mall, wah tinggal cuss sampe Mall.

- Fasilitas. Di Apartemen ada yang namanya Benda Bersama, yaitu bagian atau ruang yang menjadi milik bersama penghuni yang dirawat berdasarkan iuran bersama, yaitu Parkir, Kolam Renang, Taman, Jogging Track, Gazebo, dll. Nah itu menjadi sisi plus karena bisa kita pakai kapanpun. Daripada ke kolam renang umum yang bayar sekian puluhan ribu, ya mending ke kolam renang Apartemen, serasa milik pribadi. Kalau suntuk, tinggal melipir ke kolam renang, baca buku, minum kopi, nikmat.

- Masyarakatnya Lebih Cuek. Ini sisi plus bagi saya yang introvert, malas ketemu orang, malas bersosialisasi, maka tinggal di Apartemen, ini adalah Plus. Kita gak perlu kenal tetangga, karena tetangga juga sibuk, mungkin juga tetangga cuma penyewa yang tiap hari bisa ganti. Kita bisa masuk Apartemen kapan aja, jam 2 pagi juga oke. Berbeda di rumah tapak, kalau pulang jam 2 pagi nanti diomongin sama orang, hahaa...

MINUS 
- Sempit, karena rata-rata Apartemen jaman sekarang paling hanya 33 M2, dibagi jadi 2 kamar yang memang sempit, jadi harus pintar-pintar mengatur barang dan perabotan. Kini sudah banyak jasa desain interior khusus Apartemen yang bisa membuat kitchen set, lemari, tempat tidur. Kita bisa meminta supaya banyak dipasang lemari-lemari rahasia untuk menyimpan barang agar keliatan lebih luas. Harga mulai dari 35 juta-100 juta juga ada, biasanya mereka banyak paketnya, misal ada paket yang sekalian dipasang kompor, AC, dan pemanas Air. Karena sempit, jarang bisa cuci baju, kebanyakan penghuni cuci baju di laundry kiloan yang ada banyak disekitaran Apartemen.

- Sinyal HP susah, TV dan Internet harus berlangganan lagi. Banyak pilihan jasa koneksi internet dan TV yang bisa diambil penghuni, tentunya ya harus bayar lagi.

- KEPENGELOLAAN, nah ini sisi MINUS terbesar Apartemen, ceritanya bisa panjang dan lebar. Pada dasarnya Apartemen terbagi 2, ada yang baik dan jahat.

Apartemen yang baik adalah Apartemen yang pengembangnya, ketika sudah selesai membangun dan menyerahkan kepada penghuni, maka maksimal 1 tahun sejak serah terima, si pengembang membentuk PPPRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun) yang isinya ya para pemilik dan penghuni rumah susun yang asli dan murni. Nah si PPPRS ini akan rapat, membentuk organisasi, ketua, sekretaris, bendahara, dsb. Lalu si PPPRS ini mengatur segala hal, mulai dari besar iuran IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), biaya maintenance, semua pendapatan, semua pengeluaran, aturan-aturan lain, membentuk RT dan RW, pokoknya semuanya.

Kalau ingin gampang, karena anggota PPPRS ini juga sibuk, ya si PPPRS ini bisa bikin lelang jasa konsultan untuk menjadi pengelola, semacam vendor cleaning service, vendor satpam, nah pengelola ini yang mengatur semuanya, PPPRS tinggal kasih duit, bikin kontrak, terus terima beres.

Selain Apartemen baik, ada juga yang super baik. Apartemen super baik adalah Apartemen yang ketika menyerahkan unit Apartemen ke penghuni, juga sekalian menyerahkan SHM-SRS (Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun) wow..!! ini sangat jarang dan setahu saya cuma 1, di Apartemen Sentra Timur Residence Pulo Gadung, beli Apartemen sekalian dapat SHM-SRS. Cuma ya Apartemen pemerintah, fasilitas juga kurang mumpuni, gak ada kolam renang, hehee... nah oke lanjut ke Apartemen jahat, dan disinilah awal mula kekisruhan dan pemberontakan terjadi, hahaa... karena kebetulan saya tinggal di Apartemen yang JAHAT.

Apartemen JAHAT adalah Apartemen yang sudah selesai membangun dan menyerahkan unit Apartemen kepada pemilik, masih ingin mendapatkan DUIT dan bergelimang harta, hahaa.... caranya begini, jadi setelah selesai membangun, si pengembang Apartemen membuat anak perusahaan boneka untuk menjadi BP (Badan Pengelola) nah si BP ini yang mengatur segala-gala urusan tetek bengek Apartemen, mulai dari pendapatan, pengeluaran, ruang-ruang benda bersama, dll. Maka disinilah awal mula pertikaian antara pembeli unit Apartemen dengan BP.

Hal itu karena si pengembang tidak membentuk PPPRS, rugi donk, kan pengembang masih pengen duit, klo dibentuk PPPRS hilang pendapatannya, begitulah logikanya. Si pengembang berdalih pembangunan belum selesai, maka belum bisa dibentuk PPPRS, karena ada 17 tower yang akan dibangun, misal sudah selesai 8, maka pengembang bersikukuh harus selesai dulu 17 tower baru dibentuk PPPRS, nah ini masalahnya, sampai kapan? Siapa yang menjamin si pengembang tidak melambatkan pembangunan? Misal ketika mau dibangun tower ke-17, malah tidak dibangun-bangun supaya pengembang masih tetap dapat duit dari BP, ya kan? Selamanya aja seperti itu, dan selamanya si pemilik tidak akan pernah dapat SHM-SRS, mengerikan bukan?

Cara lain adalah misal pengembang sudah selesai membangun semua unit Apartemen, siapa yang menjamin semua unitnya terjual murni untuk pembeli? Si pengembang bisa saja hanya menjual 40% unitnya, sisanya dijadikan milik pengembang dengan nama asal saja, atau bisa juga pakai nama orang-orang pengembang, lalu dibiarkan kosong dan bisa juga disewakan, gunanya apa? Gunanya adalah ketika dibentuk PPPRS, maka isinya bukan pemilik murni, bisa saja pemilik murni tapi hanya 40%, tapi sisanya orang pengembang!! Jadi tidak ada gunanya ada PPPRS kan? Wong isinya orang-orang pengembang, ya pasti akan mengeluarkan aturan yang menguntungkan pengembang, maka WASPADALAH..!! hahaa....

Inilah daftar kejahatan Apartemen Jahat:

- IPL (Iuran Pengelolaan/Pemeliharaan Lingkungan) adalah untuk membiayai benda bersama tadi, semacam Taman, Kolam Renang, Satpam, Keamanan, Listrik untuk Lift, Lampu-lampu lobby, lampu koridor, Air untuk kamar bilas kolam renang, Uang sampah, gaji cleaning service, dll. Jahatnya adalah TIDAK TRANSPARAN, si BP bisa seenaknya memutuskan harga IPL tanpa ada laporan keuangan, kita tidak tau uangnya kemana, untuk apa, berapa gaji customer service, berapa gaji satpam, kita tidak tahu..!! luar biasa kan. Tahun 2014, IPL saya adalah Rp, 13.500 per meter persegi, kini tahun 2017 IPL saya Rp. 18.700 Per meter persegi, siapa yang mengawasi? Tidak ada. Mau protes? Tidak akan digubris.

- PARKIR, nah ini adalah masalah paling besar, dan paling dahsyat di Apartemen Jahat. Karena si BP bisa seenaknya memutuskan biaya parkir yang harus dibayar oleh pemilik Apartemen, bayangkan, bayar parkir di rumah sendiri? Luar biasa kan. Untungnya belum naik dari 2014, untuk motor dikenakan Rp. 150.000 dan Mobil dikenakan Rp. 200.000 per bulan, tapi tidak ada kenaikan itu bukan tanpa perjuangan lho.

Sudah banyak sekali demo-demo yang dilakukan oleh pemilik Apartemen, dan demo ini kadang berujung bentrok, perkelahian, dan si pemilik bisa DIPENJARA..!! hahaa... karena si BP sangat keterlaluan, jadi karena pemilik belum punya SHM-SRS, dan PPPRS, kita tidak punya PERTELAAN, apa itu pertelaan? Jadi pertelaan adalah peta yang menjelaskan mana bagian bersama, mana milik pribadi, mana benda bersama. Nah selama belum ada pertelaan, si pengembang bersama BP seenaknya bilang bahwa ini benda bersama, itu bukan, itu milik komersial.

Efeknya adalah kepada parkir, bayangkan, area ground, lantai 1 yang dekat dengan lobby dianggap area komersial, maka si penghuni harus bayar parkir per jam!! Iya per jam!! Gila aja, parkir semaleman kali Rp.4000, pas keluar ditagih, kalau tidak bayar maka mobil tidak boleh keluar, wow.!!! Mau liat keseruan perkelahiannya? Hahaa... Tinggal search aja di Youtube, jadi setiap Apartemen di Jakarta tuh punya kelompok-kelompok aktivis demo dan suka direkam dan upload ke Youtube. Silahkan search “masalah parkir Apartemen Green Pramuka”. Nama apartemennya bisa diganti dengan Apartemen Kalibata City, Pancoran Riverside, Baywalk Pluit, wah banyak, karena memang hampir 100 persen semua Apartemen punya masalah yang sama, yaitu dikuasai oleh BP dan Pengembang.

Sebenarnya Apartemennya punya area parkir yang luas, ada area ground yang dekat dengan lobby, ada basement-1, ada basement-2, nah, karena si BP mau dapet duit saja, maka pemilik Apartemen cuma boleh parkir di basement-2, karena bakal penuh kan, sisanya mau gak mau yang parkir per jam, wah demo deh, ramai deh. Itulah, kesengajaan BP supaya memeras penghuni Apartemen. Kenapa bisa seperti itu, karena si Pengembang Apartemen berdalih bahwa ini adalah Rumah Susun Bersubsidi, dan ada aturan yang bilang kalau Rumah Susun Bersubsidi itu hanya boleh menyediakan tempat parkir 10% dari jumlah unit. Eh gila aja, masa cuma 10% tempat parkir sisanya dibuat komersial? Bayar parkir per jam? Logikanya gak nyambung, bersubsidi kok ada kolam renang. Intinya alasan itu dibuat-buat supaya BP dapat duit lebih.

Giliran menetapkan biaya IPL bilangnya ini Apartemen kelas menengah, butuh duit banyak, tapi giliran soal parkir, ngakunya Rumah Susun Bersubsidi, Kalau Apartemen yang baik, tempat parkir itu gratis, merujuk ke UU 20/2011, tempat parkir kan termasuk benda bersama, sama seperti kolam renang, maka dibiayai oleh IPL, itu saja logikanya, masa parkir di rumah sendiri kok bayar, ya begitulah orang kita, suka memeras, dan pasrah saja jika diperas.

Update Parkir -Juli 2017-
Baru saja ada selebaran dan spanduk bertebaran yang menyatakan biaya parkir berlangganan akan ditiadakan, lalu parkir wajib di area Ground Floor yang setingkat dengan Lobby, bayarnya? nah ini yang sangat membuat marah, kita, penghuni diwajibkan bayar parkir Rp. 7.000 per 24 jam, dan dilarang menginapkan mobil lebih dari 3x24 jam, jika mobil kita keluar pada jam ke 73, maka dikenakan denda Rp. 150.000..!! wow, itu pengelola atau rentenir parkir? semau-maunya, cuma mau duit dan duit..!! itu memang akal-akalan pengelola untuk mencari duit, karena biaya langganan Rp. 200rb sudah tidak mencukupi. dengan skema Rp. 7.000 per 24 jam, maka penghuni setiap keluar parkir harus bayar, semakin sering keluar masuk, ya bayar. begitulah.


- Biaya AJAIB. Pengalaman saya banyak sekali biaya-biaya ajaib yang ditetapkan oleh BP, misal biaya untuk desain interior, jadi si BP ini punya beberapa rekanan desain interior untuk membuat set-set perabotan, nah kita diwajibkan pakai rekanan dari BP, kalau pakai jasa sendiri kena fee 30 juta!!. Padahal kita belum tentu sreg dengan desain si rekanan BP, dan dengar-dengar si rekanan juga sudah bayar ratusan juta untuk menjadi rekanan BP dan membuat BP mengeluarkan aturan agar pemilik wajib pakai rekanan BP.

Kalau untuk pekerjaan yang kecil misal pasang bracket TV bayar 150rb, pasang cermin 50rb, cat tembok 300rb, banyak sekali pokoknya, ada daftarnya lho..!! bisa geleng-geleng kepala kalo ngeliatnya, hahaa... si BP mencari duit. Jadi kalau si satpam lobby melihat kita bawa-bawa barang, perabotan, dan peralatan pembangunan, maka kita akan disergap dan disuruh ke bagian maintenance untuk membuat surat ijin dan bayar fee sesuai daftar yang ditetapkan BP. Begitulah.

Ada lagi biaya service AC. Di Apartemen kita pasti punya AC dan butuh cleaning setiap 6 bulan sekali, biaya fee 35rb, hehee.. ajaib memang. Jadi kita harus ke bagian maintenance, minta dibuatkan surat ijin cleaning AC, bayar 35rb. Dengan surat ijin barulah petugas cleaning AC bisa naik ke unit Apartemen kita.

Biaya listrik dan air yang seenaknya ditetapkan BP, kita tidak bisa apa-apa. Jadi si BP seakan-akan menjual kembali air dari PAM, dan listrik dari PLN, harganya lebih tinggi dari harga resmi, mau protes? Tidak bayar? Ya akan diputus air dan listriknya. Kalau Apatemen yang baik, PAM dan PLN langsung menjual ke penghuni, jadi penghuni langsung bayar air ke PAM, dan listrik ke PLN.

Biaya PBB yang ajaib, alias Pajak Bumi dan Bangunan. Bayangkan, si pengembang ini memang membangun dengan modal dengkul, masa penghuni yang belum punya SHM-SRS harus bayar PBB seluruh kawasan Apartemen, bahkan untuk kawasan yang belum terbangun? Gak tanggung-tanggung, unit kecil 33 M2 bayar PBB sampai 1,2 juta rupiah!! Bayarnya pun bukan ke kantor pajak, tapi ke BP. Kita tidak tau area mana saja yang kita bayar, tau-tau dikasi surat harus bayar PBB segitu. Mau protes? Gak bisa.


PENUTUP 

Kembali kepada kita semua, tergantung kebutuhan dan kondisi kita, kalau memang nilai plusnya sangat kita butuhkan dan kita bisa tahan dan sabar dengan minus-minusnya, maka tinggal di Apartemen sangat layak dipertimbangkan. Kalau tidak, ya pilih saja rumah tapak nun jauh di sana, haha... kecuali anda memang orang super kaya yang bisa punya rumah tapak di menteng atau kemayoran.

5 comments:

Android Nesia said...

Wah post mengenai pengalaman di MTI UI sangat membantu saya mas, kebetulan saya baru saja lulus simak dan akan mengikuti kuliah bulan depan. Kalau boleh saya mau meminta materi ketika matkul metodologi penelitian dan literatur2 yg membantu karena saya mau mulai menyusun tesis dari sekarang hehe. Kalau mas tidak keberatan membantu saya, mas dapat mengirimkan ke email saya ttes381@gmail.com atau memberikan kontak mas untuk saya bertanya-tanya. Maaf kalo spam ya mas, Terimakasih :)

Yudhistira Normandia said...

Sebelumnya saya ucapkan selamat telah lulus SIMAK-UI, tentunya diperoleh dengan perjuangan dan juga telah menyingkirkan peserta yang lainnya. Baru masuk sudah mau menyusun tesis ya mas, hehee.... semangat yang bagus. kalau saran saya, terus pertahankan semangatnya. untuk literatur saya tidak bisa membantu, karena semua literatur sudah lengkap disiapkan oleh dosen, atau melalui forum scele. kalau mau baca-baca tesis bisa langsung saja ke perpusnya di salemba, langsung masuk, isi daftar hadir, langsung baca.

saya dulu juga begitu, minta bahan literature sama senior ternyata tidak terpakai, karena kemajuan TI itu pesat, apa yang saya pelajari, sudah sangat berbeda tahun ini, bahkan hampir setengah mata kuliah yang saya tulis, sekarang sudah berganti, sudah gak ada lagi, itu semua karena pesatnya kemajuan TI.

demikian ya, sekali lagi selamat.

Sewa Apartemen Murah Jakarta said...

FYI aja sih kalau masih bingung nyari apartemen yang qualified bisa minta tolong Jendela360 yang cariin loh, 80% bisa memenuhi ekspektasi kriteria apartemen idaman :)

via tiftiany said...

Dijual dan disewakan apartemen mewah dengan lokasi yang sangat strategis di Taman Anggrek Residence, memiliki fasilitas lengkap dan memberikan kenyamanan untuk anda. Kunjungi website https://tamananggrekresidence.com/ untuk informasi lebih lanjut.

Catatan Reston said...

Mau tinggal di apartemen manapun tetap ada plus minusnya kok. Tapi saya tinggal di Apartemen Thamrin Residence lumayan nyaman sih gak ada mendapatin kekurangan.